Mangkir Dari Panggilan PBNU, Cak Imin Minta Maaf: Saya Sengaja Tak Datang

Bangun Santoso | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Kamis, 22 Agustus 2024 | 00:55 WIB
Mangkir Dari Panggilan PBNU, Cak Imin Minta Maaf: Saya Sengaja Tak Datang
Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. (Suara.com/Fakhri)

Suara.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin angkat bicara soal dirinya yang tak memenuhi undangan dari Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) pada Rabu (21/8/2024). Ia mengaku sengaja mangkir dari panggilan PBNU.

Ia pun meminta maaf karena tak bisa hadir dalam kesempatan itu. Namun, ia juga menyatakan tak akan pernah memenuhi panggilan PBNU jika dipanggil lagi.

"Hari ini saya diundang oleh PBNU melalui sebuah surat, nah saya mohon maaf gak datang karena saya sengaja nggak datang," ujar Cak Imin di rumah dinasnya, Jalan Widya Candra, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (21/8/2024).

"Mohon maaf saya tidak akan bisa memenuhi undangan PBNU," lanjutnya.

Cak Imin mengaku sengaja tidak hadir karena merasa langkahnya ini merupakan bukti dirinya taat dengan konstitusi. Sebab, PBNU yang dinaungi Undang-Undang (UU) Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) tak bisa mencampuri urusan PKB yang berlandaskan UU Partai Politik (Parpol).

"PKB berdiri di atas konstitusi Undang-undang partai politik. PBNU berdiri di atas Undang-Undang organisasi kemasyarakatan. Sehingga kalau kita mau taat kepada konstitusi jangan saling mencampuri urusan yang diatur okeh konstitusi negara," jelasnya.

Karena itu, ia meminta ke depannya PBNU tak perlu mencampuri urusan PKB seperti berniat melakukan pembenahan dan sejenisnya.

"Saya berharap betul kepada PBNU untuk betul-betul mengelola organisasi sesuai dengan tata krama konstitusi dan sesuai dengan aturan konstitusi," ucapnya.

Lebih lanjut, Cak Imin mengaku terbuka untuk melakukan diskusi dengan para petinggi PBNU dalam sebuah pertemuan non-formal sebagai warga NU.

"Kalau mau ketemu ngopi-ngopi di rumah, ngopi-ngopi di pinggir jalan ya monggo sebagai suriah, saya nih suriah loh di sebuah ranting mestinya sangat mudah untuk bisa ngobrol," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin tak memenuhi undangan panitia khusus (pansus) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Rabu (21/8/2024). Seharusnya, Cak Imin diminta hadir untuk membahas konflik antara PKB dan PBNU.

Atas ketidak hadiran Cak Imin, Ketua PBNU Umarsyah menyayangkannya. Seharusnya, di tengah situasi yang memanas saat ini, Wakil Ketua DPR RI itu bersedia untuk melakukan dialog.

"Memang ini menunjukkan niat tidak baiknya Ketum PKB. Tapi di luar, di media sosial, media mainstream selalu bicara bahwa PBNU enggak punya niatan baik karena memanggil manggil dan sebagainya. Tapi kita undang, nyatanya beliau tidak mau hadir. Ini sangat disayangkan," ujar Umarsyah kepada wartawan.

Karena Cak Imin tak hadir, Umarsyah bakal meminta arahan dari Wakil Rais Aam PBNU Anwar Iskandar terkait langkah selanjutnya dalam upaya pembenahan PKB yang menurut mereka telah melenceng dari ajaran NU.

"Sebenarnya sih harapan kita, dengan hadirnya Muhaimin pada hari ini di PBNU itu sudah lengkap segala hal kaitannya dengan informasi-informasi yang kita butuhkan. Tapi dengan tidak hadirnya Muhaimin, maka tentu nanti K.H. Anwar akan mengambil kebijakan berikutnya," jelas Umarsyah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PBNU Kecewa Cak Imin Tak Penuhi Panggilan: Tak Ada Niat Baik

PBNU Kecewa Cak Imin Tak Penuhi Panggilan: Tak Ada Niat Baik

News | Kamis, 22 Agustus 2024 | 00:12 WIB

Imbas Pemecatan Gus Yahya Dan Yaqut, PKB Bakal Ditinggal Pendukung Nahdliyin?

Imbas Pemecatan Gus Yahya Dan Yaqut, PKB Bakal Ditinggal Pendukung Nahdliyin?

