Siapa Yang Didukung Orang Yahudi di Pilpres Amerika Serikat, Kamala Harris Atau Donald Trump?

Andi Ahmad S

Rabu, 30 Oktober 2024 | 17:55 WIB
Siapa Yang Didukung Orang Yahudi di Pilpres Amerika Serikat, Kamala Harris Atau Donald Trump?
Kamala Harris dan Donald Trump [Instagram]

Suara.com - Pemilihan Presiden Amerika Serikat tinggal menghitung hari lagi, namun kedua bakal calon yakni Kamala Harris Atau Donald Trump hingga saat ini masih terus mengumpulkan dukungan dari sejumlah masyarakat seperti kaum Yahudi di AS.

Perlu diketahui, calon presiden dari Partai Demokrat Kamala Harris dan suaminya yang Yahudi, Doug Emhoff tentu punya modal utama untuk menggaet suara.

Bahkan, belum lama ini mereka menanam pohon delima kecil di halaman kediaman wakil presiden di Observatorium Angkatan Laut AS. Acara khidmat itu, dan pohon itu sendiri, sarat dengan makna simbolis.

Dalam Yudaisme, buah pohon delima merupakan simbol kebenaran dan harapan, yang secara tradisional disajikan pada Rosh Hashanah, tahun baru Yahudi. Buah ini dikatakan mengandung 613 biji – jumlah yang sama persis dengan perintah, atau mitzvot, yang ditemukan dalam Taurat, lima kitab pertama dalam Alkitab Ibrani.

Harris, yang mengatakan bahwa dia menanam pohon itu untuk mengingatkan calon wakil presiden “tidak hanya akan kengerian 7 Oktober, tetapi (juga) akan kekuatan dan ketahanan orang-orang Yahudi,” mendedikasikannya “kepada 1.200 jiwa tak berdosa yang, dalam tindakan kejahatan murni, mereka dibantai oleh teroris Hamas.”

Beberapa minggu sebelumnya, saingannya, Donald Trump, memberikan dukungan yang tidak terlalu halus terhadap suara warga Yahudi Amerika. Saat berpidato di pertemuan puncak Dewan Israel-Amerika di Washington pada sebuah acara yang juga diadakan untuk memperingati 7 Oktober, ia mengatakan kepada para pendengarnya bahwa “siapa pun yang beragama Yahudi dan senang menjadi Yahudi serta mencintai Israel adalah orang bodoh jika mereka memilih Partai Demokrat.”

Faktanya, tambahnya, setiap orang Yahudi yang memilih Harris “harus memeriksakan kepalanya.”

Sebenarnya, dengan perolehan suara yang sangat berharga dari para pemilih Yahudi dan Arab di tujuh negara bagian utama yang menjadi medan pertempuran, yakni Arizona, Georgia, Michigan, Nevada, North Carolina, Pennsylvania, dan Wisconsin, kedua kandidat berada dalam situasi yang sulit antara kepekaan regional yang bisa saja terjadi. dampak yang begitu besar terhadap pemilihan presiden yang berlangsung hampir 10.000 km jauhnya.

Dan, seperti yang terungkap dalam jajak pendapat Arab News-YouGov baru-baru ini, para pemilih Arab-Amerika pada khususnya mengalami kesulitan untuk memutuskan kandidat mana, dengan gaya retorika yang sangat berbeda, yang mungkin lebih baik bagi Timur Tengah secara umum jika terpilih sebagai presiden. Baik Harris maupun Trump masing-masing didukung oleh 38 persen responden yang disurvei.

baca juga

Sebagai tanda dari ketidakpastian umum mengenai rencana dan niat sebenarnya dari salah satu kandidat setelah menjabat, para pendukung kedua partai beralih kesetiaan tradisional mereka hanya beberapa hari sebelum pemilu.

Pada tanggal 14 Oktober, Komite Aksi Politik Amerika Arab (Arab American Political Action Committee), yang secara konsisten mendukung calon presiden dari Partai Demokrat, mengumumkan bahwa untuk pertama kalinya sejak didirikan pada tahun 1998, mereka tidak akan mendukung salah satu calon presiden.

“Kedua kandidat mendukung genosida di Gaza dan perang di Lebanon,” kata AAPAC dalam sebuah pernyataan. “Kami tidak bisa memberikan suara kami kepada Kamala Harris dari Partai Demokrat atau Donald Trump dari Partai Republik, yang secara membabi buta mendukung pemerintah kriminal Israel.”

Sementara itu, kinerja Trump yang berani pada pertemuan puncak Dewan Amerika Israel pada 20 September, di mana ia menyebut dirinya sebagai “pelindung besar” Israel dan menyatakan bahwa kepresidenan Harris akan berarti “pemusnahan” bagi negara tersebut, tampaknya menjadi bumerang dilansir dari Arabnews.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AS Siaga Satu! Pentagon: Siap Bela Israel Jika Diserang Iran

AS Siaga Satu! Pentagon: Siap Bela Israel Jika Diserang Iran

News | Rabu, 30 Oktober 2024 | 17:29 WIB

Netanyahu Bakal Gelar Pernikahan Putranya, Tapi Takut Diserang Drone

Netanyahu Bakal Gelar Pernikahan Putranya, Tapi Takut Diserang Drone

News | Rabu, 30 Oktober 2024 | 17:15 WIB

Ribuan Warga Palestina di Gaza Hadapi Eksekusi Massal, PBB Ungkap Alasannya

Ribuan Warga Palestina di Gaza Hadapi Eksekusi Massal, PBB Ungkap Alasannya

News | Rabu, 30 Oktober 2024 | 15:22 WIB

Terkini

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:15 WIB

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:13 WIB

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:08 WIB

×