Serangan Israel Terhadap Anak-anak Palestina Saingi Kekejaman Nazi

M Nurhadi

Selasa, 15 Oktober 2024 | 06:30 WIB
Serangan Israel Terhadap Anak-anak Palestina Saingi Kekejaman Nazi
Kepala badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, pada Senin (7/10/2024) menggambarkan situasi di Gaza sebagai "terjun bebas ke dalam barbarisme," menyoroti kebutuhan mendesak akan diplomasi dan penghentian kekerasan. /ANTARA/Anadolu/py

Suara.com - Serangan Israel terhadap tenda-tenda pengungsi Palestina yang berada di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa, Gaza tengah, pada Minggu malam mendambah daftar panjang pelanggaran perang atau war crime yang dilakukan negara zionis tersebut.

Menurut sumber medis yang dilansir oleh kantor berita Palestina, Wafa, kebakaran tersebut terjadi usai pengeboman oleh Israel dan menyebabkan sekitar 70 orang terluka di wilayah Deir al-Balah, Gaza tengah.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan tenda-tenda yang terbakar, dengan orang-orang berusaha keras memadamkan api dan menyelamatkan para korban yang terjebak di dalamnya.

Bilal Ezzat Khudari, seorang warga Gaza, seperti yang dikutip dari Middle East Eye pada Senin, 14 Oktober 2024.hari ini mengaku melihat secara langsung bagaimana pengungsi terbakar hidup-hidup dalam kobaran api yang mencapai setinggi 15 meter.

Genosida yang dilakukan Israel belum juga usai. Bahkan, berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, kekejaman Israel terhadap Palestina, Lebanon dan negara lain, melebihi kekejaman Nazi di masa lampau.

Perbandingan Jumlah Korban Anak dalam Serangan Nazi dan Gaza, Israel Lebih Kejam

Kekejaman Israel menjadi biang terjadinya perang di Palestina terbukti dari jumlah korban, terutama anak – anak. Bukan hanya ketika menyerang Jalur Gaza, Israel juga terlibat dalam perang di Lebanon dan Yaman. Dalam serangan di Palestina setahun terakhir, PBB mencatat sedikitnya 15.000 anak tewas, 12.000 luka – luka, dan 19.000 menjadi yatim piatu.

Laporan Palestinian Central Bureau of Statistics (PCBS), sejak pecah konflik bersenjata pada 7 Oktober 2023, jumlah korban tewas warga Palestina mencapai lebih dari 36.000 jiwa dan 86.000 lainnya luka-luka. Sebanyak 36.171 korban jiwa berada di Jalur Gaza dan 519 korban jiwa di Tepi Barat.

Jumlah anak yang menjadi korban mencapai 15.162 dan puluhan ribu lainnya terpisah-pisah dari keluarga mereka. Jumlah perempuan tewas dalam serangan Israel mencapai 10.018 sementara 7.000 lainnya hilang. Pemberitaan media massa mencatat, dalam 100 hari pertama konflik, lebih dari 1.000 anak Palestina di Gaza terbunuh. Jumlah pengungsi warga Palestina 1,2 juta dan sebagian dari mereka telah mengungsi beberapa kali untuk mencari ruang aman.

baca juga

Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan Resolusi No. 2728 Tahun 2024 tentang Gencatan Senjata di Gaza dan menjamin akses kemanusiaan ke Gaza. Namun hingga kini para pihak terkait tidak menjalankannya dan Israel terus melancarkan operasi militer dan mengancam keselamatan warga sipil. Mahkamah Pidana Internasional (ICC) juga telah mengeluarkan tuduhan kejahatan perang dan surat perintah penangkapan terhadap para pemimpin Israel dan Hamas pada 20 Mei lalu, namun peringatan tersebut tidak mendapat perhatian khususnya oleh Israel selaku penyerang.

Sementara itu, jika ditambah dengan perang di Yaman yang telah terjadi selama bertahun – tahun, ada sedikitnya 11.000 anak – anak tewas. Kemudian, 500.000 lainnya yang masih hidup menderita kekurangan gizi. Pembantaian yang terjadi di Lebanon juga menyebabkan korban jiwa yang sebagian besar adalah anak – anak. Israel yang melancarkan serangan besar – besaran di negara tersebut membuat persentase kematian anak menjadi 50 hanya dalam dua hari, menurut Unicef.

Padahal, serangan sebelumnya yang dilakukan Israel pada 2006 menyebabkan 12 anak tewas dalam satu hari. Kekejaman Israel di negara tersebut meningkat tajam.

Perilaku Israel sama biadabnya dengan kekejaman Nazi di era Perang Dunia II. Dalam tragedi Holocaust yang merenggut banyak nyawa anak – anak Yahudi pada masa Perang Dunia II.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tolak Gencatan Senjata? AS Kirim Pasukan Militer ke Israel Untuk Lawan Iran

Tolak Gencatan Senjata? AS Kirim Pasukan Militer ke Israel Untuk Lawan Iran

News | Senin, 14 Oktober 2024 | 19:16 WIB

Dilarang Hukum Internasional, Israel Tetap Gunakan Drone Berisi Bahan Peledak

Dilarang Hukum Internasional, Israel Tetap Gunakan Drone Berisi Bahan Peledak

News | Senin, 14 Oktober 2024 | 18:32 WIB

Tenda Penampungan Warga Dibom Israel, 4 Pengungsi Palestina Tewas

Tenda Penampungan Warga Dibom Israel, 4 Pengungsi Palestina Tewas

News | Senin, 14 Oktober 2024 | 14:53 WIB

Terkini

Penolakan JC Sony Sonjaya Dinilai Hambat Pengungkapan Nama-Nama Penting di Kasus MBG

Penolakan JC Sony Sonjaya Dinilai Hambat Pengungkapan Nama-Nama Penting di Kasus MBG

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:34 WIB

Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4

Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:30 WIB

Dishub DKI Siapkan Shelter hingga Relaksasi Parkir bagi Ojek Online

Dishub DKI Siapkan Shelter hingga Relaksasi Parkir bagi Ojek Online

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:28 WIB

Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh

Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:46 WIB

Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi

Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:35 WIB

Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!

Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:26 WIB

Jokowi Safari Pakai Kemeja PSI, Golkar Santai Tak Khawatir Pemilih Migrasi

Jokowi Safari Pakai Kemeja PSI, Golkar Santai Tak Khawatir Pemilih Migrasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:18 WIB

Jakarta Rangkul Konten Kreator untuk Jembatani Informasi Ibu Kota ke Warga

Jakarta Rangkul Konten Kreator untuk Jembatani Informasi Ibu Kota ke Warga

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:12 WIB

Empat Karyawan di Jaksel Sekap Teman Wanita Gara-gara Urusan Kantor, Begini Kronologinya

Empat Karyawan di Jaksel Sekap Teman Wanita Gara-gara Urusan Kantor, Begini Kronologinya

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:10 WIB

KPK Endus Aliran Duit Haram di Loket Imigrasi Bali, Biro Jasa Mulai 'Bernyanyi'

KPK Endus Aliran Duit Haram di Loket Imigrasi Bali, Biro Jasa Mulai 'Bernyanyi'

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:05 WIB

×