Trump Ultimatum Hamas, Bebaskan Sandera atau Gencatan Senjata Dibatalkan

Bella

Selasa, 11 Februari 2025 | 10:41 WIB
Trump Ultimatum Hamas, Bebaskan Sandera atau Gencatan Senjata Dibatalkan
Donald Trump [Instagram @realdonaldtrump]

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (12/2) memperingatkan bahwa Hamas harus membebaskan semua sandera yang mereka tahan di Gaza paling lambat Sabtu siang. Jika tidak, ia akan mengusulkan pembatalan gencatan senjata antara Israel dan Hamas serta membiarkan kekacauan terjadi.

Trump mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap keputusan Hamas yang menghentikan pembebasan sandera dan menyatakan bahwa ia ingin semua sandera dikembalikan sekaligus, bukan secara bertahap.

“Menurut saya, jika semua sandera tidak dikembalikan paling lambat Sabtu pukul 12 siang, saya rasa ini saat yang tepat. Saya akan katakan, batalkan saja dan semua taruhan akan batal dan biarkan kekacauan terjadi,” tegasnya saat berbicara di Ruang Oval.

Kondisi di Gaza akibat serangan Israel kepada Hamas. [ANTARA/Anadolu/py/am]
Kondisi di Gaza akibat serangan Israel kepada Hamas. [ANTARA/Anadolu/py/am]

Selain itu, Trump mengancam akan menahan bantuan ke Yordania dan Mesir jika kedua negara tersebut menolak menerima pengungsi Palestina yang direlokasi dari Gaza. Ia dijadwalkan bertemu dengan Raja Yordania Abdullah pada Selasa (13/2) untuk membahas masalah ini.

Di tengah ketegangan ini, muncul kebingungan atas usulan Trump agar AS mengambil alih Gaza setelah pertempuran berakhir. Ia mengusulkan pemukiman kembali 2,2 juta warga Palestina di tempat lain dan menjadikan Gaza sebagai “Riviera Timur Tengah.”

Namun, ia juga menyatakan bahwa warga Palestina tidak akan memiliki hak untuk kembali ke Gaza, berbeda dengan pejabat AS lainnya yang mengindikasikan relokasi hanya bersifat sementara.

Pernyataan ini menuai kritik tajam. Pejabat senior Hamas, Sami Abu Zuhri, menyebutnya sebagai pernyataan yang tidak bertanggung jawab dan memperingatkan bahwa rencana semacam itu dapat memicu eskalasi di kawasan.

Negara-negara Arab, termasuk Mesir dan Yordania, menolak keras gagasan relokasi warga Palestina. Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty mengatakan kepada Senator AS Marco Rubio bahwa negara-negara Arab mendukung Palestina dalam menolak rencana Trump, karena khawatir pemindahan paksa akan mengganggu stabilitas kawasan.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan respons yang lebih fleksibel, dengan menyatakan bahwa warga Palestina dapat kembali ke Gaza setelah wilayah tersebut dibangun kembali.

baca juga

Gencatan senjata yang rapuh antara Israel dan Hamas kini terancam runtuh setelah Hamas menuduh Israel melanggar perjanjian dan menghentikan pembebasan sandera. Jika Trump mendorong pembatalan gencatan senjata, konflik di Gaza berisiko meningkat kembali.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menyatakan bahwa ia ingin membangun komunitas permanen bagi warga Palestina di luar Gaza, dengan membandingkannya sebagai “proyek pengembangan real estat masa depan.” Namun, rencana ini menghadapi penolakan luas dari komunitas internasional yang mengecamnya sebagai upaya pembersihan etnis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buldoser Israel Ratakan Nur Shams, Ribuan Warga Palestina Mengungsi

Buldoser Israel Ratakan Nur Shams, Ribuan Warga Palestina Mengungsi

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 09:14 WIB

AS Desak Israel Patuhi Tenggat Waktu Gencatan Senjata dengan Hizbullah

AS Desak Israel Patuhi Tenggat Waktu Gencatan Senjata dengan Hizbullah

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 09:02 WIB

Israel Langgar Gencatan Senjata, Hamas Hentikan Pembebasan Sandera

Israel Langgar Gencatan Senjata, Hamas Hentikan Pembebasan Sandera

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 08:38 WIB

Kontroversi Rencana Donald Trump: Usulkan Pemindahan Warga Palestina dari Gaza Secara Permanen

