Inggris Tangguhkan 30 Lisensi Ekspor Senjata ke Israel, Netanyahu Berang

Bella | Suara.com

Selasa, 03 September 2024 | 21:38 WIB
Inggris Tangguhkan 30 Lisensi Ekspor Senjata ke Israel, Netanyahu Berang
Benjamin Netanyahu. (Foto: AFP)

Suara.com - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada hari Selasa menyampaikan kritik tajam terhadap keputusan pemerintah Inggris yang dianggapnya 'memalukan' karena menangguhkan beberapa lisensi ekspor senjata ke Israel. Netanyahu menyebut langkah tersebut sebagai sebuah kesalahan yang justru memberi keuntungan bagi Hamas, sebuah organisasi yang ia sebut sebagai "teroris genocidal" yang bertanggung jawab atas pembantaian 1.200 orang pada serangan 7 Oktober, termasuk 14 warga negara Inggris.

Keputusan Inggris untuk menangguhkan 30 dari 350 lisensi ekspor senjata ke Israel diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy, sehari setelah pasukan Israel menemukan enam jenazah sandera dari sebuah terowongan di Gaza. Lammy menjelaskan bahwa langkah ini diambil karena adanya risiko peralatan tersebut bisa digunakan untuk melakukan pelanggaran serius terhadap hukum kemanusiaan internasional.

Namun, Netanyahu dengan tegas menyatakan bahwa keputusan ini tidak akan mempengaruhi tekad Israel untuk mengalahkan Hamas dan menjamin masa depan bersama. "Dengan atau tanpa senjata Inggris, Israel akan memenangkan perang ini dan mengamankan masa depan kita bersama," kata Netanyahu dalam sebuah unggahan di media sosial.

Pemerintah Inggris, yang kini dipimpin oleh Partai Buruh setelah memenangkan pemilu pada bulan Juli, telah meninjau kembali kebijakan penjualan senjata ke sekutu seperti Israel untuk memastikan kepatuhannya terhadap hukum internasional. Meskipun demikian, Lammy menegaskan bahwa penangguhan ini tidak dimaksudkan sebagai penilaian apakah Israel telah melanggar hukum internasional atau tidak.

Sementara itu, baik pemimpin Israel maupun Palestina tengah diselidiki atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan pasca serangan Hamas pada 7 Oktober yang menewaskan 1.200 orang di Israel. Serangan balasan Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 40.700 orang, menurut otoritas kesehatan Palestina.

Meskipun ekspor Inggris hanya mencakup kurang dari 1 persen dari total senjata yang diterima Israel, penangguhan ini tetap menjadi isu kontroversial. Netanyahu dan beberapa menteri Israel lainnya menganggap langkah Inggris tersebut sebagai sebuah kesalahan besar, yang tidak hanya melemahkan dukungan internasional untuk Israel tetapi juga menguatkan posisi Hamas dalam konflik yang sedang berlangsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hubungan Amerika Serikat dan Israel Retak? Joe Biden Tak Percaya Netanyahu Lakukan Ini

Hubungan Amerika Serikat dan Israel Retak? Joe Biden Tak Percaya Netanyahu Lakukan Ini

News | Selasa, 03 September 2024 | 19:34 WIB

Inggris Tangguhkan 30 Lisensi Ekspor Senjata ke Israel, Tel Aviv Ketar-Ketir

Inggris Tangguhkan 30 Lisensi Ekspor Senjata ke Israel, Tel Aviv Ketar-Ketir

News | Selasa, 03 September 2024 | 16:38 WIB

Marselino Dituding Pakai Jalur Ordal Masuk Oxford United, Padahal Pemain Thailand Lebih Dulu Melakukannya

Marselino Dituding Pakai Jalur Ordal Masuk Oxford United, Padahal Pemain Thailand Lebih Dulu Melakukannya

Bola | Selasa, 03 September 2024 | 11:22 WIB

Erling Haaland Cetak Hattrick Beruntun, Pep Guardiola: Dia Tak Terhentikan!

Erling Haaland Cetak Hattrick Beruntun, Pep Guardiola: Dia Tak Terhentikan!

Your Say | Selasa, 03 September 2024 | 08:41 WIB

CEK FAKTA: Indonesia Impor Kurma Israel

CEK FAKTA: Indonesia Impor Kurma Israel

News | Selasa, 03 September 2024 | 08:34 WIB

Cek Fakta: Karena Allah, Putra Mahkota Kerajaan Inggris Pangeran William Masuk Islam

Cek Fakta: Karena Allah, Putra Mahkota Kerajaan Inggris Pangeran William Masuk Islam

News | Selasa, 03 September 2024 | 06:00 WIB

MU Dipermak Liverpool Tiga Gol, Bruno Fernandes: Tak Perlu Menunjuk Hidung Orang!

MU Dipermak Liverpool Tiga Gol, Bruno Fernandes: Tak Perlu Menunjuk Hidung Orang!

Bola | Senin, 02 September 2024 | 20:58 WIB

Terkini

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:45 WIB

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:26 WIB

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:56 WIB

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:55 WIB

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:52 WIB

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:31 WIB

Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani

Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:12 WIB

Aturan Baru! Polisi Bisa Paksa Warga Serahkan Password HP, Menolak Siap-siap Masuk Bui

Aturan Baru! Polisi Bisa Paksa Warga Serahkan Password HP, Menolak Siap-siap Masuk Bui

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:46 WIB