Kenapa Pendiri dan CEO Telegram Pavel Durov Ditahan di Paris?

Muhammad Yunus | Suara.com

Selasa, 27 Agustus 2024 | 13:17 WIB
Kenapa Pendiri dan CEO Telegram Pavel Durov Ditahan di Paris?
Founder dan CEO Telegram, Pavel Durov. [Twitter]

Suara.com - Pendiri dan CEO aplikasi perpesanan Telegram, Pavel Durov, ditangkap pada Sabtu (24/8) malam setelah tiba di Bandara Bourget Prancis dengan jet pribadi dari Azerbaijan.

Karir Durov, yang memiliki kewarganegaraan Prancis, Rusia, Uni Emirat Arab, dan St. Kitts and Nevis, ditandai dengan peningkatan cepat menuju ketenaran ketika Telegram semakin populer di seluruh dunia, dan menghasilkan kekayaan sebesar 15 miliar dolar AS (Rp170 triliun).

Durov lahir pada tahun 1984 di Leningrad, yang kini dikenal sebagai St. Petersburg. Setelah lulus dari Universitas Negeri Saint Petersburg pada 2006, Durov mulai terlibat dalam pemrograman dan proyek internet.

Setahun kemudian, Durov bersama saudaranya, Nikolay, mendirikan VKontakte, sebuah situs web yang dijuluki sebagai Facebook versi Rusia yang dengan cepat menarik basis pengguna yang membengkak hingga lebih dari 20 juta.

Sebagai manajer umum situs tersebut, Durov meningkatkan kekayaannya menjadi sekitar 8 miliar rubel (sekitar 275,9 juta dolar AS/Rp4,2 triliun saat itu) pada 2011.

Namun, dia menjual sahamnya di VKontakte dan meninggalkan perusahaan serta Rusia pada 2014.

Sebelum kepergiannya, Durov mengklaim bahwa pejabat Rusia telah meminta perusahaannya untuk mengungkapkan data pengguna, permintaan yang kemudian ditolak Durov.

Telegram

Pada tahun 2013, Durov meluncurkan proyek Telegram, yang dianggap sebagai alternatif WhatsApp, dengan basis pengguna mencapai 950 juta pada Juli 2024.

Aplikasi ini populer di berbagai negara di seluruh dunia, termasuk di Rusia dan Ukraina. Aplikasi pesan itu digunakan secara aktif oleh pejabat serta pakar militer dan politik dari kedua belah pihak dalam perang yang sedang berlangsung.

Setelah menghadapi masalah dengan pejabat Rusia terkait VKontakte, Durov juga menjadi sorotan Dinas Pengawasan Komunikasi, Teknologi Informasi, dan Media Massa Rusia (Roskomnadzor) menyoal Telegram.

Aplikasi ini diblokir di Rusia pada 2018-2020 akibat gugatan tidak membagikan kode enkripsi kepada Dinas Keamanan Federal (FSB) negara tersebut.

Selama periode tersebut, Durov berpendapat bahwa memberikan kode enkripsi kepada badan intelijen akan menjadi pelanggaran Konstitusi terkait perlindungan hukum atas privasi.

Meskipun menghadapi masalah itu dengan otoritas Rusia, kekayaan Durov terus bertambah dan dia masuk dalam Bloomberg Billionaires Index untuk pertama kalinya pada Agustus 2024, menempati posisi dalam 300 teratas.

"Saya lebih suka bebas daripada menerima perintah dari siapapun," kata Durov dalam sebuah wawancara pada bulan April dengan jurnalis Amerika, Tucker Carlson.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Pavel Durov, CEO Telegram Diciduk Polisi di Prancis

Profil Pavel Durov, CEO Telegram Diciduk Polisi di Prancis

Tekno | Selasa, 27 Agustus 2024 | 12:38 WIB

Presiden Emmanuel Macron Buka Suara Alasan Prancis Tahan CEO Telegram

Presiden Emmanuel Macron Buka Suara Alasan Prancis Tahan CEO Telegram

News | Selasa, 27 Agustus 2024 | 09:01 WIB

CEO-nya Ditangkap di Prancis! Ketahui Cara Backup Data Telegram Sebelum Ditutup

CEO-nya Ditangkap di Prancis! Ketahui Cara Backup Data Telegram Sebelum Ditutup

Tekno | Senin, 26 Agustus 2024 | 20:52 WIB

Terkini

Daftar Harga OPPO Find X9 Ultra dan Find X9s, HP Flagship Kamera Hasselblad Terbaru

Daftar Harga OPPO Find X9 Ultra dan Find X9s, HP Flagship Kamera Hasselblad Terbaru

Tekno | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:26 WIB

6 Tablet Terlaris dan Paling Dicari di Indonesia 2026: Harga Mulai 1 Jutaan, Performa Jempolan

6 Tablet Terlaris dan Paling Dicari di Indonesia 2026: Harga Mulai 1 Jutaan, Performa Jempolan

Tekno | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:35 WIB

Asus ROG Zephyrus G14 Resmi Masuk Indonesia, Laptop Gaming Tipis dengan RTX 5070 dan AI Canggih

Asus ROG Zephyrus G14 Resmi Masuk Indonesia, Laptop Gaming Tipis dengan RTX 5070 dan AI Canggih

Tekno | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:30 WIB

Smart Lock Ezviz Terbaru Resmi Meluncur, Bisa Buka Pintu Pakai Wajah dan Telapak Tangan

Smart Lock Ezviz Terbaru Resmi Meluncur, Bisa Buka Pintu Pakai Wajah dan Telapak Tangan

Tekno | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:43 WIB

Harga iPhone Terbaru Akhir Mei 2026 Naik: Seri Pro Makin Mahal, iPhone 16e Malah Turun

Harga iPhone Terbaru Akhir Mei 2026 Naik: Seri Pro Makin Mahal, iPhone 16e Malah Turun

Tekno | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:20 WIB

8 Rekomendasi HP 5G Murah Harga Rp3 Jutaan dengan Kamera Bagus, Lancar Main Game

8 Rekomendasi HP 5G Murah Harga Rp3 Jutaan dengan Kamera Bagus, Lancar Main Game

Tekno | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:14 WIB

Siapa Orang Indonesia yang Diduga Palsukan Riset di Denmark? Begini Klarifikasinya

Siapa Orang Indonesia yang Diduga Palsukan Riset di Denmark? Begini Klarifikasinya

Tekno | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:54 WIB

Rincian Fitur Oppo Enco Air 5s, TWS Ringan dengan ANC Tahan Lama

Rincian Fitur Oppo Enco Air 5s, TWS Ringan dengan ANC Tahan Lama

Tekno | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:23 WIB

Viral Orang Indonesia Diduga Palsukan Riset di Konferensi Internasional, Tuai Hujatan

Viral Orang Indonesia Diduga Palsukan Riset di Konferensi Internasional, Tuai Hujatan

Tekno | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:55 WIB

Usung Baterai Jumbo dan Layar 3.000 Nits, Honor Watch 6 Plus Tahan 35 Hari

Usung Baterai Jumbo dan Layar 3.000 Nits, Honor Watch 6 Plus Tahan 35 Hari

Tekno | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:48 WIB