AS Desak Israel Patuhi Tenggat Waktu Gencatan Senjata dengan Hizbullah

Bella | Suara.com

Selasa, 11 Februari 2025 | 09:02 WIB
AS Desak Israel Patuhi Tenggat Waktu Gencatan Senjata dengan Hizbullah
Ilustrasi hizbullah (X/@p_alqsa)

Suara.com - Gencatan senjata antara Hizbullah Lebanon dan Israel yang ditengahi oleh Amerika Serikat diharapkan akan dilaksanakan sepenuhnya pada batas waktu yang ditetapkan akhir bulan ini. Kesepakatan yang dimediasi oleh pemerintahan Biden itu mengharuskan Israel menarik pasukannya dari Lebanon dalam waktu 60 hari sejak perjanjian awal pada 26 November 2024.

Pasukan Israel akan digantikan oleh Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF), sementara Hizbullah diwajibkan menarik pejuang dan senjatanya sejauh 20 mil dari perbatasan dengan Israel, di utara Sungai Litani.

Dengan berakhirnya batas waktu perjanjian pada 26 Januari 2025, Amerika Serikat mengumumkan bahwa perpanjangan gencatan senjata sementara diperlukan untuk memastikan Hizbullah tidak dapat mengancam rakyat Lebanon maupun negara-negara tetangganya. Washington pun menetapkan batas waktu baru pada 18 Februari 2025.

Selama kunjungannya ke Beirut pekan lalu, Wakil Utusan Khusus Presiden untuk Perdamaian Timur Tengah, Morgan Ortagus, menegaskan bahwa AS tetap sangat berkomitmen pada tenggat waktu tersebut.

Namun, laporan terbaru pada Senin lalu mengindikasikan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tengah mencari kemungkinan perpanjangan tambahan dari tenggat waktu yang telah ditetapkan.

Meski demikian, Gedung Putih menyatakan bahwa Israel belum secara resmi mengajukan permintaan perpanjangan kedua. Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Brain Hughes, menegaskan bahwa penarikan pasukan Israel tetap sesuai jadwal dan tidak ada permintaan perpanjangan dari pihak Israel.

Sementara itu, pejabat di Beirut memperingatkan bahwa kegagalan Israel untuk menarik diri sebelum tenggat waktu akan menguntungkan Hizbullah. Washington pun mempertahankan sikap tegasnya, khawatir konflik baru dapat meletus antara Hizbullah yang didukung Iran dan Israel yang didukung AS.

Sumber yang mengetahui intelijen AS mengungkapkan bahwa pengerahan LAF di sepanjang perbatasan dengan Israel telah meningkat secara signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Sebagai bagian dari peningkatan pengerahan pasukan yang sejalan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, LAF diperkirakan akan menerima bantuan dari negara-negara Arab dalam beberapa minggu ke depan.

Bantuan ini mencakup truk serbaguna untuk pengamanan perbatasan. Sejak 2006, AS telah menjadi pendukung utama LAF dengan memberikan bantuan lebih dari $2 miliar.

Dominasi Hizbullah di Lebanon serta keterlibatannya dalam perang Yaman untuk mendukung Houthi sebelumnya telah menggagalkan paket bantuan Saudi senilai $3 miliar pada tahun 2016, yang awalnya diperuntukkan bagi LAF dan Pasukan Keamanan Dalam Negeri (ISF).

Namun, setelah kekalahan militer Israel atas Hizbullah tahun lalu, terpilihnya presiden baru di Lebanon bulan lalu, dan pembentukan pemerintahan baru pada Sabtu lalu, masyarakat internasional kembali menunjukkan minatnya untuk mendukung Lebanon.

Menurut laporan Bloomberg, obligasi berdenominasi dolar Lebanon mencapai level tertinggi sejak Maret 2020 minggu ini. Setiap potensi pertempuran atau perang baru dapat mendorong negara yang telah lama bergulat dengan korupsi, ketidakstabilan keuangan, dan isolasi diplomatik akibat Hizbullah, semakin dekat ke jurang kehancuran total.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Langgar Gencatan Senjata, Hamas Hentikan Pembebasan Sandera

Israel Langgar Gencatan Senjata, Hamas Hentikan Pembebasan Sandera

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 08:38 WIB

Bus Berusia 30 Tahun Terjun ke Jurang, 55 Nyawa Melayang

Bus Berusia 30 Tahun Terjun ke Jurang, 55 Nyawa Melayang

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 08:29 WIB

Kontroversi Rencana Donald Trump: Usulkan Pemindahan Warga Palestina dari Gaza Secara Permanen

