Jadi Korban Gas Air Mata Polisi saat Demo di Semarang, Viral Video Pelajar Sesak Panas hingga Anak Kecil Dibopong di Mal

Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Selasa, 27 Agustus 2024 | 08:27 WIB
Jadi Korban Gas Air Mata Polisi saat Demo di Semarang, Viral Video Pelajar Sesak Panas hingga Anak Kecil Dibopong di Mal
Jadi Korban Gas Air Mata Polisi saat Demo di Semarang, Viral Video Pelajar Sesak Panas hingga Anak Kecil Dibopong di Mal. (tangkapan layar/Instagram)

Suara.com - Beredar video di media sosial yang merekam anak-anak yang mengalami sesak napas. Disebutkan jika anak-anak dalam video itu menjadi korban sasaran gas air mata ketika aparat kepolisian membubarkan massa pendemo #KawalPutusanMK yang terjadi di Semarang, Jawa Tengah pada Senin (26/8/2024) kemarin.

Dikutip Suara.com pada Selasa (27/8/2024) dari unggahan video yang dibagikan ulang akun Instagram @bangsamahardika, tampak sejumlah anak-anak mengalami sesak napas karena terhirup gas air mata milik polisi.

Dalam video itu, tampak seorang anak laki-laki berpeci hitam tampak lemas sembari menutup hidungnya dengan menggunakan kain berwarna putih.

Berdasar video tersebut juga, sejumlah ibu-ibu tampak sedang menangani anak-anak perempuan berhijab yang diduga ikut menjadi korban gas air mata. Tampak ibu-ibu itu sedang mengoles pasta gigi di bagian wajah para pelajar tersebut. Berdasar rekamam video itu, para korban yang ikut menghirup gas air mata aparat kepolisian sedang berada di sebuah rumah ibadah.

Sejumlah anak-anak ikut menjadi korban karena menghirup gas air mata aparat kepolisian saat membubarkan massa pendemo #kawalputusanmk di Semarang. (tangkapan layar/Instagram)
Sejumlah anak-anak ikut menjadi korban karena menghirup gas air mata aparat kepolisian saat membubarkan massa pendemo #kawalputusanmk di Semarang. (tangkapan layar/Instagram)

Selain itu, dalam slide video kedua yang juga diunggah akun @bangsamahardika, tampak suasana menegangkan dari dari puluhan orang yang berada di sebuah mal. Bahkan, terlihat seorang pria panik ketika membopong seorang anak kecil yang tampak lemas.

Dalam video itu, tampak pula sejumlah demonstran dari kalangan mahasiswa sedang memberikan pertolongan medis kepada rekan-rekannya yang sudah tergeletak di lantai diduga akibat terkena gas air mata.

Berdasar narasinya, akun pengunggah video menyebut jika gas air mata yang ditembakan aparat kepolisian saat terjadi demonstrasi #KawalPutusanMK di Semarang pada Senin kemarin juga menyasar ke pemukiman warga hingga kawasan mal. Disebutkan jika penggunakan gas air mata dari aparat kepolisian juga menyasar anak-anak.

Video pria membopong anak kecil yang diduga ikut terkena gas air mata aparat kepolisian saat membubarkan massa pendemo #kawalputusanmk di Semarang, Jateng. (Tangkapan layar/Instagram)
Video pria membopong anak kecil yang diduga ikut terkena gas air mata aparat kepolisian saat membubarkan massa pendemo #kawalputusanmk di Semarang, Jateng. (Tangkapan layar/Instagram)

"Tembakan gas air mata di aksi #KawalPutusanMK Semarang sempat diarahkan pemukiman serta kawasan mall Paragon yang banyak terdapat warga sipil. Akibatnya terdapat beberapa masyarakat yang mengalami sesak napas khususnya anak-anak akibat efek dari gas air mata," demikian keterangan akun tersebut.

Hingga berita ini ditulis belum diketahui kondisi terbaru hingga jumlah korban, termasuk anak-anak yang terhirup gas air mata aparat kepolisian terkait demonstrasi yang berujung ricuh di Semarang.

33 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Sebelumnya diberitakan aksi demo mahasiswa di depan Balai Kota Semarang berakhir ricuh pada Senin (26/8/2024). Puluhan peserta aksi pun dilarikan ke rumah sakit.

Kuasa hukum Gerakan Rakyat Menggugat Jawa Tengah, Tuti Wijaya, mencatat puluhan mahasiswa dirawat di sejumlah rumah sakit akibat demonstrasi.

"Ada 33 orang yang dirawat di sejumlah rumah sakit. Sebagian besar mengalami sesak nafas, ada juga yang mengalami luka di kepala," kata kuasa hukum para mahasiswa tersebut dikutip dari ANTARA.

Mahasiswa dan Pelajar Ditangkap

Usai aksi yang berakhir ricuh tersebut, lanjut dia, terdapat pula 6 orang mahasiswa dan 21 pelajar yang diamankan oleh polisi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Kiky Saputri Kawal Putusan MK, Walau Tak Ikut Demo ke DPR RI

Cara Kiky Saputri Kawal Putusan MK, Walau Tak Ikut Demo ke DPR RI

Video | Jum'at, 23 Agustus 2024 | 18:35 WIB

KontraS: Ada Pendemo Dikeroyok 15 Polisi, Dipaksa Ngaku Robohkan Pagar Gedung DPR

KontraS: Ada Pendemo Dikeroyok 15 Polisi, Dipaksa Ngaku Robohkan Pagar Gedung DPR

News | Jum'at, 23 Agustus 2024 | 17:11 WIB

#KawalPutusanMK Bergema di Aksi Kamisan, Orator Tunjuk Gedung Istana: Akar Kejahatan DPR dan Partai!

#KawalPutusanMK Bergema di Aksi Kamisan, Orator Tunjuk Gedung Istana: Akar Kejahatan DPR dan Partai!

News | Kamis, 22 Agustus 2024 | 18:27 WIB

Terkini

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

News | Kamis, 02 April 2026 | 22:15 WIB

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:44 WIB

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:30 WIB

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:17 WIB

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:13 WIB

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:42 WIB

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:39 WIB

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:33 WIB

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:29 WIB

Gerak Cepat TNI Pasca-Gempa Sulut: Ratusan Prajurit Evakuasi Korban hingga Sisir Dampak Tsunami

Gerak Cepat TNI Pasca-Gempa Sulut: Ratusan Prajurit Evakuasi Korban hingga Sisir Dampak Tsunami

News | Kamis, 02 April 2026 | 19:53 WIB