500 Nyawa Melayang! Tersangka Pembantaian Massal Tadamon Akhirnya Diciduk

Aprilo Ade Wismoyo

Rabu, 19 Februari 2025 | 03:10 WIB
500 Nyawa Melayang! Tersangka Pembantaian Massal Tadamon Akhirnya Diciduk
Ilustrasi pembunuhan (freepik)

Suara.com - Kepala Keamanan Damaskus Letnan Kolonel Abdul Rahman Al-Dabbagh mengumumkan pada hari Senin penangkapan seorang tokoh kunci yang terlibat dalam pembantaian tahun 2013 di distrik Tadamon, Damaskus, bersama dengan dua orang lainnya yang berpartisipasi dalam pembunuhan tersebut.

Al-Dabbagh menyatakan bahwa para tersangka mengakui keterlibatan mereka dalam serangkaian kekejaman di daerah tersebut, di mana lebih dari 500 pria dan wanita dieksekusi.

“Setelah pemantauan dan penyelidikan, kami dapat menangkap salah satu penjahat utama yang bertanggung jawab atas pembantaian Tadamon yang telah berlangsung selama 12 tahun di Damaskus,” kata Al-Dabbagh, menurut kantor berita resmi SANA.

“Setelah interogasi awal, kami mengidentifikasi beberapa orang lain yang terlibat dalam pembantaian tersebut dan menangkap dua dari mereka,” tambahnya.

Al-Dabbagh lebih lanjut menyatakan bahwa ketiga tahanan tersebut mengakui keterlibatan mereka dalam kekejaman di Tadamon, di mana lebih dari 500 pria dan wanita dieksekusi tanpa diadili atau didakwa.

"Kami sekarang berkoordinasi dengan pihak berwenang terkait untuk menemukan lokasi pembantaian ini," tegas Al-Dabbagh.

"Kami meyakinkan rakyat Suriah bahwa para penjahat ini tidak akan lolos dari keadilan, dan kami akan berupaya membawa mereka ke pengadilan untuk diadili secara adil," katanya.

Al-Dabbagh tidak mengungkapkan identitas ketiga tahanan tersebut. Namun, SANA kemudian melaporkan bahwa salah satu dari mereka bernama "Monzer Ahmad al-Jazairi" dan bahwa ia telah dirujuk ke pihak berwenang terkait untuk penyelidikan lebih lanjut.

Dalam laporan yang diterbitkan pada 27 April 2022, The Guardian mengungkap rincian pembantaian yang dilakukan oleh pasukan Bashar al-Assad pada 16 April 2013 di distrik Tadamon.

baca juga

Serangan tersebut mengakibatkan kematian sekitar 41 orang, yang kemudian dimakamkan di kuburan massal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emosi Kalah Game Online, Pria Ini Akhiri Nyawa Gadis 11 Tahun

Emosi Kalah Game Online, Pria Ini Akhiri Nyawa Gadis 11 Tahun

News | Selasa, 18 Februari 2025 | 02:15 WIB

Dua Terpidana di AS Segera Dieksekusi Suntik Mati, Salah Satunya Pernah Siksa Bayi

Dua Terpidana di AS Segera Dieksekusi Suntik Mati, Salah Satunya Pernah Siksa Bayi

News | Jum'at, 14 Februari 2025 | 07:40 WIB

Repatriasi Massal Pertama di Al-Arisha: Akankah Disusul Kamp Pengungsian Suriah Lainnya?

Repatriasi Massal Pertama di Al-Arisha: Akankah Disusul Kamp Pengungsian Suriah Lainnya?

News | Kamis, 13 Februari 2025 | 23:35 WIB

Brutal! Pria di Kalideres Tewas Dibacok, Diduga karena Selingkuh dengan Istri Pelaku

Brutal! Pria di Kalideres Tewas Dibacok, Diduga karena Selingkuh dengan Istri Pelaku

News | Kamis, 13 Februari 2025 | 20:45 WIB

Krisis Perumahan dan Pendanaan Ancam Kepulangan Pengungsi Suriah usai Kejatuhan Assad

Krisis Perumahan dan Pendanaan Ancam Kepulangan Pengungsi Suriah usai Kejatuhan Assad

News | Kamis, 13 Februari 2025 | 16:29 WIB

Misteri di Balik Pembunuhan Mengerikan di Jombang, Kepala Korban Ditemukan Terpisah

Misteri di Balik Pembunuhan Mengerikan di Jombang, Kepala Korban Ditemukan Terpisah

News | Kamis, 13 Februari 2025 | 06:10 WIB

Terkini

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:49 WIB

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:00 WIB

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:48 WIB

×