Tragedi Pemerkosaan dan Pembunuhan Dokter di India, Ayah Temukan Putrinya Tanpa Busana Hanya Terbungkus Sprei

Aprilo Ade Wismoyo | Suara.com

Senin, 19 Agustus 2024 | 03:45 WIB
Tragedi Pemerkosaan dan Pembunuhan Dokter di India, Ayah Temukan Putrinya Tanpa Busana Hanya Terbungkus Sprei
Ilustrasi pemerkosaan

Suara.com - Ayah dari dokter residen berusia 31 tahun yang ditemukan diperkosa dan dibunuh secara brutal di Sekolah Tinggi Kedokteran dan Rumah Sakit RG Kar Kolkata pada tanggal 9 Agustus menggambarkan momen yang menghancurkan ketika dia menemukan tubuh putrinya. Berbicara kepada NDTV, sang ayah, yang masih belum pulih dari tragedi tersebut, teringat menerima telepon pada larut malam, yang memberitahukan kepadanya bahwa putrinya diduga meninggal karena bunuh diri.

“Saya menerima telepon pada jam 11 malam, sampai di rumah sakit pada jam 12 pagi, dan baru pada jam 3.30 saya akhirnya melihat jenazahnya,” kenangnya. "Hanya aku yang tahu apa yang kualami saat melihatnya. Tidak ada pakaian di tubuhnya. Dia hanya terbungkus sprei. Kakinya terbuka, dengan satu tangan di atas kepalanya."

Insiden ini telah memicu protes nasional di seluruh negeri dan Asosiasi Medis India (IMA) melakukan pemogokan selama 24 jam dari tanggal 17-18 Agustus.

“Kami telah kehilangan segalanya; kami tidak punya apa-apa lagi. Kami menginginkan keadilan,” kata sang ayah.

“Semua skema Mamata Banerjee, skema Kanyashree, skema Lakshmi semuanya palsu. Siapa pun yang ingin memanfaatkan skema ini, sebelum memanfaatkannya, silakan lihat apakah Lakshmi Anda di rumah aman,” katanya.

Ilustrasi pemerkosaan. [Istimewa]
Ilustrasi pemerkosaan. [Istimewa]

Orang lain yang menjadi pusat penyelidikan adalah mantan kepala sekolah RG Kar Medical College, Sandip Ghosh, yang tindakannya setelah kejahatan tersebut sedang diawasi dengan cermat. Ghosh, yang mengundurkan diri dari jabatannya hanya dua hari setelah jenazahnya ditemukan, telah diinterogasi oleh CBI selama beberapa hari.

Para penyelidik sedang memeriksa catatan teleponnya dan mengamati perilakunya sebelum dan sesudah kejadian. Salah satu fokus utamanya adalah mengapa dia membuat orang tua korban menunggu hampir tiga jam sebelum mengizinkan mereka melihat jenazah putri mereka.

CBI juga sedang menyelidiki apakah ada tindakan yang direncanakan sebelumnya dalam kejahatan tersebut dan apakah mantan kepala sekolah mempunyai peran di dalamnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Muda Diperkosa Ramai-ramai dan Dibunuh, Mata Korban 'Menangis Darah'

Dokter Muda Diperkosa Ramai-ramai dan Dibunuh, Mata Korban 'Menangis Darah'

News | Minggu, 18 Agustus 2024 | 11:39 WIB

Profil Dokter Aulia Risma Lestari, Mahasiswa PPDS Diduga Bunuh Diri Lantaran Tak Kuat Dirundung Senior

Profil Dokter Aulia Risma Lestari, Mahasiswa PPDS Diduga Bunuh Diri Lantaran Tak Kuat Dirundung Senior

Lifestyle | Minggu, 18 Agustus 2024 | 01:22 WIB

Tompi Ikut Soroti Senioritas di Kedokteran:  'Budaya Lama' yang Harus Diubah!

Tompi Ikut Soroti Senioritas di Kedokteran: 'Budaya Lama' yang Harus Diubah!

Lifestyle | Sabtu, 17 Agustus 2024 | 16:43 WIB

Jalan Kusut Korban Permerkosaan Cari Aborsi Aman: Berlomba Dengan Usia Kehamilan Mendapat Keadilan

Jalan Kusut Korban Permerkosaan Cari Aborsi Aman: Berlomba Dengan Usia Kehamilan Mendapat Keadilan

Liks | Sabtu, 17 Agustus 2024 | 15:32 WIB

Diduga Lakukan Bullying di Undip, Media Sosial Prathita Amanda Aryani Diburu Netizen: Blacklist Aja Ini Orang!

Diduga Lakukan Bullying di Undip, Media Sosial Prathita Amanda Aryani Diburu Netizen: Blacklist Aja Ini Orang!

Tekno | Sabtu, 17 Agustus 2024 | 14:31 WIB

Mobil Made in India Diakui Jepang! Suzuki Fronx Jadi Ekspor Perdana

Mobil Made in India Diakui Jepang! Suzuki Fronx Jadi Ekspor Perdana

Otomotif | Jum'at, 16 Agustus 2024 | 18:34 WIB

Terkini

Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah

Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 00:19 WIB

DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square

DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 00:16 WIB

Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek

Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 00:13 WIB

Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta

Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 00:09 WIB

Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook

Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 00:04 WIB

Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?

Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?

News | Senin, 11 Mei 2026 | 21:10 WIB

Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN

Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN

News | Senin, 11 Mei 2026 | 21:06 WIB

Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua

Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua

News | Senin, 11 Mei 2026 | 21:05 WIB

Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying

Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:53 WIB

Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen

Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:52 WIB