Pecat Gus Yahya Dan Gus Yaqut, Elektabilitas PKB Di Pilkada Diyakini Tak Akan Terganggu

Bangun Santoso, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 21 Agustus 2024 | 20:55 WIB
Pecat Gus Yahya Dan Gus Yaqut, Elektabilitas PKB Di Pilkada Diyakini Tak Akan Terganggu
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. [Kemenag.go.id]

Suara.com - Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komaruddin menyebut pemecatan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf dari PKB tak akan memberi dampak buruk bagi partai. Elektabilitas PKB di Pilkada serentak 2024 juga diyakini tak akan terganggu.

Sebab, kata Ujang, kedua tokoh NU itu tak identik dengan PKB. Pemilih PKB tak akan merasa dikecawakan dengan didepaknya Gus Yahya dan Gus Yaqut.

"Apakah akan mempengaruhi elektabilitas? Ya tidak. Kan selama ini Gus Yahya maupun Gus Yaqut tidak identik dengan PKB. Gus Yahya Kan identik dengan NU. Gus Yaqut juga sama, bukan identik dengan PKB," ujar Ujang kepada Suara.com, Rabu (21/8/2024).

Ia menyontohkan saat Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 lalu. Gus Yahya dan Gus Yaqut juga tidak aktif mengampanyekan PKB.

Kendati demikian, perolehan suara PKB tetap tak berpengaruh dan malah mengalami kenaikan.

"Tapi PKB Cak Imin tetap naik suaranya. Artinya tidak berdampak pemecatan Gus Yahya dan Gus Yaqut. Di Pilkada pun sama tidak ada dampaknya," jelasnya.

Lebih lanjut, Ujang menilai pemecatan terhadap Gus Yahya dan Gus Yaqut sepenuhnya merupakan wewenang pimpinan PKB.

"Ya itu hak PKB ya, kalau sudah memecat Gus Yahya dan Gus Yaqut. Karena itu bagian dari kewenangan partai. Mau jadi kader atau dipecat ya itu merupakan kewenangan PKB," pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hanif Dhakiri menyebut sejumlah pihak di kepengurusan Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) yang berseteru dengan PKB kini telah dipecat dari partai. Keputusan ini diambil karena sejumlah alasan.

baca juga

Beberapa nama yang dipecat di antaranya adalah Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf.

Karena sudah dipecat, maka mereka tidak diundang dan tak diperkenankan datang ke Muktamar PKB di Bali pada 24-25 Agustus 2024 mendatang. Hanif mengatakan, peserta Muktamar adalah pengurus DPP, utusan DPW, utusan DPC, pimpinan dan Anggota FPKB DPR RI, serta Ketua Badan Otonom dan lembaga tingkat pusat.

Selain itu, Hanif juga menyebut nama lainnya yang tak diundang ke Muktamar, seperti Effendi Choirie dan Lukman Edy.

"Pak Effendy Choirie ya pasti gak diundang karena pengurus partai lain. Pak Yahya, Pak Lukman dan Pak Yaqut keanggotaannya otomatis gugur. Kan sudah kampanye partai lain dan bahkan menyerang dan merusak kehormatan partai di publik," ujar Hanif kepada wartawan, Senin (19/8/2024).

Alasan mereka tak diundang karena dianggap sudah mengampanyekan partai lain. Lalu, mereka juga dianggap menyerang dan mencemarkan nama baik PKB di publik.

Sehingga, para tokoh tersebut dinilai tidak loyal pada partai dan bahkan merusak partai.

"PKB sudah sukses pada Pemilu lalu dengan penambahan kursi di legislatif di berbagai tingkatan. Nah, mereka ini tidak mendukung bahkan menyerang kita (PKB) di ranah publik," tegasnya.

"Jadi andai saja mereka istiqomah di PKB, mau bersama-sama membesarkan PKB, ya tentu dan pasti kami undang," tambahnya memungkasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dituding Mau Lengserkan Cak Imin dari Kursi Ketum PKB, Faisol Ancam Polisikan Akun Ini: Jangan Adu Domba!

Dituding Mau Lengserkan Cak Imin dari Kursi Ketum PKB, Faisol Ancam Polisikan Akun Ini: Jangan Adu Domba!

