Korea Utara Sebut Selatan Musuh, Menteri Unifikasi Korea Selatan Serukan "Kewajiban Moral" untuk Bersatu

Aprilo Ade Wismoyo

Sabtu, 19 Oktober 2024 | 18:47 WIB
Korea Utara Sebut Selatan Musuh, Menteri Unifikasi Korea Selatan Serukan "Kewajiban Moral" untuk Bersatu
Ilustrasi bendera Korea Selatan.[Unsplash/Stephanie Nakagawa]

Suara.com - Tokoh kunci Korea Selatan dalam urusan antar-Korea, Menteri Unifikasi Kim Yung-ho, menggambarkan penyatuan Semenanjung Korea sebagai tanggung jawab "moral" pada Kamis lalu. Ini disampaikan setelah Korea Utara menolak ide penyatuan dan menggambarkan Korea Selatan sebagai "musuh" dalam konstitusi negara mereka.

Kim menyampaikan pernyataan ini dalam sebuah kuliah di Washington, setelah media pemerintah Pyongyang mengonfirmasi bahwa konstitusi mereka secara "tegas" menyebut Korea Selatan sebagai negara yang bermusuhan, bukan sebagai mitra yang dapat diajak bekerja sama.

Dia juga menekankan bahwa penghapusan referensi terhadap penyatuan oleh Korea Utara menunjukkan pengakuan mereka terhadap kemajuan yang dicapai Korea Selatan, serta menandakan rasa "kekalahan" dalam kompetisi dengan negara tetangganya.

"Memang ada perdebatan seputar isu penyatuan, tetapi yang ingin saya sampaikan adalah bahwa bagi rakyat Korea, penyatuan adalah sebuah kewajiban moral," ungkapnya saat memberikan kuliah di Institut Studi Korea di Universitas George Washington.

Kim menambahkan, "Saya percaya kita harus memandang isu penyatuan dari sudut pandang kewajiban moral dan nilai, dan bukan hanya dari segi kalkulasi biaya dan manfaat ekonomi."

Menanggapi pertanyaan mengenai survei yang menunjukkan bahwa banyak warga Korea berusia 20-an tidak merasa perlu untuk bersatu, dia menegaskan bahwa meskipun kebijakan Korea Utara bisa dikategorikan sebagai "anti-penyatuan", Korea Selatan tetap akan mengupayakan penyatuan yang "bebas dan damai" sesuai doktrin yang diumumkan oleh Presiden Yoon Suk Yeol pada bulan Agustus, yang mengedepankan prinsip kebebasan, perdamaian, dan kesejahteraan.

"Di antara rencana aksi berdasarkan doktrin tersebut, terdapat inisiatif yang dapat diteruskan melalui dialog dan diskusi dengan otoritas Korea Utara, tetapi juga ada langkah-langkah yang bisa diambil oleh kementerian unifikasi dan pemerintah kami, bahkan jika Korea Utara tidak setuju," kata Kim.

Dia menambahkan bahwa sambil terus mengupayakan dialog dengan Korea Utara, pemerintah Seoul akan melakukan segala langkah yang mungkin untuk membangun dasar bagi penyatuan.

Menteri ini menegaskan bahwa Seoul tidak berupaya untuk menyatukan dengan cara "menyerap" Korea Utara, menegaskan "tetapi Korea Selatan yang bebas dan makmur dapat dianggap sebagai ancaman bagi rezim Korea Utara."

baca juga

Kim juga menonjolkan upaya Seoul untuk meningkatkan hak asasi manusia di Korea Utara, dengan menolak pandangan bahwa tindakan tersebut akan menghambat upaya dialog antar-Korea.

"Tujuan utama dari penyatuan adalah untuk memastikan bahwa semua orang di Semenanjung Korea menikmati kebebasan, hak asasi manusia, dan kesejahteraan," katanya. "Peningkatan hak asasi manusia harus menjadi salah satu agenda terpenting dalam hubungan lintas batas."

Kim berada di Washington untuk melakukan pembicaraan trilateral dengan pejabat dari Amerika Serikat dan Jepang, serta menghadiri beberapa acara lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aksi Rahasia Pyongyang: Ribuan Tentara Korea Utara Dikirim ke Ukraina, Berkedok Relawan Rusia?

Aksi Rahasia Pyongyang: Ribuan Tentara Korea Utara Dikirim ke Ukraina, Berkedok Relawan Rusia?

News | Sabtu, 19 Oktober 2024 | 18:38 WIB

Kim Jong Un Kirim Pasukan ke Ukraina, Perkuat Aliansi Militer Kontroversial dengan Putin

Kim Jong Un Kirim Pasukan ke Ukraina, Perkuat Aliansi Militer Kontroversial dengan Putin

News | Sabtu, 19 Oktober 2024 | 17:00 WIB

Zelenskyy Klaim Korea Utara Siapkan 10 Ribu Tentara untuk Bantu Rusia

Zelenskyy Klaim Korea Utara Siapkan 10 Ribu Tentara untuk Bantu Rusia

News | Jum'at, 18 Oktober 2024 | 16:28 WIB

Zelensky Bongkar Rencana Rusia Kerahkan 10.000 Pasukan Korea Utara, Perang Dunia Makin Nyata?

Zelensky Bongkar Rencana Rusia Kerahkan 10.000 Pasukan Korea Utara, Perang Dunia Makin Nyata?

News | Jum'at, 18 Oktober 2024 | 06:24 WIB

Provokasi Baru Kim Jong Un: Konstitusi Korea Utara Perbarui Status Korea Selatan Jadi "Musuh"

Provokasi Baru Kim Jong Un: Konstitusi Korea Utara Perbarui Status Korea Selatan Jadi "Musuh"

News | Kamis, 17 Oktober 2024 | 14:12 WIB

Hacker Korea Utara Curi Kripto Senilai Rp46,5 Triliun untuk Biayai Nuklir!

Hacker Korea Utara Curi Kripto Senilai Rp46,5 Triliun untuk Biayai Nuklir!

News | Jum'at, 18 Oktober 2024 | 04:45 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×