Fenomena Guru Takut Murid Nyata Terjadi, FSGI Ungkap Dampaknya Bisa Fatal

Agung Sandy Lesmana | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 14 November 2024 | 13:49 WIB
Fenomena Guru Takut Murid Nyata Terjadi, FSGI Ungkap Dampaknya Bisa Fatal
Guru di Indonesia (pgrikotajogja.or.id)

Suara.com - Fenomena guru takut menegur murid disebut menjadi tanda buruk dari tidak pedulinya pengajar terhadap peserta didiknya. Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyoroti bahwa fenomena seperti itu memang nyata terjadi di lapangan. 

Salah satu penyebabnya lantaran maraknya berbagai kasus kriminalisasi terhadap guru ketika sedang menerapkan pengajaran disiplin kepada murid. 

"Kejalan seperti ini memang muncul akhir-akhir ini. Dalam bahasa sederhananya masa bodo pada anak yang penting bukan saya mengajar, mau baik, mau enggak, terserah," kata Sekjen FSGI, Heru Purnomo saat dihubungi Suara.com pada Rabu (13/11/2024).

Bila fenomena tersebut didiamkan, menurut Heru, pada akhirnya guru bisa kehilangan ruh dalam menumbuhkan keterampilan berpikir, bersikap, berkomunikasi, serta membentuk kepribadian anak. Oleh sebab itu, fenomena guru takut menegur murid tidak bisa dibiarkan terus terjadi.  

Heru menyampaikan, guru masa kini harus dikuatkan dengan berbagai pemahaman  bahwa menegur, menasehati, dan membimbing anak memang jadi tanggungjawab pengajar. Dia menrkankan bahwa guru tidak bisa bersikap 'masa bodo' dengan muridnya sendiri. 

Sekretaris Jenderal FSGI Heru Purnomo. [suara.com/ Dian Rosmala]
Sekretaris Jenderal FSGI Heru Purnomo. [suara.com/ Dian Rosmala]

"Ketika guru itu paham pedagogik seperti ini, guru paham ilmu didaktika, guru paham mendidik itu memang risikonya seperti ini, maka satu sisi guru harus meningkatkan kapasitas pedagogiknya, kapasitas didaktikanya," ujarnya.

Selain itu, pengajaran disiplin dengan melakukan hukuman fisik yang berlebihan, Heru menyampaikan memang tidak boleh lagi dilakukan. Karena tindakan itu yang jadi pemicu terjadinya kekerasan di sekolah dan menyebabkan guru terjerat kasus hukum.

Ilustrasi upacara Hari Guru Nasional. [Antara]
Ilustrasi upacara Hari Guru Nasional. [Antara]

Menurutnya, guru tidak perlu selalu memberikan sanksi setiap kali murid dianggap lakukan kesalahan. Pendakatan yang perlu dilakukan dalam proses mengajar saat ini, menurutnya, lebih tepat dengan dilakukan pendekatan disiplin positif. Artinya, guru lebih masif mengajak murid diskusi untuk mendengar perspektifnya, alih-alih langsung memberinya hukuman. 

"Ketika ada perubahan orientasi disiplin positif, maka akan membangun kesadaran. Pada dasarnya dunia pendidikan dibangun atas dasar kesadaran, atas dasar keterampilan berpikir, bersikap," kata Heru.

Diakui Heru bahwa pendekatan disiplin positif memang ada potensi tidak adanya efek jera atau murid menjadi manja. Oleh sebab itu, guru-guru dinilai perlu diberikan pelatihan agar bisa berhadapan dan mengajak murid diskusi untuk membangun kesadarannya. 

"Bapak ibu guru perlu pelatihan pendekatan psikis bagaimana membangun disiplin positif itu," ujarnya.

Heru menyampaikan, saat anak sudah terbangun kesadarannya terhadap suatu tindakan, maka anak juga seharusnya bisa memahami kesalahan dan memperbaiki sikapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Bikin Aturan Baru untuk Lindungi Guru, Wapres Gibran Justru Ditantang Ini

Bukan Bikin Aturan Baru untuk Lindungi Guru, Wapres Gibran Justru Ditantang Ini

News | Kamis, 14 November 2024 | 09:38 WIB

Pilu! Siram Pria Tukang Ngitip Pakai Air Keras Berakhir Dibui, Tangis Novi Pecah saat Dibesuk 2 Anaknya

Pilu! Siram Pria Tukang Ngitip Pakai Air Keras Berakhir Dibui, Tangis Novi Pecah saat Dibesuk 2 Anaknya

News | Kamis, 14 November 2024 | 09:26 WIB

Disebut Bisa Blunder jika Prabowo Tak Tahu, Analis Politik Curigai Motif Gibran Buka Layanan 'Lapor Mas Wapres'

Disebut Bisa Blunder jika Prabowo Tak Tahu, Analis Politik Curigai Motif Gibran Buka Layanan 'Lapor Mas Wapres'

News | Rabu, 13 November 2024 | 16:04 WIB

Senang Gibran Buka Layanan 'Lapor Mas Wapres,' Uceng UGM: Lapor soal Nepotisme Boleh?

Senang Gibran Buka Layanan 'Lapor Mas Wapres,' Uceng UGM: Lapor soal Nepotisme Boleh?

News | Rabu, 13 November 2024 | 13:50 WIB

Terkini

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

News | Kamis, 02 April 2026 | 23:02 WIB

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

News | Kamis, 02 April 2026 | 22:15 WIB

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:44 WIB

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:30 WIB

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:17 WIB

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:13 WIB

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:42 WIB

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:39 WIB

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:33 WIB

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:29 WIB