Reformasi Bergaung! Pemilu Bangladesh Terancam Ditunda

Andi Ahmad S

Selasa, 20 Agustus 2024 | 05:30 WIB
Reformasi Bergaung! Pemilu Bangladesh Terancam Ditunda
Kerusuhan di Bangladesh (Dok. Reuters)

Suara.com - Kerusuhan yang terjadi di Bangladesh nampaknya membuat kondisi di negara tersebut semakin denting, bahkan kata reformasi saat ini menggema atau bergaung, tentunya hal tersebut bisa saja berimbas kepada pemilu yang terancam ditunda.

Kepala Penasihat pemerintah sementara Bangladesh, Muhammad Yunus baru-baru ini berpidato dengan menyerukan reformasi menyeluruh sebelum pemilihan umum dilaksanakan.

Dalam pidato penting di hadapan para diplomat di Dhaka pada hari Minggu, turut menandai keterlibatan pertama Yunus dengan komunitas diplomatik sejak menjabat pada tanggal 8 Agustus, menyusul pengunduran diri mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina.

Yunus, seorang peraih Nobel, mengambil alih jabatan tersebut di tengah kondisi politik yang bergejolak yang ditandai dengan protes massal dan kekerasan yang berujung pada tergulingnya Hasina.

Dalam pidatonya, Yunus menguraikan peta jalan pemerintahan sementara untuk mewujudkan Bangladesh yang stabil dan demokratis, dimulai dengan pemilu yang bebas, adil, dan partisipatif.

“Kami akan menyelenggarakan pemilu partisipatif yang bebas dan adil segera setelah kami menyelesaikan mandat kami untuk melaksanakan reformasi penting di komisi pemilu, peradilan, administrasi sipil, pasukan keamanan dan media,” katanya.

Pada tanggal 5 Agustus, Hasina, berusia 76 tahun, meninggalkan Bangladesh dengan helikopter ke India ketika pengunjuk rasa menyerbu jalan-jalan di Dhaka. Pemerintahannya selama 15 tahun, yang ditandai dengan tuduhan pelanggaran hak asasi manusia, berakhir secara dramatis.

Minggu-minggu menjelang penggulingannya penuh dengan pertumpahan darah, dengan lebih dari 450 orang tewas dalam kerusuhan tersebut dan beberapa laporan serangan terhadap komunitas minoritas Hindu di Bangladesh.

Kepala Penasihat mengatakan memulihkan hukum dan ketertiban di negara ini adalah prioritas utama pemerintahannya.

baca juga

“Kita akan mendekati keadaan normal dalam waktu singkat, dengan dukungan yang tak tergoyahkan dari rakyat dan angkatan bersenjata yang patriotik,” kata Yunus.

“Prioritas utama Pemerintahan Sementara adalah mengendalikan situasi hukum dan ketertiban… Angkatan bersenjata akan terus membantu kekuasaan sipil selama situasinya memungkinkan," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Mpox Bisa Menyerang Siapa Saja? Kasus Terbaru di Filipina Jadi Bukti

Benarkah Mpox Bisa Menyerang Siapa Saja? Kasus Terbaru di Filipina Jadi Bukti

News | Senin, 19 Agustus 2024 | 22:34 WIB

NWS Keluarkan Peringatan Banjir Bandang Connecticut Amerika Serikat

NWS Keluarkan Peringatan Banjir Bandang Connecticut Amerika Serikat

News | Senin, 19 Agustus 2024 | 21:24 WIB

Telkom-Neutra DC Gelar Konferensi Internasional dengan Tema "The Other Side of AI

Telkom-Neutra DC Gelar Konferensi Internasional dengan Tema "The Other Side of AI

Bisnis | Senin, 19 Agustus 2024 | 18:30 WIB

Terkini

Weton Lakuning Setan Apa Maknanya? Kenali Watak dan Deretan Weton yang Dinaungi

Weton Lakuning Setan Apa Maknanya? Kenali Watak dan Deretan Weton yang Dinaungi

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:13 WIB

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan Hingga Januari 2027, Ini Alasannya

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan Hingga Januari 2027, Ini Alasannya

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:06 WIB

65 Persen Mobil di Jateng Masih Pakai BBM, BYD Dorong Peralihan ke Kendaraan Energi Baru

65 Persen Mobil di Jateng Masih Pakai BBM, BYD Dorong Peralihan ke Kendaraan Energi Baru

Jawa Tengah | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:05 WIB

KPF Desak Prabowo Bentuk TGPF Independen Usut Kekerasan Demo 27 Agustus

KPF Desak Prabowo Bentuk TGPF Independen Usut Kekerasan Demo 27 Agustus

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:51 WIB

Saksi Hidup G30S Bongkar Peran Karno Gejik, Eksekutor PKI yang Catat Daftar Nama Warga untuk Dibunuh

Saksi Hidup G30S Bongkar Peran Karno Gejik, Eksekutor PKI yang Catat Daftar Nama Warga untuk Dibunuh

Surakarta | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:49 WIB

7 Sifat Buruk dan Kelebihan Shio Ayam dalam Pekerjaan dan Percintaan

7 Sifat Buruk dan Kelebihan Shio Ayam dalam Pekerjaan dan Percintaan

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:43 WIB

Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Oktober 2026 Lengkap

Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Oktober 2026 Lengkap

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:42 WIB

Kebakaran TPA Jatibarang Meluas 10 Hektare, Gas Metana Bikin Api Membara

Kebakaran TPA Jatibarang Meluas 10 Hektare, Gas Metana Bikin Api Membara

Jawa Tengah | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:40 WIB

Nekat Salip Mobil Berujung Maut, Siswi di Madiun Meregang Nyawa di Aspal

Nekat Salip Mobil Berujung Maut, Siswi di Madiun Meregang Nyawa di Aspal

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:38 WIB

OJK Stop Operasional Credit Saison Indonesia Finance (CSIF), Begini Nasib Nasabah

OJK Stop Operasional Credit Saison Indonesia Finance (CSIF), Begini Nasib Nasabah

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:36 WIB

×