Survei Pilpres AS Terbaru, Kamala Harris Unggul Tipis dari Donald Trump

Andi Ahmad S

Selasa, 22 Oktober 2024 | 13:37 WIB
Survei Pilpres AS Terbaru, Kamala Harris Unggul Tipis dari Donald Trump
Kamala Harris dan Donald Trump [Instagram]

Suara.com - Wakil Presiden Kamala Harris unggul tipis atas mantan Presiden Donald Trump di Pilpres AS berdasarkan data pada jajak pendapat nasional.

Harris tercatat memperoleh dukungan sebesar 48,2 persen, sementara Trump mengikuti di angka 46,4 persen, berdasarkan data terbaru dari ABC News dan 538.

Perlu diketahui, Pemilu Amerika Serikat sendiri akan berlangsung pada 5 November 2024 mendatang.

Persaingan tetap ketat di negara bagian medan pertempuran (negara bagian kunci/swing states) yang kemungkinan besar akan menjadi penentu hasil pemilu.

Kedua kandidat berada dalam posisi hampir seimbang di Pennsylvania, Michigan, dan Wisconsin.

Trump, yang memenangi negara bagian tersebut pada 2016 tetapi kehilangan mereka pada 2020, berusaha untuk merebut kembali dukungannya, sementara Harris berupaya mempertahankan keunggulannya yang tipis.

Pennsylvania, yang memiliki jumlah suara elektoral tertinggi di antara negara bagian kunci, menjadi sangat penting bagi kedua tim kampanye. Dengan 19 suara elektoral, Harris dan Trump berada dalam kondisi seri secara statistik di Pennsylvania, dan Trump sedikit unggul di angka 47,9 persen dibanding Harris yang meraih 47,5 persen.

Kemenangan di negara bagian ini dapat memberikan pengaruh besar bagi kedua kandidat.

Michigan, yang kembali ke tangan Demokrat pada 2020 setelah kemenangan Trump pada 2016, juga merupakan negara bagian penting yang perlu dipertahankan oleh Harris. Dengan 15 suara elektoral, Harris unggul tipis, memperoleh 47,4 persen dibandingkan 47,2 persen untuk Trump.

baca juga

Wisconsin telah menjadi medan pertempuran sejak 2016, dan kedua kandidat berjuang untuk memenangi negara bagian kunci di wilayah Midwest ini. Dengan 10 suara elektoral, Harris memimpin di Wisconsin dengan 47,8 persen, sementara Trump memperoleh 47,6 persen.

Arizona menjadi salah satu kontestasi paling ketat, dengan 11 suara elektoral. Negara bagian ini memilih Biden pada 2020, dan akan menjadi indikator penting bagi kedua partai, di mana Trump unggul dengan 48,6 persen sementara Harris di angka 46,7 persen.

Setelah berubah menjadi biru pada 2020, Georgia kini menjadi negara bagian yang harus dipertahankan oleh Demokrat pada 2024. Dengan 16 suara elektoral, Trump memiliki sedikit keunggulan di Georgia, memimpin dengan 48,7 persen dibandingkan 46,9 persen untuk Harris.

North Carolina tetap menjadi medan pertempuran, yang dalam beberapa pemilu terakhir cenderung berpihak pada Partai Republik, tetapi Demokrat berharap dapat meraih keuntungan tahun ini. Dengan 16 suara elektoral, Trump memimpin tipis di North Carolina dengan 48 persen, sementara Harris memperoleh 47,5 persen.

Dengan 6 suara elektoral, Harris unggul tipis di Nevada, dengan 47,6 persen dibandingkan 47,1 persen untuk Trump. Negara bagian kecil namun penting ini tetap menjadi target utama bagi kedua kampanye dalam memperebutkan suara elektoral.

Margin yang ketat ini menunjukkan ketidakpastian dalam pemilu, dengan kedua kandidat berusaha keras untuk meraih 270 suara elektoral yang diperlukan untuk memenangkan kursi kepresidenan.

Meskipun Harris telah mempertahankan keunggulan stabil sejak pengunduran diri Joe Biden dari pencalonan pada bulan Juli, persaingan tetap ketat untuk diprediksi di negara-negara bagian medan pertempuran yang krusial.

Jika Trump berhasil mempertahankan keunggulannya di Georgia, Arizona, dan North Carolina, serta membalikkan keadaan di Pennsylvania, ia bisa memperoleh 270 suara elektoral yang dibutuhkan untuk menang.

Sebaliknya, jika Harris mampu mempertahankan keunggulannya di Michigan, Wisconsin, dan Nevada, serta merebut kembali Pennsylvania, ia akan berada di jalur untuk menjadi presiden wanita pertama di AS.

Dengan negara-negara bagian medan pertempuran sebagai penentu, pemilu 2024 tampaknya akan menjadi persaingan yang sangat ketat, dengan kedua kandidat berjuang untuk setiap suara di hari-hari terakhir menjelang 5 November. [Antara].

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usulkan Gencatan Senjata Terbatas di Gaza, Israel Minta Syarat Ini

Usulkan Gencatan Senjata Terbatas di Gaza, Israel Minta Syarat Ini

News | Selasa, 22 Oktober 2024 | 13:22 WIB

Joe Biden Ucapkan Selamat atas Pelantikan Prabowo Sebagai Presiden ke-8 RI, Berharap Kemitraan Semakin Kuat

Joe Biden Ucapkan Selamat atas Pelantikan Prabowo Sebagai Presiden ke-8 RI, Berharap Kemitraan Semakin Kuat

News | Senin, 21 Oktober 2024 | 15:19 WIB

Video Donald Trump Jadi Pegawai McDonald's Viral, Bangga Jam Kerjanya Lebih Banyak 15 Menit dari Kamala Harris

Video Donald Trump Jadi Pegawai McDonald's Viral, Bangga Jam Kerjanya Lebih Banyak 15 Menit dari Kamala Harris

News | Senin, 21 Oktober 2024 | 13:04 WIB

Terkini

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:22 WIB

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:13 WIB

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:29 WIB

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:03 WIB

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:55 WIB

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:38 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB