Aturan Jilbab Iran: UU Kontroversial Ditangguhkan Setelah Kecaman Global

Aprilo Ade Wismoyo | Suara.com

Rabu, 18 Desember 2024 | 09:13 WIB
Aturan Jilbab Iran: UU Kontroversial Ditangguhkan Setelah Kecaman Global
Ilustrasi aturan penggunaan hijab [Pixabay]

Suara.com - Undang-undang jilbab dan kesucian di Iran mengusulkan hukuman yang lebih ketat bagi anak perempuan dan wanita yang tidak menutupi rambut, lengan bawah, atau kaki bagian bawah mereka secara menyeluruh, termasuk denda, hukuman penjara hingga 15 tahun.

Namun, Dewan Keamanan Nasional Iran telah menghentikan undang-undang kuno dan kontroversial ini setelah seharusnya mulai berlaku Jumat lalu.

Hal ini terjadi setelah undang-undang tersebut mendapat reaksi keras dari seluruh dunia dan dalam negeri. Presiden Masoud Pezeshkian mengatakan undang-undang tersebut "ambigu dan perlu direformasi", sedangkan Amnesty International, sebuah organisasi hak asasi manusia mengatakan otoritas Iran "berusaha untuk memperkuat sistem penindasan yang sudah mencekik."

Pezeshkian menyuarakan ketidaksetujuannya terhadap perlakuan buruk negara tersebut terhadap wanita terkait jilbab awal tahun ini selama kampanye kepresidenannya.

"Sama seperti mereka tidak bisa secara paksa mencopot jilbab dari kepala wanita di masa lalu, mereka sekarang tidak bisa memaksakannya kepada wanita. Kami tidak punya hak untuk memaksakan keinginan kami kepada wanita dan anak perempuan kami," katanya.

Janjinya tentang kebebasan pribadi bergema di hati gadis-gadis muda dan wanita yang sudah frustrasi dengan pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah.

Undang-undang tersebut juga dikritik oleh Masoumeh Ebtekar, mantan wakil presiden urusan wanita dan keluarga, yang menyebutnya, "dakwaan terhadap separuh populasi Iran".

Wacana jilbab selalu ada dalam gambar tetapi lebih diperkuat ketika seorang wanita, Parastoo Ahmadi, ditangkap setelah dia mengunggah video dirinya bernyanyi di YouTube tanpa jilbab, dalam gaun tanpa lengan, dengan rambut terurai diiringi oleh empat musisi pria.

"Saya Parastoo, seorang gadis yang ingin bernyanyi untuk orang-orang yang saya cintai. Ini adalah hak yang tidak bisa saya abaikan; bernyanyi untuk tanah yang saya cintai dengan penuh semangat," tulis keterangannya.

Setelah video tersebut menjadi viral, ia ditangkap bersama anggota bandnya tetapi dibebaskan sehari kemudian setelah penangkapan tersebut mendapat reaksi keras.

Kontroversi jilbab telah berlangsung sejak 2022, dipicu oleh kematian Mahsa "Zhina" Amini, yang meninggal dalam tahanan polisi setelah melanggar aturan berpakaian.

Setelah kematiannya, para wanita telah menantang pemerintah dan menentang aturan jilbab. Kaum muda di Iran tampak tidak takut dan menentang hukum tersebut meskipun ada pembatasan dan tekanan dari faksi-faksi yang dekat dengan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Menurut BBC, minggu lalu, lebih dari 300 aktivis hak asasi manusia, penulis, dan jurnalis Iran secara terbuka mengecam undang-undang jilbab baru tersebut, menyebutnya "tidak sah dan tidak dapat dilaksanakan" dan mendesak Pezeshkian untuk menepati janji kampanyenya.

Meskipun demikian, keputusan untuk menghentikan sementara penerapan undang-undang tersebut menunjukkan bahwa pemerintah khawatir akan protes yang mungkin terjadi, mirip dengan yang terjadi dua tahun lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Gaya OOTD Hijab ala Gen Z dari Windy Fajriah, Bikin Kamu Auto Hits!

4 Gaya OOTD Hijab ala Gen Z dari Windy Fajriah, Bikin Kamu Auto Hits!

Your Say | Selasa, 17 Desember 2024 | 20:00 WIB

Pakar: Konsumen Berhak Informasi Produk Rokok Secara Jujur

Pakar: Konsumen Berhak Informasi Produk Rokok Secara Jujur

Bisnis | Selasa, 17 Desember 2024 | 08:30 WIB

Kekuasaan Asing Berebut Pengaruh, Suriah di Ambang Perpecahan

Kekuasaan Asing Berebut Pengaruh, Suriah di Ambang Perpecahan

News | Selasa, 17 Desember 2024 | 08:27 WIB

Tampil di Konser Tanpa Jilbab, Penyanyi Iran dan 2 Musisi Diciduk Polisi

Tampil di Konser Tanpa Jilbab, Penyanyi Iran dan 2 Musisi Diciduk Polisi

News | Senin, 16 Desember 2024 | 09:37 WIB

Kaleidoskop 2024: Figur Publik Kontroversial Tahun Ini, dari Vadel Badjideh Hingga Gus Miftah

Kaleidoskop 2024: Figur Publik Kontroversial Tahun Ini, dari Vadel Badjideh Hingga Gus Miftah

Lifestyle | Sabtu, 14 Desember 2024 | 15:00 WIB

Berhijab dan Berparas Cantik! Mahasiswi UI Dikabarkan Hilang, Begini Ciri-ciri Febi

Berhijab dan Berparas Cantik! Mahasiswi UI Dikabarkan Hilang, Begini Ciri-ciri Febi

News | Jum'at, 13 Desember 2024 | 15:39 WIB

Terkini

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:33 WIB

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:23 WIB

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:05 WIB

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 17:35 WIB

Kritik Pedas Idrus Marham: Komunikasi Menteri Prabowo Jeblok, Kebijakan Bagus Malah Salah Paham!

Kritik Pedas Idrus Marham: Komunikasi Menteri Prabowo Jeblok, Kebijakan Bagus Malah Salah Paham!

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:24 WIB

Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja

Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:15 WIB

Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:04 WIB

Komisi III DPR RI Gelar RDPU Terkait Dugaan Korupsi Videografer Amsal Sitepu

Komisi III DPR RI Gelar RDPU Terkait Dugaan Korupsi Videografer Amsal Sitepu

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:55 WIB

Serangan AS-Israel di Bandar Khamir Tewaskan 5 Warga Iran, Teheran Balas Hantam Fasilitas Aluminium

Serangan AS-Israel di Bandar Khamir Tewaskan 5 Warga Iran, Teheran Balas Hantam Fasilitas Aluminium

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:53 WIB

Presiden Prabowo Bertolak ke Jepang, Bahas Investasi hingga Temui Kaisar Naruhito

Presiden Prabowo Bertolak ke Jepang, Bahas Investasi hingga Temui Kaisar Naruhito

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:49 WIB