Darurat Militer Korea Selatan: Pengertian, Sejarah dan Pemicunya

M Nurhadi

Rabu, 04 Desember 2024 | 12:24 WIB
Darurat Militer Korea Selatan: Pengertian, Sejarah dan Pemicunya
Korea Selatan [Unsplash/Daniel Bermard]

Suara.com - Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, mengejutkan dunia usai adanya pemberlakuan darurat militer pada 3 Desember 2024. Meskipun negara ini memiliki sejarah panjang terkait darurat militer dan pemerintahan militer, upaya Yoon untuk menangguhkan pemerintahan sipil hanya berlangsung singkat.

Dikutip dari Bloomberg, Majelis Nasional Korea Selatan memberikan suara untuk meminta pencabutan darurat militer, Yoon menyatakan akan mematuhi permintaan tersebut beberapa jam setelah pengumumannya.

Sejarah Pemberlakuan Darurat Militer di Korea Selatan

Pemberlakuan darurat militer di Korsel terakhir kali terjadi pada 27 Oktober 1979, setelah pembunuhan Presiden Park Chung-hee, yang sebelumnya merebut kekuasaan melalui kudeta militer pada tahun 1961. Di bawah tekanan dari pemimpin militer, Jenderal Chun Doo-hwan, perdana menteri saat itu, Choi Kyu-hah, memperpanjang darurat militer hingga tahun 1980 dan melarang partai politik, yang memicu reaksi keras dari kelompok pro-demokrasi.

Ratusan orang tewas dalam penindasan yang brutal sebelum darurat militer dicabut pada tahun 1981 setelah referendum.

Setelah itu, partai politik diizinkan beroperasi kembali dan hak-hak sipil lainnya dipulihkan pada tahun 1987, yang menghasilkan periode demokrasi hingga saat ini.

Apa Itu Darurat Militer?

Presiden Korea Selatan memiliki wewenang untuk mengumumkan darurat militer berdasarkan konstitusi dalam keadaan perang, konflik bersenjata, atau keadaan darurat nasional lainnya.

Ada dua jenis darurat militer di Korea Selatan: darurat militer darurat dan darurat militer keamanan . Yang pertama, yang diterapkan oleh Yoon, memberikan kekuasaan luas kepada pemerintah dengan membatasi kebebasan pers, membatasi pertemuan, dan mengesampingkan pengadilan sipil.

baca juga

Setelah mengumumkan darurat militer, presiden harus memberitahukan Majelis Nasional. Jika majelis meminta pencabutan dengan suara mayoritas—seperti yang terjadi dalam kasus terbaru ini—presiden wajib mematuhi.

Pengumuman Yoon disampaikan dalam pidato yang disiarkan langsung di televisi. Ia menuduh partai oposisi berusaha menggulingkan demokrasi dengan memblokir rencana anggarannya dan berupaya memakzulkan beberapa anggota kabinetnya. Dalam waktu kurang dari satu jam setelah deklarasi tersebut, semua aktivitas politik dilarang termasuk kegiatan Majelis Nasional.

Namun, anggota parlemen tetap menuju gedung legislatif meskipun beberapa dihalangi untuk masuk. Sekitar pukul 1 pagi waktu setempat, legislator berhasil memberikan suara menolak pemberlakuan darurat militer dengan hasil bulat.

Yoon kemudian mencabut darurat militer setelah rapat kabinet pada pukul 4:30 pagi keesokan harinya. Ini merupakan pertama kalinya sejak tahun 1980 bahwa seorang presiden Korea Selatan mengumumkan pemberlakuan darurat militer.

Dengan pencabutan tersebut, partai oposisi menyatakan akan memulai proses pemakzulan terhadap Yoon jika ia tidak segera mengundurkan diri. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran akan kemunduran demokrasi di Korea Selatan dan mengingatkan banyak orang akan masa lalu kelam negara tersebut terkait pemerintahan otoriter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Partai Demokrat Desak Yoon Suk yeol Mundur

Partai Demokrat Desak Yoon Suk yeol Mundur

News | Rabu, 04 Desember 2024 | 12:16 WIB

Kronologi Darurat Militer Korea Selatan dan Alasan Isu Pemakzulan Presiden

Kronologi Darurat Militer Korea Selatan dan Alasan Isu Pemakzulan Presiden

Bisnis | Rabu, 04 Desember 2024 | 11:40 WIB

Korea Selatan Darurat Militer, Shin Tae-yong: Tolong...

Korea Selatan Darurat Militer, Shin Tae-yong: Tolong...

Bola | Rabu, 04 Desember 2024 | 11:23 WIB

Ajudan Presiden Korea Selatan Mundur Massal Setelah Deklarasi Darurat Militer Dibatalkan

Ajudan Presiden Korea Selatan Mundur Massal Setelah Deklarasi Darurat Militer Dibatalkan

News | Rabu, 04 Desember 2024 | 11:22 WIB

Darurat Militer di Korea Selatan: Ujian Bagi Demokrasi dan Aliansi AS

Darurat Militer di Korea Selatan: Ujian Bagi Demokrasi dan Aliansi AS

News | Rabu, 04 Desember 2024 | 10:54 WIB

ATM Sepi dan Nilai Tukar Won Ambles Imbas Darurat Militer Korea Selatan

ATM Sepi dan Nilai Tukar Won Ambles Imbas Darurat Militer Korea Selatan

Bisnis | Rabu, 04 Desember 2024 | 12:05 WIB

Terkini

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak

Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak

Riau | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang

Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya

Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:36 WIB

×