News | Rabu, 21 Agustus 2024 | 12:21 WIB

Faisol Riza Bantah Isu Gantikan Muhaimin Iskandar Jadi Ketum PKB: Kami Solid Tidak Ada Nama Lain

Faisol Riza Bantah Isu Gantikan Muhaimin Iskandar Jadi Ketum PKB: Kami Solid Tidak Ada Nama Lain

News | Rabu, 21 Agustus 2024 | 11:43 WIB

Sederet Alasan PKB Pecat Gus Yahya Dan Menag Yaqut Hingga Tak Diundang Ke Muktamar Bali: Mereka Rusak Citra Partai

Sederet Alasan PKB Pecat Gus Yahya Dan Menag Yaqut Hingga Tak Diundang Ke Muktamar Bali: Mereka Rusak Citra Partai

News | Selasa, 20 Agustus 2024 | 20:42 WIB

Dipecat dari PKB karena Tak Diundang Muktamar, Gus Yaqut: Lho Kok Main Pecat

Dipecat dari PKB karena Tak Diundang Muktamar, Gus Yaqut: Lho Kok Main Pecat

News | Selasa, 20 Agustus 2024 | 20:08 WIB

Meski Ogah Nyalon Jika Rapor Merah, Cak Imin Tetap Dipaksa Maju Ketum PKB, Apa Alasannya

Meski Ogah Nyalon Jika Rapor Merah, Cak Imin Tetap Dipaksa Maju Ketum PKB, Apa Alasannya

Video | Rabu, 21 Agustus 2024 | 08:05 WIB

Layangkan Surat Pemanggilan, PBNU Tunggu Kedatangan Cak Imin Rabu Besok

Layangkan Surat Pemanggilan, PBNU Tunggu Kedatangan Cak Imin Rabu Besok

News | Selasa, 20 Agustus 2024 | 15:02 WIB

Cak Imin Dapat Dukungan Kuat untuk Kembali Pimpin PKB Setelah 18 Tahun Berkuasa

Cak Imin Dapat Dukungan Kuat untuk Kembali Pimpin PKB Setelah 18 Tahun Berkuasa

Video | Selasa, 20 Agustus 2024 | 13:10 WIB

Terkini

Diskon Rp100.000 di Sushi Tei Berlaku Nasional, Khusus Nasabah BRI

Diskon Rp100.000 di Sushi Tei Berlaku Nasional, Khusus Nasabah BRI

Bri | Rabu, 23 September 2026 | 16:13 WIB

BRI Private Bawa Pengalaman Kesehatan Premium Lewat Layanan Medical Check Up

BRI Private Bawa Pengalaman Kesehatan Premium Lewat Layanan Medical Check Up

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 16:12 WIB

IMC Dukung RUU Perampasan Aset, Minta Kewenangan Aparat Dibatasi

IMC Dukung RUU Perampasan Aset, Minta Kewenangan Aparat Dibatasi

News | Rabu, 23 September 2026 | 16:10 WIB

Morgan Stanley Borong 400 Juta Saham GOTO, Harga Diskon 46 Persen

Morgan Stanley Borong 400 Juta Saham GOTO, Harga Diskon 46 Persen

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 16:09 WIB

Ditolak Mentah-mentah, Restrukturisasi Sukuk Pos Indonesia Gagal

Ditolak Mentah-mentah, Restrukturisasi Sukuk Pos Indonesia Gagal

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 16:08 WIB

Deteksi Dini Lebih Nyaman, BRI Private Hadirkan Premium Medical Check Up

Deteksi Dini Lebih Nyaman, BRI Private Hadirkan Premium Medical Check Up

Lampung | Rabu, 23 September 2026 | 16:07 WIB

Viral Kepala SPPG Tebingtinggi Diciduk Istri Diduga Bareng Wanita Lain, Dilaporkan ke KPPG-Polisi

Viral Kepala SPPG Tebingtinggi Diciduk Istri Diduga Bareng Wanita Lain, Dilaporkan ke KPPG-Polisi

Sumut | Rabu, 23 September 2026 | 16:07 WIB

Kenapa Makanan di Pesawat Terasa Hambar dan Tidak Enak? Ternyata Ini Fakta Ilmiah di Baliknya

Kenapa Makanan di Pesawat Terasa Hambar dan Tidak Enak? Ternyata Ini Fakta Ilmiah di Baliknya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 16:05 WIB

BRI Private Perkuat Layanan Eksklusif Lewat Premium Medical Check Up

BRI Private Perkuat Layanan Eksklusif Lewat Premium Medical Check Up

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 16:03 WIB

Cara Bikin NPWP Online Lewat Coretax DJP, Gak Perlu ke Kantor Pajak!

Cara Bikin NPWP Online Lewat Coretax DJP, Gak Perlu ke Kantor Pajak!

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 16:03 WIB

×