Yoon Suk Yeol Segera Ditahan, Pesan Tegas Kepala Badan Keamanan Presiden Korsel

Andi Ahmad S | Suara.com

Jum'at, 10 Januari 2025 | 15:59 WIB
Yoon Suk Yeol Segera Ditahan, Pesan Tegas Kepala Badan Keamanan Presiden Korsel
Ketua Majelis Nasional Korea Selatan Woo Won-shik mengetuk palu saat sidang pleno untuk pemungutan suara pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol di Majelis Nasional di Seoul, Korea Selatan, Sabtu (14/12/2024). [Woohae Cho / POOL / AFP]

Suara.com - Kepala Badan Keamanan Presiden Korea Selatan (PSS), Park Chong-jun memberikan pesan tegas kepada masyarakat baik yang mendukung atau pun tidak menjelang penahanan Presiden Yoon Suk Yeol.

Dia meminta tidak ada bentrokan atau pertumpahan darah saat penyelidik kembali mencoba menahan Presiden Yoon Suk Yeol yang telah dimakzulkan.

Park Chong-jun menyampaikan pernyataan tersebut pada Jumat saat hadir di hadapan polisi untuk diinterogasi terkait tuduhan bahwa ia telah memerintahkan pejabat keamanan presiden untuk menghalangi Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi (CIO), yang didukung oleh polisi, dari melaksanakan surat perintah penahanan terhadap Yoon.

"Saya yakin banyak orang yang sangat khawatir tentang situasi saat ini, apakah lembaga pemerintah saling berselisih dan berkonfrontasi satu sama lain," kata Park.

"Tidak boleh ada bentrokan fisik atau pertumpahan darah dalam kondisi apa pun,” ucapnya.

Park juga menanggapi kekhawatiran publik terkait konfrontasi antara penyidik dan layanan keamanan presiden Yoon.

"Saya pikir penyelidikan harus dilakukan dengan cara yang sesuai dengan status seorang presiden yang sedang menjabat," kata Park kepada wartawan saat memasuki Markas Besar Penyelidikan Gabungan di wilayah barat dari Seoul.

Yoon menolak untuk bekerja sama dengan panggilan dari CIO untuk diinterogasi atau pelaksanaan surat perintah, dengan alasan lembaga tersebut secara teknis tidak berwenang menyelidiki tuduhan pemberontakan yang ia hadapi terkait penerapan singkat darurat militer pada 3 Desember.

CIO dan polisi saat ini sedang meninjau kemungkinan untuk menahan staf PSS jika mereka mencoba menghalangi upaya kedua untuk menangkap Yoon.

Park, yang telah didakwa atas tuduhan menghalangi tugas resmi, mematuhi permintaan ketiga polisi untuk diinterogasi setelah menentang dua permintaan sebelumnya.

Setelah upaya penangkapan Yoon yang gagal pada Jumat (3/1) lalu, PSS memperkuat kediaman presiden dengan memasang kawat berduri dan barikade, serta menggunakan bus untuk memblokir akses ke kediaman di Seoul.

CIO telah mendapatkan surat perintah penangkapan baru untuk Yoon pada Selasa (7/1) setelah perintah awal selama tujuh hari berakhir dan saat ini sedang berkoordinasi dengan polisi untuk upaya kedua menangkap Yoon. [Antara].

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Joe Biden Ungkap Perkembangan Kesepakatan Gencatan Senjata Israel dan Hamas

Joe Biden Ungkap Perkembangan Kesepakatan Gencatan Senjata Israel dan Hamas

News | Jum'at, 10 Januari 2025 | 15:47 WIB

Jeju Air Pangkas 1.900 Penerbangan untuk Rute Internasional dan Domestik, Indonesia Kena?

Jeju Air Pangkas 1.900 Penerbangan untuk Rute Internasional dan Domestik, Indonesia Kena?

Bisnis | Jum'at, 10 Januari 2025 | 11:20 WIB

3 Tahun Menanti, Park Se Young Akhirnya Hamil Anak Pertama

3 Tahun Menanti, Park Se Young Akhirnya Hamil Anak Pertama

Entertainment | Jum'at, 10 Januari 2025 | 08:30 WIB

Terkini

Viral Pria di Depok Halangi dan Tendang Ambulans Hingga Penyok, Kini Berakhir Diciduk Polisi

Viral Pria di Depok Halangi dan Tendang Ambulans Hingga Penyok, Kini Berakhir Diciduk Polisi

News | Senin, 11 Mei 2026 | 12:52 WIB

Fakta Baru 11 Bayi di Sleman: Mayoritas Lahir di Luar Nikah

Fakta Baru 11 Bayi di Sleman: Mayoritas Lahir di Luar Nikah

News | Senin, 11 Mei 2026 | 12:40 WIB

Nadiem Makarim Akan Jalani Operasi Saat Sidang Kasus Chromebook

Nadiem Makarim Akan Jalani Operasi Saat Sidang Kasus Chromebook

News | Senin, 11 Mei 2026 | 12:33 WIB

Vladimir Putin Isyaratkan Perang Ukraina Segera Berakhir

Vladimir Putin Isyaratkan Perang Ukraina Segera Berakhir

News | Senin, 11 Mei 2026 | 12:28 WIB

11 Bayi Ditemukan Dirawat di Satu Rumah di Sleman, Polisi Selidiki Dugaan Penitipan Ilegal

11 Bayi Ditemukan Dirawat di Satu Rumah di Sleman, Polisi Selidiki Dugaan Penitipan Ilegal

News | Senin, 11 Mei 2026 | 12:23 WIB

Front Anti Militerisme Gelar Aksi di Kementerian HAM, Soroti Konflik dan Kekerasan di Papua

Front Anti Militerisme Gelar Aksi di Kementerian HAM, Soroti Konflik dan Kekerasan di Papua

News | Senin, 11 Mei 2026 | 12:17 WIB

Kasus Lupus di Jakarta Terus Naik, DKI Fokus Skrining Perempuan Usia 18 Tahun

Kasus Lupus di Jakarta Terus Naik, DKI Fokus Skrining Perempuan Usia 18 Tahun

News | Senin, 11 Mei 2026 | 12:13 WIB

Waka Komisi X DPR Desak Hapus Kastanisasi Guru, Minta Seluruh Honorer Diangkat Jadi PNS

Waka Komisi X DPR Desak Hapus Kastanisasi Guru, Minta Seluruh Honorer Diangkat Jadi PNS

News | Senin, 11 Mei 2026 | 12:10 WIB

Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Bebas dari Penjara Lebih Awal

Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Bebas dari Penjara Lebih Awal

News | Senin, 11 Mei 2026 | 12:00 WIB

Ruang Publik Masih Sulit Diakses Sebagian Warga, Peneliti Dorong Kota Lebih Inklusif

Ruang Publik Masih Sulit Diakses Sebagian Warga, Peneliti Dorong Kota Lebih Inklusif

News | Senin, 11 Mei 2026 | 12:00 WIB