Menjadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan dalam Transisi Energi, PLN Sabet Penghargaan di Detikcom Awards 2024

Fabiola Febrinastri, Iman Firmansyah

Sabtu, 19 Oktober 2024 | 17:46 WIB
Menjadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan dalam Transisi Energi, PLN Sabet Penghargaan di Detikcom Awards 2024
Tampilan piala penghargaan Detikcom Awards 2024 predikat 'Terdepan sebagai Penggerak Ekonomi Kerakyatan dalam Transisi Energi' pada Kategori Inovasi Tata Kelola (Good Governance) yang diraih PT PLN (Persero) di Jakarta (17/10). Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan PLN dalam Program Pengembangan Ekosistem Biomassa Berbasis Ekonomi Kerakyatan dan Pertanian Terpadu yang telah melibatkan ratusan ribu petani dan memberikan nilai ekonomi hingga lebih dari 2 triliun rupiah. (Dok: PLN)

Suara.com - PT PLN (Persero) meraih penghargaan kategori Inovasi Tata Kelola (Good Governance) dengan predikat 'Terdepan sebagai Penggerak Ekonomi Kerakyatan dalam Transisi Energi' pada ajang Detikcom Awards 2024, Kamis (17/10/2024).

Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan PLN dalam Program Pengembangan Ekosistem Biomassa Berbasis Ekonomi Kerakyatan dan Pertanian Terpadu yang telah melibatkan tak kurang dari 250 ribu petani dan memberikan nilai ekonomi hingga lebih dari 2 triliun rupiah.

Program tersebut merupakan salah satu upaya PLN dalam mendorong pemberdayaan masyarakat lokal melalui pengelolaan lahan kritis untuk penanaman tanaman energi multifungsi melalui sistem tumpang sari. Hasilnya, selain dapat digunakan sebagai bahan baku biomassa, juga dapat dimanfaatkan untuk sumber pakan ternak dan penghasilan tambahan masyarakat.

Pemimpin Redaksi Detikcom, Alfito Deannova mengatakan bahwa ajang ini merupakan bentuk penghargaan atas berbagai inovasi dan capaian anak bangsa yang menorehkan prestasi, memberikan dampak bagi keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat.

"Bagi kami sebagai media publik, acara ini tidak semata sebagai malam perayaan, namun juga bagian dari usaha menghidupkan optimisme dan menebar inspirasi agar segala capaian yang diraih terus lahir di masa yang akan datang," ujar Alfito.

Pada kesempatan berbeda, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan, sebagai lokomotif transisi energi di Indonesia, PLN berkomitmen untuk terus berinovasi dan membangun ekosistem kelistrikan berkelanjutan dengan berbasis pada energi baru terbarukan (EBT). Hal ini searah dengan target pemerintah untuk mereduksi emisi di sektor kelistrikan dan mencapai Net Zero Emissions (NZE) di tahun 2060.

“Kita melakukan transisi energi karena kita benar-benar peduli akan masa depan yang lebih baik untuk anak cucu kita. Maka, jika dulu tugas PLN adalah menyediakan listrik, sekarang tugas PLN adalah untuk menjaga kelestarian lingkungan,” imbuh Darmawan.

Darmawan mengatakan bahwa agenda besar transisi energi telah membuka banyak peluang ekonomi baru. Termasuk Program Pengembangan Ekosistem Biomassa Berbasis Ekonomi Kerakyatan dan Pertanian Terpadu yang telah terbukti mampu mendorong perekonomian masyarakat dengan memaksimalkan potensi lahan-lahan kritis di berbagai daerah.

"Program co-firing tidak hanya menjadi program transisi energi, tetapi sekaligus menjadi roda penggerak ekonomi kerakyatan. Tak hanya menghasilkan energi bersih, tetapi juga membangun ekosistem rantai pasok biomassa berbasis pemberdayaan masyarakat di lahan kritis," jelasnya.

baca juga

Direktur Utama PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), Iwan Agung Firstantara menjelaskan bahwa saat ini PLN telah berhasil melakukan co-firing biomassa untuk 46 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Total biomassa yang digunakan untuk bahan baku co-firing mencapai 3 juta ton dan berhasil memproduksi energi hijau sebesar 3,1 terawatt hour (TWh).

