Hamas Tegaskan Komitmen Gencatan Senjata, Israel Ancam Lanjutkan Operasi Militer

Bella

Jum'at, 14 Februari 2025 | 08:54 WIB
Hamas Tegaskan Komitmen Gencatan Senjata, Israel Ancam Lanjutkan Operasi Militer
Ilustrasi Hamas di Palestina

Suara.com - Kelompok militan Palestina, Hamas, pada Kamis (14/2) menyatakan bahwa krisis yang mengancam kelangsungan gencatan senjata di Gaza dapat dihindari, meskipun terdapat ketidakpastian mengenai jumlah sandera yang akan dibebaskan pada Sabtu serta perselisihan mengenai bantuan kemanusiaan.

Kesepakatan gencatan senjata yang telah berlangsung selama 42 hari nyaris runtuh pekan ini, seiring dengan tuduhan pelanggaran perjanjian dari kedua belah pihak. Perjanjian tersebut sebelumnya ditengahi oleh Mesir dan Qatar dengan dukungan Amerika Serikat.

Hamas Tolak Ancaman Israel dan AS

Dalam pernyataan resminya, Hamas menegaskan tidak ingin gencatan senjata berakhir, tetapi menolak tekanan dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Presiden AS, Donald Trump.

"Hamas menegaskan kembali komitmennya untuk melaksanakan perjanjian sebagaimana yang ditandatangani, termasuk pertukaran tahanan sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan," kata kelompok tersebut dalam pernyataan resmi.

Pemimpin Hamas di Gaza, Khalil al-Hayya, tengah berada di Kairo untuk melakukan perundingan dengan pejabat keamanan Mesir guna mencari solusi atas hambatan yang masih ada.

Namun, ketegangan meningkat setelah Hamas menuduh Israel tidak memenuhi kesepakatan terkait peningkatan bantuan kemanusiaan. Hamas menyatakan bahwa tiga sandera yang dijadwalkan bebas pada Sabtu tidak akan dilepaskan hingga permasalahan ini diselesaikan.

Ancaman Israel

Sebagai respons, Netanyahu menginstruksikan pemanggilan pasukan cadangan dan mengancam akan melanjutkan operasi militer di Gaza jika sandera tidak dibebaskan sesuai jadwal.

Menteri Israel, Avi Dichter, menyatakan bahwa Hamas tidak memiliki pilihan selain menjalankan perjanjian yang telah disepakati. "Ada kesepakatan, mereka tidak bisa memberikan kurang dari yang telah disetujui," ujarnya dalam wawancara radio.

Sementara itu, sumber keamanan Mesir memperkirakan bahwa peralatan konstruksi berat akan masuk ke Gaza pada Kamis. Jika pengiriman ini terlaksana, Hamas diperkirakan akan membebaskan sandera pada Sabtu.

baca juga

Krisis Kemanusiaan di Gaza

Gencatan senjata ini menjadi krusial di tengah krisis kemanusiaan di Gaza. Hamas menyatakan bahwa Israel masih membatasi masuknya tenda, rumah mobil, pasokan medis, bahan bakar, serta alat berat yang diperlukan untuk membersihkan puing-puing.

Salama Marouf, kepala kantor media pemerintah di Gaza, mengatakan bahwa dari 200.000 tenda yang dibutuhkan, baru 73.000 yang masuk. Hingga kini, rumah mobil juga belum mendapat izin dari Israel.

Namun, COGAT, badan militer Israel yang mengawasi pengiriman bantuan, mengklaim bahwa 400.000 tenda telah dikirim, tetapi rumah mobil belum dikirim oleh negara-negara yang menyediakannya.

Pejabat bantuan internasional mengakui bahwa bantuan telah masuk, tetapi tetap menilai jumlahnya jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan jutaan warga Gaza yang terdampak perang.

Kontroversi Pernyataan Trump

Keraguan terhadap keberlanjutan gencatan senjata semakin kuat setelah pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang menyarankan pemindahan warga Palestina dari Gaza untuk mengembangkan wilayah itu sebagai properti tepi laut di bawah kendali AS.

Komentar tersebut menuai kecaman dari dunia Arab dan menambah ketegangan dalam perundingan damai.

Latar Belakang Konflik

Perang di Gaza dipicu oleh serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan lebih dari 250 orang disandera.

Israel merespons dengan serangan udara dan darat yang masif, menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza dan menewaskan lebih dari 48.000 warga Palestina, menurut data pejabat kesehatan setempat.

Saat ini, perundingan tahap kedua yang bertujuan membebaskan sandera yang tersisa serta menarik pasukan Israel dari Gaza mengalami hambatan. Para mediator berharap agar kesepakatan ini tetap berjalan guna menghindari eskalasi konflik lebih lanjut di kawasan Timur Tengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump dan Putin Sepakat Damai Ukraina, Eropa Merasa Dikhianati?

Trump dan Putin Sepakat Damai Ukraina, Eropa Merasa Dikhianati?

News | Jum'at, 14 Februari 2025 | 08:47 WIB

Bisakah Arab Saudi Yakinkan Trump untuk Pulangkan Warga Palestina ke Gaza?