News | Rabu, 21 Agustus 2024 | 21:04 WIB

Pecat Gus Yahya Dan Gus Yaqut, Elektabilitas PKB Di Pilkada Diyakini Tak Akan Terganggu

Pecat Gus Yahya Dan Gus Yaqut, Elektabilitas PKB Di Pilkada Diyakini Tak Akan Terganggu

News | Rabu, 21 Agustus 2024 | 20:55 WIB

Dituding Mau Lengserkan Cak Imin dari Kursi Ketum PKB, Faisol Ancam Polisikan Akun Ini: Jangan Adu Domba!

Dituding Mau Lengserkan Cak Imin dari Kursi Ketum PKB, Faisol Ancam Polisikan Akun Ini: Jangan Adu Domba!

News | Rabu, 21 Agustus 2024 | 12:21 WIB

Faisol Riza Bantah Isu Gantikan Muhaimin Iskandar Jadi Ketum PKB: Kami Solid Tidak Ada Nama Lain

Faisol Riza Bantah Isu Gantikan Muhaimin Iskandar Jadi Ketum PKB: Kami Solid Tidak Ada Nama Lain

News | Rabu, 21 Agustus 2024 | 11:43 WIB

Sederet Alasan PKB Pecat Gus Yahya Dan Menag Yaqut Hingga Tak Diundang Ke Muktamar Bali: Mereka Rusak Citra Partai

Sederet Alasan PKB Pecat Gus Yahya Dan Menag Yaqut Hingga Tak Diundang Ke Muktamar Bali: Mereka Rusak Citra Partai

News | Selasa, 20 Agustus 2024 | 20:42 WIB

Meski Ogah Nyalon Jika Rapor Merah, Cak Imin Tetap Dipaksa Maju Ketum PKB, Apa Alasannya

Meski Ogah Nyalon Jika Rapor Merah, Cak Imin Tetap Dipaksa Maju Ketum PKB, Apa Alasannya

Video | Rabu, 21 Agustus 2024 | 08:05 WIB

Terkini

KPK Klaim Ada Perkembangan Baik Penanganan Kasus Kuota Haji

KPK Klaim Ada Perkembangan Baik Penanganan Kasus Kuota Haji

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:02 WIB

Tanggapi soal Pencopotan Kabais TNI Pasca Penyiraman Air Keras, TAUD: Pengusutan Harus Menyeluruh

Tanggapi soal Pencopotan Kabais TNI Pasca Penyiraman Air Keras, TAUD: Pengusutan Harus Menyeluruh

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:57 WIB

Bongkar Strategi Iran Lawan AS-Israel, Pengamat: Tak Perlu Menang, Bertahan Saja Sudah Sukses

Bongkar Strategi Iran Lawan AS-Israel, Pengamat: Tak Perlu Menang, Bertahan Saja Sudah Sukses

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:52 WIB

Donald Trump Klaim Ditawari Iran Jadi Ayatollah: Tapi Saya Tolak

Donald Trump Klaim Ditawari Iran Jadi Ayatollah: Tapi Saya Tolak

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:51 WIB

Prof Yon: Indonesia Lebih Baik Mundur dari BOP Jika Hanya Jadi Bayang-bayang Amerika dan Israel

Prof Yon: Indonesia Lebih Baik Mundur dari BOP Jika Hanya Jadi Bayang-bayang Amerika dan Israel

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:48 WIB

Sempat Kritis Selama 6 Hari, Wanita di Cengkareng Tewas Ditikam Pisau Dapur Oleh Kekasih

Sempat Kritis Selama 6 Hari, Wanita di Cengkareng Tewas Ditikam Pisau Dapur Oleh Kekasih

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:43 WIB

Terungkap! Ini Alasan KPK Jadikan Yaqut Tahanan Rumah

Terungkap! Ini Alasan KPK Jadikan Yaqut Tahanan Rumah

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:39 WIB

Israel Klaim Tewaskan Kepala Staf AL IRGC Iran di Kota Dekat Selat Hormuz

Israel Klaim Tewaskan Kepala Staf AL IRGC Iran di Kota Dekat Selat Hormuz

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:30 WIB

Bukan ke Iran! Jubir Bongkar Agenda Asli JK di Tengah Video Viral Dalam Pesawat

Bukan ke Iran! Jubir Bongkar Agenda Asli JK di Tengah Video Viral Dalam Pesawat

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:29 WIB

Anggap Anies Murni Silaturahmi ke Cikeas Tanpa Niat Politik, Sahroni: Capres Masih Lama

Anggap Anies Murni Silaturahmi ke Cikeas Tanpa Niat Politik, Sahroni: Capres Masih Lama

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:27 WIB