“Penghargaan ini kami dedikasikan kepada 250 ribu petani dan juga masyarakat pendukung yang telah memasok 3 juta ton biomassa sebagai bagian dari substitusi batubara. Upaya ini telah berhasil menurunkan emisi sebesar 3,2 juta ton CO2e dengan skala bisnis lebih dari Rp2 triliun,” kata Iwan.

Selain memanfaatkan lahan kritis yang tersebar di berbagai daerah, Program Pengembangan Ekosistem Biomassa Berbasis Pertanian Terpadu ini juga turut berkontribusi menggerakkan ekonomi kerakyatan sirkular, menghadirkan lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan pendapatan daerah. Hingga saat ini, PLN telah meluncurkan program tersebut di beberapa wilayah seperti Tasikmalaya, Cilacap, dan Gunungkidul dengan total luas lahan yang dimanfaatkan mencapai lebih dari 200 hektare.  

"Kita akan terus bekerja sama dengan para petani dan masyarakat untuk menyuplai biomassa sebagai bahan bakar substitusi dari batu bara untuk co-firing. Program ini telah menggerakkan perekonomian masyarakat dan di saat yang bersamaan berkontribusi dalam mencapai target NZE," pungkas Iwan.

Untuk tahun 2025, PLN menargetkan Program Pengembangan Ekosistem Biomassa Berbasis Ekonomi Terpadu bisa diimplementasikan pada 52 PLTU dengan pemakaian biomassa mencapai 10 juta ton dan mampu menurunkan emisi sebesar 11 juta ton CO2e per tahun. Bukan hanya itu, program ini diharapkan dapat memanfaatkan 1,7 juta hektare lahan kritis yang tersebar di wilayah Indonesia dan melibatkan tak kurang 1,25 juta masyarakat dengan nilai ekonomi hingga Rp9,43 triliun per tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengusaha Industri Penerbangan Curhat Bisnis Tak Baik-baik Saja

Pengusaha Industri Penerbangan Curhat Bisnis Tak Baik-baik Saja

Bisnis | Jum'at, 18 Oktober 2024 | 15:46 WIB

Diduga Diserang Han So Hee Pakai Second Account, Hyeri Malah Makin Bersinar Mendapat Penghargaan Ikon Gaya Terbaik

Diduga Diserang Han So Hee Pakai Second Account, Hyeri Malah Makin Bersinar Mendapat Penghargaan Ikon Gaya Terbaik

Lifestyle | Jum'at, 18 Oktober 2024 | 14:38 WIB

Lebih Mudah Murah dan Aman, PLN Jamin Kepuasan Pelanggan yang Bertransaksi di PLN Mobile

Lebih Mudah Murah dan Aman, PLN Jamin Kepuasan Pelanggan yang Bertransaksi di PLN Mobile

News | Jum'at, 18 Oktober 2024 | 11:03 WIB

Bisnis Raffi Ahmad Lagi Dikuliti, Nagita Slavina Tenteng Tas Rp800 Juta

Bisnis Raffi Ahmad Lagi Dikuliti, Nagita Slavina Tenteng Tas Rp800 Juta

Lifestyle | Jum'at, 18 Oktober 2024 | 11:11 WIB

Gurita Bisnis Bahlil Lahadalia, Sat Set Cumlaude S3 dalam 20 Bulan

Gurita Bisnis Bahlil Lahadalia, Sat Set Cumlaude S3 dalam 20 Bulan

Lifestyle | Kamis, 17 Oktober 2024 | 16:32 WIB

Connext Powered by PLN: Wadah Inovasi dan Kolaborasi Startup Energi di Tahun 2024

Connext Powered by PLN: Wadah Inovasi dan Kolaborasi Startup Energi di Tahun 2024

Bisnis | Kamis, 17 Oktober 2024 | 15:42 WIB

Terkini

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:35 WIB

×