Pendiri Telegram Pavel Durov Ditangkap di Prancis, Rusia Tuduh AS jadi Dalangnya

Bella | Suara.com

Selasa, 27 Agustus 2024 | 15:28 WIB
Pendiri Telegram Pavel Durov Ditangkap di Prancis, Rusia Tuduh AS jadi Dalangnya
Pavel Durov, CEO Telegram. (Instagram/@durov)

Suara.com - Pavel Durov, pendiri dan CEO platform pesan Telegram, ditangkap di Prancis akhir pekan lalu. Penangkapan ini memicu tuduhan serius dari pihak Rusia yang menyebut Amerika Serikat sebagai dalang di balik tindakan tersebut. Tuduhan ini diungkapkan oleh Vyacheslav Volodin, Ketua Majeliis Parlemen Duma Negara Rusia, pada Selasa lalu.

Durov, pengusaha kelahiran Rusia yang kini berbasis di Dubai, ditahan atas dugaan keterlibatan dalam kejahatan serius, termasuk pornografi anak, perdagangan narkoba, dan transaksi penipuan yang dilakukan melalui platform Telegram.

Namun, Volodin menuduh bahwa penangkapan ini adalah bagian dari upaya Washington untuk mengendalikan Telegram, terutama menjelang pemilihan presiden AS.

"Telegram adalah salah satu dari sedikit, dan sekaligus platform internet terbesar yang tidak berada di bawah kendali Amerika Serikat," ujar Volodin dalam sebuah pernyataan.

"Menjelang pemilihan presiden AS, penting bagi Joe Biden untuk mengambil alih kendali atas Telegram," katanya pula.

Meskipun tuduhan tersebut belum didukung oleh bukti konkret, pernyataan Volodin menyoroti ketegangan yang semakin meningkat antara Rusia dan Amerika Serikat terkait pengaruh global di era digital.

Sementara itu, Gedung Putih belum memberikan komentar resmi mengenai penangkapan Durov, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa penangkapan tersebut "bukan keputusan politik."

Telegram, yang memiliki sekitar 1 miliar pengguna di seluruh dunia, telah menjadi platform utama bagi penyebaran informasi, termasuk konten yang tidak difilter dan sering kali kontroversial, terkait perang di Ukraina. P

latform ini telah digunakan oleh kedua belah pihak, baik pemerintah Ukraina maupun Rusia, sebagai alat untuk menyebarkan propaganda dan informasi terkait konflik yang berlangsung.

Kremlin pada hari Senin menyatakan bahwa pihaknya belum menerima tuduhan resmi dari Prancis terkait kasus Durov. Penangkapan ini pun masih menimbulkan berbagai spekulasi dan pertanyaan mengenai motivasi sebenarnya di balik tindakan tersebut, serta dampaknya terhadap kebebasan internet di tingkat global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Uni Emirat Arab Desak Prancis Berikan Layanan Konsuler Kepada Pendiri Telegram Pavel Durov

Uni Emirat Arab Desak Prancis Berikan Layanan Konsuler Kepada Pendiri Telegram Pavel Durov

News | Selasa, 27 Agustus 2024 | 14:16 WIB

Telegram Jadi Juara Baru di App Store Prancis dan AS, Ini Penyebabnya

Telegram Jadi Juara Baru di App Store Prancis dan AS, Ini Penyebabnya

News | Selasa, 27 Agustus 2024 | 13:48 WIB

Kenapa Pendiri dan CEO Telegram Pavel Durov Ditahan di Paris?

Kenapa Pendiri dan CEO Telegram Pavel Durov Ditahan di Paris?

Tekno | Selasa, 27 Agustus 2024 | 13:17 WIB

Profil Pavel Durov, CEO Telegram Diciduk Polisi di Prancis

Profil Pavel Durov, CEO Telegram Diciduk Polisi di Prancis

Tekno | Selasa, 27 Agustus 2024 | 12:38 WIB

Presiden Emmanuel Macron Buka Suara Alasan Prancis Tahan CEO Telegram

Presiden Emmanuel Macron Buka Suara Alasan Prancis Tahan CEO Telegram

News | Selasa, 27 Agustus 2024 | 09:01 WIB

Kelompok Hizbullah dan Israel Saling Serang, AS Beri Dukungan Penuh Hingga Siagakan Alat Ini

Kelompok Hizbullah dan Israel Saling Serang, AS Beri Dukungan Penuh Hingga Siagakan Alat Ini

News | Selasa, 27 Agustus 2024 | 03:00 WIB

CEO-nya Ditangkap di Prancis! Ketahui Cara Backup Data Telegram Sebelum Ditutup

CEO-nya Ditangkap di Prancis! Ketahui Cara Backup Data Telegram Sebelum Ditutup

Tekno | Senin, 26 Agustus 2024 | 20:52 WIB

Lebih dari 100 Rudal dan Drone Rusia Serang Ukraina, Zelenskyy Serukan Bantuan Eropa

Lebih dari 100 Rudal dan Drone Rusia Serang Ukraina, Zelenskyy Serukan Bantuan Eropa

News | Senin, 26 Agustus 2024 | 20:10 WIB

Terkini

Ahmad Bahar Minta Maaf ke Hercules, Klaim Video Viral Bukan Buatannya: HP Saya Dihack

Ahmad Bahar Minta Maaf ke Hercules, Klaim Video Viral Bukan Buatannya: HP Saya Dihack

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 08:36 WIB

Akhir Pelarian Jambret WNA di Bundaran HI: 120 Kali Beraksi, Keok Ditembus 'Timah Panas' Polisi

Akhir Pelarian Jambret WNA di Bundaran HI: 120 Kali Beraksi, Keok Ditembus 'Timah Panas' Polisi

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:59 WIB

Anwar Ibrahim Tuntut Pembebasan Aktivis GSF dan Jurnalis Indonesia yang Ditangkap Militer Israel

Anwar Ibrahim Tuntut Pembebasan Aktivis GSF dan Jurnalis Indonesia yang Ditangkap Militer Israel

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:35 WIB

Kapal Bantuan Gaza Dikepung Militer Israel di Mediterania: 9 WNI Terancam, 1 Terdeteksi Diintersep!

Kapal Bantuan Gaza Dikepung Militer Israel di Mediterania: 9 WNI Terancam, 1 Terdeteksi Diintersep!

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:31 WIB

Penyerangan Tentara Israel ke Global Flotilla dan Jurnalis Indonesia Dianggap Pelanggaran Hukum Laut

Penyerangan Tentara Israel ke Global Flotilla dan Jurnalis Indonesia Dianggap Pelanggaran Hukum Laut

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:07 WIB

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB