Dendam Kesumat Megawati ke Jokowi Tak Mudah Terobati, Meski Prabowo Jadi Penengah

Dwi Bowo Raharjo | Novian Ardiansyah | Suara.com

Selasa, 14 Januari 2025 | 17:33 WIB
Dendam Kesumat Megawati ke Jokowi Tak Mudah Terobati, Meski Prabowo Jadi Penengah
Ketua Umum PDI Perjuangan atau PDIP, Megawati Soekarnoputri melakukan pertemuan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (18/3/2023). (Dok. PDIP)

Suara.com - Sosok Presiden Prabowo Subianto disebut tidak bisa menjadi penengah keretakan hubungan antara PDI Perjuangan dengan Joko Widodo atau Jokowi.

Pengamat Politik Citra Institute, Yusak Farchan, mengatakan meskipun Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bertemu dengan kepala negara, hal itu tidak serta merta membuat gejolak hubungan PDIP dengan Presiden ke-7 RI mereda.

"Kalau Mega bertemu Prabowo, saya kira pertemuan keduanya tidak serta merta mengurangi tensi ketegangan antara Jokowi dengan PDIP," kata Yusak kepada Suara.com, Selasa (14/1/2025).

Menurut Yusak ada alasan mengapa hubungan retak antara PDIP dan Jokowi bakal terus bergejolak. Pertama karena kekesalan PDIP terhadap mantan kadernya itu sendiri, sehingga membuat rekonsiliasi sulit terjadi.

"Jadi berharap Mega membuka pintu bagi Jokowi untuk bertemu atau rekonsiliasi, rasanya sesuatu yang sulit meskipun dalam politik semua kemungkinan bisa terjadi," kata Yusak.

Faktor kedua adalah karakter dari Megawati itu sendiri. Menurut Yusak, Megawati merupakan tokoh yang memendam perasaan dalam jangka panjang. Artinya, rasa kesal terhadap Jokowi tentu akan berkepanjangan

"Kalau melihat karakter Bu Mega, psikologinya kan merupakan tokoh yang bisa lama memendam perasaan. Apakah perasaan 'tersakiti' itu bisa membuka pintu maaf bagi Jokowi? Saya kira tidak semudah itu," kata Yusak.

Punya Kepentingan Masing-masing

Hubungan PDI Perjuangan dengan mantan kadernya, yakni Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi diprediksi bakal terus bergejolak. Sulit bagi dua pihak tersebut untuk memperbaiki hubungan sebab masing-masing memiliki kepentingan. Hal tersebut yang diperkirakan Yusak.

Yusak mengingatkan kembali tentang sebab musabab hubungan PDIP dan Jokowi retak. Bermula dari bergesernya arah dukungan Jokowi menjelang pelaksanaan pemilihan presiden 2024. Jokowi semula diprediksi mendukung calon yang diusung PDIP, yaitu Ganjar Pranowo.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bicara dengan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri usai Upacara Peringatan HUT ke-78 RI di Istana, Kamis (17/8) kemarin. (Foto dok Prabowo)
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bicara dengan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri usai Upacara Peringatan HUT ke-78 RI di Istana, Kamis (17/8) kemarin. (Foto dok Prabowo)

Diketahui, Jokowi belakangan disebut mendukung Prabowo Subianto. Mengingat putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka menjadi calon wakil presiden bagi Prabowo.

Yusak berujar gejolak yang berawal dari pilpres tersebut akan berkepanjangan. Sebabnya, antara Jokowi dan PDIP memiliki kepentingan elektoralnya masing-masing.

"Saya kira gejolak itu akan terus berlanjut karena Jokowi dan PDIP sama-sama punya kepentingan elektoral ke depan," kata Yusak kepada Suara.com, Selasa (14/1/2025).

Yusak mengatakan kepentingan elektoral Jokowi ialah menjadikan Gibran yang kini menjadi wakil presiden sebagai calon presiden pada pemilihan mendatang. Sementara, kepentingan PDIP justru sebaliknya.

"Kepentingan Jokowi adalah mengamankan Gibran menjadi Capres. Sementara kecenderungan PDIP sebaliknya, bagaimana membendung Gibran ke depan," kata Yusak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hubungan Bakal Terus Retak, Jokowi Ingin 'Amankan' Gibran jadi Capres, PDIP Sebaliknya

Hubungan Bakal Terus Retak, Jokowi Ingin 'Amankan' Gibran jadi Capres, PDIP Sebaliknya

News | Selasa, 14 Januari 2025 | 17:25 WIB

Program MBG Cuma Sampai Juni, Rocky Gerung Ungkap Sisi Paradoks

Program MBG Cuma Sampai Juni, Rocky Gerung Ungkap Sisi Paradoks

News | Selasa, 14 Januari 2025 | 16:49 WIB

Penghina Prabowo Kini jadi Stafsus Menkomdigi, Rudi Valinka Disamakan Akun Fufufafa!

Penghina Prabowo Kini jadi Stafsus Menkomdigi, Rudi Valinka Disamakan Akun Fufufafa!

News | Selasa, 14 Januari 2025 | 15:11 WIB

Anies Pamer Video Makan Daging Mahal, Netizen Bandingkan Kehidupannya dengan Jokowi: 2 Pengangguran Tapi Berbeda

Anies Pamer Video Makan Daging Mahal, Netizen Bandingkan Kehidupannya dengan Jokowi: 2 Pengangguran Tapi Berbeda

Tekno | Selasa, 14 Januari 2025 | 15:09 WIB

Terkini

Prabowo Tiba di Medan, Akan Takbiran di Sumut dan Salat Id di Aceh Tamiang

Prabowo Tiba di Medan, Akan Takbiran di Sumut dan Salat Id di Aceh Tamiang

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 20:03 WIB

Jabodetabek Berpotensi Dilanda Hujan Petir dan Angin Kencang di Malam Takbiran

Jabodetabek Berpotensi Dilanda Hujan Petir dan Angin Kencang di Malam Takbiran

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 19:50 WIB

Drama Mudik di Senen: Ditipu Tiket Rp540 Ribu, Pasutri Beruntung Diselamatkan Aksi Cepat Polisi

Drama Mudik di Senen: Ditipu Tiket Rp540 Ribu, Pasutri Beruntung Diselamatkan Aksi Cepat Polisi

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 19:05 WIB

Iran Serang Yerusalem Barat, Haifa, dan Pangkalan AS di UEA dalam Fase Lanjutan Operasi Militer

Iran Serang Yerusalem Barat, Haifa, dan Pangkalan AS di UEA dalam Fase Lanjutan Operasi Militer

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 18:38 WIB

Nelayan Terombang-ambing 15 Jam di Perairan Manokwari, Tim SAR Turun Tangan

Nelayan Terombang-ambing 15 Jam di Perairan Manokwari, Tim SAR Turun Tangan

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 18:33 WIB

Sabu Rp25,9 Miliar Disembunyikan di Ban Towing, Jaringan Narkoba MedanJakarta Dibekuk Saat Mudik

Sabu Rp25,9 Miliar Disembunyikan di Ban Towing, Jaringan Narkoba MedanJakarta Dibekuk Saat Mudik

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 18:24 WIB

Misteri Hutan Batumeungpeuk, Kerangka Manusia Tanpa Identitas Gegerkan Warga Banjarwangi Garut

Misteri Hutan Batumeungpeuk, Kerangka Manusia Tanpa Identitas Gegerkan Warga Banjarwangi Garut

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 18:11 WIB

Bamsoet: Negara Bukan Dalang Teror Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Bamsoet: Negara Bukan Dalang Teror Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 17:58 WIB

H-1 Lebaran, Loket Bus di Terminal Pulo Gebang Mulai Tutup

H-1 Lebaran, Loket Bus di Terminal Pulo Gebang Mulai Tutup

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 17:41 WIB

Korlantas Hentikan One Way Nasional Mudik Lebaran 2026, Lalu Lintas Kembali Normal

Korlantas Hentikan One Way Nasional Mudik Lebaran 2026, Lalu Lintas Kembali Normal

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 17:36 WIB