Aksi Ayah Durhaka di Austria: Hasut Anak Merampok, Lalu Menyalahkannya di Pengadilan

Aprilo Ade Wismoyo

Senin, 23 September 2024 | 15:16 WIB
Aksi Ayah Durhaka di Austria: Hasut Anak Merampok, Lalu Menyalahkannya di Pengadilan
Ilustrasi perampok bersenjata api. [shutterstock]

Suara.com - Seorang pria Austria yang menghasut putranya yang berusia 14 tahun dan sahabatnya untuk melakukan serangkaian perampokan bersenjata mencoba menyalahkan kedua remaja tersebut di pengadilan setelah mereka tertangkap.

Seorang pria berusia 34 tahun baru-baru ini mengejutkan Hakim dan Juri di Ruang Sidang 1 Pengadilan Daerah Wina setelah menyalahkan putranya yang berusia 14 tahun dan sahabatnya yang berusia 17 tahun atas serangkaian perampokan, dengan mengklaim bahwa mereka telah mendalangi kejahatan tersebut dan ia hanyalah pengemudi yang melarikan diri. Modus operandi ketiganya hampir sama setiap saat.

Kedua anak di bawah umur tersebut dikirim ke toko tembakau dan pompa bensin dengan mengenakan balaclava dan membawa pisau atau pistol berisi peluru hampa, sementara pria berusia 34 tahun tersebut menunggu di luar di belakang kemudi mobil pelarian.

Mereka melakukan tujuh perampokan sebelum akhirnya tertangkap, tetapi alih-alih bertanggung jawab atas hasutan kedua anak laki-laki tersebut, ia mengklaim bahwa mereka telah meyakinkannya untuk menjadi kaki tangan mereka.

Ilustrasi perampokan.(Shutterstock)
Ilustrasi perampokan.(Shutterstock)

"Terdakwa pertama tidak membutuhkan kedua anak itu untuk perampokan. Justru sebaliknya. Keduanya membujuknya," kata pengacara pria berusia 34 tahun itu kepada Pengadilan, yang mengundang tatapan tidak percaya dari para petugas dan anggota Juri.

Meskipun dihadapkan dengan rekaman ponsel dan bukti bahwa ia memiliki senjata yang digunakan dalam perampokan, pria itu bersikeras bahwa semua itu adalah perbuatan anak laki-laki itu dan ia hanya diyakinkan untuk menjadi pengemudi pelarian mereka.

Jaksa dan terdakwa anak laki-laki itu sama-sama mengklaim bahwa ia telah mendalangi aksi kejahatan itu dan menghasut para remaja untuk melakukannya, tetapi ia bersikeras bahwa yang terjadi adalah sebaliknya.

"Mengapa Anda menyeret anak Anda ke dalam situasi seperti ini? Saya akan melakukan apa saja untuk menjauhkan anak-anak saya dari situasi itu sebisa mungkin. Itu menghancurkan hidupnya. Saya merasa itu tidak dapat dipahami," kata Hakim kepada pria berusia 34 tahun itu.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi Perampokan Satu Keluarga di Bogor, Hendak Buang Jasad Korban ke Sukabumi

Kronologi Perampokan Satu Keluarga di Bogor, Hendak Buang Jasad Korban ke Sukabumi

News | Senin, 23 September 2024 | 14:29 WIB

Pelototi Polisi Usut Kasus 7 ABG Tewas di Kali Bekasi, Kompolnas: Jangan Buru-buru

Pelototi Polisi Usut Kasus 7 ABG Tewas di Kali Bekasi, Kompolnas: Jangan Buru-buru

News | Senin, 23 September 2024 | 13:37 WIB

Sisi Psikologis di Balik Prioritas Materi dalam Hubungan Asmara Remaja

Sisi Psikologis di Balik Prioritas Materi dalam Hubungan Asmara Remaja

Your Say | Senin, 23 September 2024 | 13:10 WIB

Diduga Tawuran hingga Ketakutan Dikejar Polisi, Titik Pertama 7 ABG Loncat ke Kali Bekasi Masih Misterius

Diduga Tawuran hingga Ketakutan Dikejar Polisi, Titik Pertama 7 ABG Loncat ke Kali Bekasi Masih Misterius

News | Senin, 23 September 2024 | 10:14 WIB

Nyebur ke Kali Bekasi saat Dikejar Polisi, Kondisi 7 ABG Tewas Tak Ada Patah Tulang dan Luka Terbuka

Nyebur ke Kali Bekasi saat Dikejar Polisi, Kondisi 7 ABG Tewas Tak Ada Patah Tulang dan Luka Terbuka

News | Minggu, 22 September 2024 | 21:40 WIB

Ulasan Dark Figure of Crime, Pengusutan Kasus Kriminal yang Menguji Mental

Ulasan Dark Figure of Crime, Pengusutan Kasus Kriminal yang Menguji Mental

Your Say | Minggu, 22 September 2024 | 20:50 WIB

Terkini

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:05 WIB

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:54 WIB

PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut

PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:42 WIB

'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup

'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:35 WIB

Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli

Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:11 WIB

PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya

PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:59 WIB

Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print

Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:54 WIB

Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka

Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:52 WIB

PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik

PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:48 WIB

PAN Tegaskan Kasus Syah Afandin Bukan 'Dosa' Partai: Itu Tanggung Jawab Pribadi!

PAN Tegaskan Kasus Syah Afandin Bukan 'Dosa' Partai: Itu Tanggung Jawab Pribadi!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:39 WIB

×