Video Pembuatan Bom Dikirim ke OCCRP, Akun Pengancam Catut Nama Indonesia

Eviera Paramita Sandi

Selasa, 14 Januari 2025 | 18:49 WIB
Video Pembuatan Bom Dikirim ke OCCRP, Akun Pengancam Catut Nama Indonesia
Rocky Gerung [Tangkap Layar Youtube]

Suara.com - Setelah OCCRP yang menobatkan Presiden RI Ke-7 Joko Widodo (Jokowi) sebagai tokoh terkorup dunia kini lembaga tersebut malah mendapatkan ancaman. 

Kantor OCCRP mendapat ancaman akan dikirimkan sebuah bom. Bahkan, oknum yang mengirim video tersebut memperlihatkan pembuatan peledak rakitan.

Pelaku diduga ada hubungannya dengan keterlibatan OCCRP dengan isu Indonesia, lantaran pengancam mencantumkan ‘Indonesia’ dengan bendera Merah Putih sebagai nama akunnya.

Meskipun masih simpang siur dan belum bisa dipastikan dengan detil soal identitas si pengancam, namun hal ini cukup menyentil seorang Rocky Gerung.

Rocky menyebut bahwa penobatan Tokoh Terkorup oleh OCCRP ini tentu akan diingat dalam Sejarah. Terbukti, meskipun sudah beberapa minggu, netizen pendukung Jokowi masih tersulut emosinya.

“Dari awal sudah kita pastikan bahwa piala yang diberikan oleh OCCRP itu akan diingat terus dalam sejarah,” sebut Rocky, dikutip dari kanal youtubenya, Selasa (14/1/25).

“Terbukti masih berlangsung kemarahan netizen terhadap prestasi negatif Jokowi yang dilembagakan melalui nominasi koruptor dunia itu,” tambahnya.

Rocky sontak mengatakan bahwa korupsi bukanlah hal sepele seperti telah mengambil uang negara yang kemudian dibuktikan di Pengadilan.

Namun, Rocky menyebut bahwa definisi Corrupt sendiri sebenarnya adalah merusak, berbuat jahat hingga memanipulatif.

baca juga

“Korupsi itu bukan sekedar mengambil uang lalu dibuktikan di Pengadilan. Corrupt itu dalam Bahasa Inggris artinya merusak, mematahkan, berbuat jahat, manipulative,” urai Rocky.

“Jadi dari segi itu Tindakan Jokowi bahkan sebelum bisa dibuktikan di Pengadilan sudah disebut Corrupt, kan intinya itu,” tambahnya.

Tak hanya itu, Rocky juga menyebut bahwa kehendak Jokowi yang ingin menambah masa jabatan juga termasuk Corrupt.

“Menghendaki penambahan masa jabatan itu juga Corrupt, jadi kebijakan dia itu yang corrupt, jadi itu yang mesti dipahami para pendukung Jokowi,” ucapnya.

“Jadi bagaimana membuktikan korupsi presiden? Ya itu pelanggaran konstitusi, sifat korupsi yang paling tinggi itu,” tandasnya.

Kontributor : Kanita

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sosiolog Bongkar Tujuan Jokowi 'Bekerja' Setelah Lengser: Bukan Post Power Syndrome

Sosiolog Bongkar Tujuan Jokowi 'Bekerja' Setelah Lengser: Bukan Post Power Syndrome

News | Selasa, 14 Januari 2025 | 17:55 WIB

'Masih Bayangkan Jadi Presiden', Rocky Gerung Kritik Jokowi Sibuk Kunjungan Kerja Pasca Lengser

'Masih Bayangkan Jadi Presiden', Rocky Gerung Kritik Jokowi Sibuk Kunjungan Kerja Pasca Lengser

News | Selasa, 14 Januari 2025 | 17:46 WIB

Dendam Kesumat Megawati ke Jokowi Tak Mudah Terobati, Meski Prabowo Jadi Penengah

Dendam Kesumat Megawati ke Jokowi Tak Mudah Terobati, Meski Prabowo Jadi Penengah

News | Selasa, 14 Januari 2025 | 17:33 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×