Kontroversi Rencana Donald Trump: Usulkan Pemindahan Warga Palestina dari Gaza Secara Permanen

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 07:44 WIB

Israel Lancarkan Serangan Brutal di Kamp Pengungsi Nur Shams

Israel Lancarkan Serangan Brutal di Kamp Pengungsi Nur Shams

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 06:14 WIB

Mantan Menteri Rezim Zionis Serukan Pengusiran Warga Gaza, Sebut Israel Bahan Tertawaan di Timur Tengah

Mantan Menteri Rezim Zionis Serukan Pengusiran Warga Gaza, Sebut Israel Bahan Tertawaan di Timur Tengah

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 04:55 WIB

Trump Ejek Taylor Swift Dicemooh di Super Bowl: MAGA Tidak Pemaaf!

Trump Ejek Taylor Swift Dicemooh di Super Bowl: MAGA Tidak Pemaaf!

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 03:25 WIB

Dari Spiritualitas hingga Solidaritas, "Joyful Ramadan" Wadah Inspirasi Sambut Bulan Suci

Dari Spiritualitas hingga Solidaritas, "Joyful Ramadan" Wadah Inspirasi Sambut Bulan Suci

Lifestyle | Selasa, 11 Februari 2025 | 08:00 WIB

Heboh! Trump Ingin Beli Gaza, Hamas dan Dunia Arab Murka

Heboh! Trump Ingin Beli Gaza, Hamas dan Dunia Arab Murka

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 08:32 WIB

Erdogan: Tidak Ada yang Bisa Mengusir Warga Gaza dari Tanahnya!

Erdogan: Tidak Ada yang Bisa Mengusir Warga Gaza dari Tanahnya!

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 04:05 WIB

Terkini

Persib Kecam Penyerangan Bus EPA U-18 di Batang, Desak Pelaku Diproses Hukum

Persib Kecam Penyerangan Bus EPA U-18 di Batang, Desak Pelaku Diproses Hukum

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:47 WIB

Review Film Animals: Ketika Kursi Politik Lebih Berharga daripada Nyawa Anak Sendiri?

Review Film Animals: Ketika Kursi Politik Lebih Berharga daripada Nyawa Anak Sendiri?

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Gus Lilur Minta KPK Telusuri Dugaan Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Gus Lilur Minta KPK Telusuri Dugaan Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Jatim | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:44 WIB

Nelayan Rugi Bandar dari Ekspor Ilegal Benih Lobster ke Vietnam

Nelayan Rugi Bandar dari Ekspor Ilegal Benih Lobster ke Vietnam

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:42 WIB

Perbedaan HP Garansi Resmi vs Garansi Distributor, Ketahui Risiko dan Kelebihannya

Perbedaan HP Garansi Resmi vs Garansi Distributor, Ketahui Risiko dan Kelebihannya

Tekno | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:42 WIB

Kronologi Lengkap Serangan Bandara Riyadh: Siapa Pelaku Sebenarnya?

Kronologi Lengkap Serangan Bandara Riyadh: Siapa Pelaku Sebenarnya?

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:41 WIB

Mahfud MD: Peradaban Bernegara Dirusak Hanya Karena Meng-Gibran-kan Aturan

Mahfud MD: Peradaban Bernegara Dirusak Hanya Karena Meng-Gibran-kan Aturan

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:41 WIB

Tak Hanya Bersihkan Wajah, Perlindungan dari Sinar UV Juga Penting untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Tak Hanya Bersihkan Wajah, Perlindungan dari Sinar UV Juga Penting untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:37 WIB

RI Punya 465 Juta Benih Lobster per Tahun, Pemerintah Bentuk Satgas Berantas Penyelundupan

RI Punya 465 Juta Benih Lobster per Tahun, Pemerintah Bentuk Satgas Berantas Penyelundupan

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Bantah Selundupkan Pasal Demi Loloskan Gibran, Hasyim: PKPU Berlaku untuk Semua!

Bantah Selundupkan Pasal Demi Loloskan Gibran, Hasyim: PKPU Berlaku untuk Semua!

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:34 WIB

×