Kontroversi Rencana Donald Trump: Usulkan Pemindahan Warga Palestina dari Gaza Secara Permanen

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 07:44 WIB

Bangkrut, Quiksilver dan Billabong Bakal Tutup Seluruh Gerai di AS

Bangkrut, Quiksilver dan Billabong Bakal Tutup Seluruh Gerai di AS

Bisnis | Selasa, 11 Februari 2025 | 07:38 WIB

Israel Lancarkan Serangan Brutal di Kamp Pengungsi Nur Shams

Israel Lancarkan Serangan Brutal di Kamp Pengungsi Nur Shams

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 06:14 WIB

Israel Gempur Suriah Lagi, Targetkan Posisi Rezim Assad di Quneitra

Israel Gempur Suriah Lagi, Targetkan Posisi Rezim Assad di Quneitra

News | Senin, 10 Februari 2025 | 20:46 WIB

Mantan Menteri Rezim Zionis Serukan Pengusiran Warga Gaza, Sebut Israel Bahan Tertawaan di Timur Tengah

Mantan Menteri Rezim Zionis Serukan Pengusiran Warga Gaza, Sebut Israel Bahan Tertawaan di Timur Tengah

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 04:55 WIB

Donald Trump Ingin Beli Gaza? Ini Alasan di Baliknya

Donald Trump Ingin Beli Gaza? Ini Alasan di Baliknya

News | Senin, 10 Februari 2025 | 19:50 WIB

Donald Trump 'Ngebet' Ingin Bertemu Vladimir Putin

Donald Trump 'Ngebet' Ingin Bertemu Vladimir Putin

News | Senin, 10 Februari 2025 | 19:26 WIB

Heboh! Trump Ingin Beli Gaza, Hamas dan Dunia Arab Murka

Heboh! Trump Ingin Beli Gaza, Hamas dan Dunia Arab Murka

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 08:32 WIB

Terkini

Cuaca Buruk Hantui Piala Dunia 2026: Panas Terik, Badai Petir Hingga Kualitas Udara Buruk

Cuaca Buruk Hantui Piala Dunia 2026: Panas Terik, Badai Petir Hingga Kualitas Udara Buruk

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:05 WIB

Skakmat Rocky Gerung, Jaksa Ungkap Nadiem Sengaja 'Tutup Telinga' ke Dirjen demi Gol-kan ChromeOS

Skakmat Rocky Gerung, Jaksa Ungkap Nadiem Sengaja 'Tutup Telinga' ke Dirjen demi Gol-kan ChromeOS

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:57 WIB

Balas Rocky Gerung Soal Grup WhatsApp Nadiem, Jaksa: Apa Tak Ada Orang Pintar di Kemendikbudristek?

Balas Rocky Gerung Soal Grup WhatsApp Nadiem, Jaksa: Apa Tak Ada Orang Pintar di Kemendikbudristek?

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:52 WIB

Modus Adonan Tepung, WNA India Sembunyikan Emas Rp700 Juta di Celana Dalam

Modus Adonan Tepung, WNA India Sembunyikan Emas Rp700 Juta di Celana Dalam

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:46 WIB

Sodorkan Konsep MLPR, Pakar UMY Ridho Al-Hamdi Usulkan 'Omnibus Law Politik' yang Terbuka

Sodorkan Konsep MLPR, Pakar UMY Ridho Al-Hamdi Usulkan 'Omnibus Law Politik' yang Terbuka

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:37 WIB

Sebut White Collar Crime, Jaksa Heran Harta Nadiem Naik Rp4,8 T Saat GoTo Rugi

Sebut White Collar Crime, Jaksa Heran Harta Nadiem Naik Rp4,8 T Saat GoTo Rugi

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:36 WIB

Soroti Kematian Anak dan Warga Sipil di Dogiyai, Mahasiswa Papua Ajukan 19 Tuntutan ke Pemerintah

Soroti Kematian Anak dan Warga Sipil di Dogiyai, Mahasiswa Papua Ajukan 19 Tuntutan ke Pemerintah

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:33 WIB

Polda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Jumbo, 20 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Disita

Polda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Jumbo, 20 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Disita

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:25 WIB

Selly Gantina Soroti Temuan 11 Bayi di Sleman, Minta Negara Utamakan Perlindungan Anak

Selly Gantina Soroti Temuan 11 Bayi di Sleman, Minta Negara Utamakan Perlindungan Anak

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:21 WIB

Nama Dirjen Bea Cukai Terseret Kasus Blueray, KPK Diminta Jalankan Perintah Presiden

Nama Dirjen Bea Cukai Terseret Kasus Blueray, KPK Diminta Jalankan Perintah Presiden

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:15 WIB