Bisakah Arab Saudi Yakinkan Trump untuk Pulangkan Warga Palestina ke Gaza?

News | Kamis, 13 Februari 2025 | 22:00 WIB

Mesir Siap Kirim Bantuan Rekonstruksi Gaza, Israel Menolak Keras!

Mesir Siap Kirim Bantuan Rekonstruksi Gaza, Israel Menolak Keras!

News | Kamis, 13 Februari 2025 | 20:53 WIB

Erdogan Tegaskan Kemerdekaan Palestina Kunci Stabilitas Timur Tengah

Erdogan Tegaskan Kemerdekaan Palestina Kunci Stabilitas Timur Tengah

News | Kamis, 13 Februari 2025 | 20:19 WIB

Hamas Siap Lanjutkan Kesepakatan Tahanan, Akankah Sandera Israel Dibebaskan?

Hamas Siap Lanjutkan Kesepakatan Tahanan, Akankah Sandera Israel Dibebaskan?

News | Jum'at, 14 Februari 2025 | 04:05 WIB

Mesir dan Qatar Sukses Redam Ketegangan, Hamas Lanjutkan Pembebasan Sandera

Mesir dan Qatar Sukses Redam Ketegangan, Hamas Lanjutkan Pembebasan Sandera

News | Jum'at, 14 Februari 2025 | 04:05 WIB

Trump Janji Akhiri Perang Ukraina 24 Jam, Mungkinkah Terjadi?

Trump Janji Akhiri Perang Ukraina 24 Jam, Mungkinkah Terjadi?

News | Kamis, 13 Februari 2025 | 16:41 WIB

Hizbullah Ancam Serang Jika Israel Tak Angkat Kaki dari Lebanon

Hizbullah Ancam Serang Jika Israel Tak Angkat Kaki dari Lebanon

News | Kamis, 13 Februari 2025 | 16:23 WIB

Hamas Tekan Israel: 801 Truk Bantuan Akhirnya Masuk Gaza

Hamas Tekan Israel: 801 Truk Bantuan Akhirnya Masuk Gaza

News | Kamis, 13 Februari 2025 | 16:11 WIB

Ultimatum Israel: Bebaskan Sandera atau Perang Baru di Gaza!

Ultimatum Israel: Bebaskan Sandera atau Perang Baru di Gaza!

News | Kamis, 13 Februari 2025 | 16:01 WIB

Terkini

Cuma 5 Hari! Diskon Kilat 35% Bakcang Mewah Paradise Dynasty Khusus Nasabah BRI

Cuma 5 Hari! Diskon Kilat 35% Bakcang Mewah Paradise Dynasty Khusus Nasabah BRI

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:48 WIB

Listrik di Batam Tiba-tiba Padam, Bahlil Mengaku Belum Tahu Informasi

Listrik di Batam Tiba-tiba Padam, Bahlil Mengaku Belum Tahu Informasi

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:47 WIB

Kasus Gangguan Jiwa Berat di Kalbar Tembus 4.323, Skizofrenia Mendominasi

Kasus Gangguan Jiwa Berat di Kalbar Tembus 4.323, Skizofrenia Mendominasi

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:45 WIB

Sinopsis Good Night, Dracin Terbaru Kevin Guo dan Zhang Xue Ying di Youku

Sinopsis Good Night, Dracin Terbaru Kevin Guo dan Zhang Xue Ying di Youku

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:45 WIB

BGN Buka Suara soal Anak Panti Asuhan yang Disebut Tak Dapat Makan Bergizi Gratis

BGN Buka Suara soal Anak Panti Asuhan yang Disebut Tak Dapat Makan Bergizi Gratis

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Persija Ikut Bersuara ada Penyerangan Persib U-18, Tegaskan Rivalitas Bukan Alasan Kekerasan

Persija Ikut Bersuara ada Penyerangan Persib U-18, Tegaskan Rivalitas Bukan Alasan Kekerasan

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Cak Ji Sentil Kader PDIP Surabaya: Salah Sedikit, Nama Partai Jadi Taruhan!

Cak Ji Sentil Kader PDIP Surabaya: Salah Sedikit, Nama Partai Jadi Taruhan!

Jatim | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Subsidi Upah Rp900 Ribu Diumumkan Pemerintah, Ini Daftar Penerimanya

Subsidi Upah Rp900 Ribu Diumumkan Pemerintah, Ini Daftar Penerimanya

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:36 WIB

5 Rekomendasi Kulkas 4 Pintu Hemat Listrik Terbaik, Kapasitas Besar untuk Kebutuhan Rumah

5 Rekomendasi Kulkas 4 Pintu Hemat Listrik Terbaik, Kapasitas Besar untuk Kebutuhan Rumah

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:32 WIB

UU Cipta Kerja Diuji di MK, Komnas Perempuan Minta Hakim Gunakan Analisis Hukum Feminis

UU Cipta Kerja Diuji di MK, Komnas Perempuan Minta Hakim Gunakan Analisis Hukum Feminis

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:32 WIB

×