Prancis Tegaskan Hak Ukraina dalam Kesepakatan Perdamaian dengan Rusia

Bella

Kamis, 20 Februari 2025 | 21:24 WIB
Prancis Tegaskan Hak Ukraina dalam Kesepakatan Perdamaian dengan Rusia
Presiden Prancis Emmanuel Macron bersama Presiden Ukraina Zelenskyy. (Instagram)

Suara.com - Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa hak-hak Ukraina serta keamanan Eropa harus diperhitungkan dalam setiap kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Rusia. Pernyataan tersebut disampaikan Macron pada Rabu setelah mengadakan pertemuan dengan para pemimpin dari 19 negara, yang sebagian besar dari Eropa, melalui konferensi video.

"Posisi Prancis dan sekutunya jelas dan bersatu. Kami menginginkan perdamaian abadi di Ukraina," ujar Macron dalam unggahan di platform X.

Reaksi Eropa terhadap Perubahan Kebijakan AS

Pernyataan Macron ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengejutkan Uni Eropa dengan menyatakan kesiapannya untuk kembali berdiplomasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Sikap ini membingungkan banyak negara Eropa dan juga Ukraina, yang telah berjuang selama tiga tahun menghadapi invasi Rusia.

Macron menggelar pertemuan tersebut sebagai respons terhadap apa yang ia sebut sebagai "ancaman eksistensial" dari Rusia terhadap Eropa, terutama setelah perubahan kebijakan AS yang mendadak. Dalam konferensi video tersebut, para pemimpin Eropa menekankan bahwa Ukraina harus diikutsertakan dalam setiap proses perdamaian dan hak-haknya harus dihormati.

"Kami mendukung Ukraina dan akan melaksanakan semua tanggung jawab kami untuk memastikan perdamaian dan keamanan di Eropa," tambah Macron.

Macron dijadwalkan bertemu dengan Presiden Trump di Washington pada awal minggu depan, kemungkinan besar pada Senin. Gedung Putih mengonfirmasi pertemuan tersebut tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dijadwalkan bertemu dengan utusan AS Keith Kellogg pada Kamis. Hal ini terjadi setelah Trump menyebut Zelensky sebagai "diktator" dan menuduh Kyiv telah "memulai" perang, yang mendapat reaksi keras bahkan dari beberapa anggota Partai Republik di AS.

Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, Prancis menjadi salah satu pendukung utama Kyiv di Barat. Macron sebelumnya telah mengadakan pertemuan dengan para pemimpin utama Eropa, termasuk dari Jerman, Inggris, Italia, Polandia, dan Belanda, untuk membahas strategi bersama.

Namun, beberapa negara Eropa seperti Rumania dan Republik Ceko dilaporkan terkejut karena tidak diundang dalam pertemuan awal tersebut. Untuk mengakomodasi lebih banyak pihak, Macron kemudian mengundang pemimpin dari berbagai negara termasuk Lithuania, Siprus, Finlandia, Belgia, Kanada, dan lainnya untuk bergabung dalam konferensi video pada Rabu.

baca juga

Di sisi lain, beberapa negara seperti Hongaria dan Slowakia, yang pemimpinnya dikenal dekat dengan Putin, serta Turki yang berupaya menjadi mediator, tidak masuk dalam daftar peserta pertemuan.

Macron menegaskan bahwa Rusia merupakan ancaman nyata bagi Eropa dan menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pertahanan serta keamanan di benua tersebut.

"Jangan berpikir bahwa hal yang tidak terpikirkan tidak akan terjadi, termasuk yang terburuk," ujarnya dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan pada Selasa.

Macron juga membuka kemungkinan untuk mengirim pasukan ke Ukraina, meskipun hanya dalam jumlah terbatas dan di luar zona konflik. Bersama Inggris, Prancis sedang mempertimbangkan pengiriman ahli atau pasukan dalam kapasitas tertentu guna mendukung Ukraina.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menegaskan bahwa Rusia telah menjadikan Eropa sebagai musuh dan menyatakan bahwa tindakan harus segera diambil untuk melindungi diri dari ancaman yang semakin dekat dengan perbatasan.

Sebagai bagian dari tekanan terhadap Moskow, negara-negara Uni Eropa pada Rabu juga menyepakati putaran baru sanksi terhadap Rusia. Keputusan ini diharapkan dapat mempersempit ruang gerak Kremlin dalam melanjutkan agresinya di Ukraina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tegas! PM Grenada Tuntut Ganti Rugi Perbudakan dari Eropa di Depan Presiden Komisi Eropa

Tegas! PM Grenada Tuntut Ganti Rugi Perbudakan dari Eropa di Depan Presiden Komisi Eropa

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 21:14 WIB

Yunani Desak Eropa Bangun Pertahanan Mandiri, Lepas dari AS!

Yunani Desak Eropa Bangun Pertahanan Mandiri, Lepas dari AS!

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 21:00 WIB

Trump Bela Rusia, Sebut Punya Posisi Kuat Akhiri Perang Ukraina

Trump Bela Rusia, Sebut Punya Posisi Kuat Akhiri Perang Ukraina

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 20:28 WIB

Zelenskyy Bertemu Utusan AS di Tengah Serangan Kritik dari Trump

Zelenskyy Bertemu Utusan AS di Tengah Serangan Kritik dari Trump

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 16:59 WIB

Macron Pimpin Pertemuan Koordinasi Eropa Terkait Ancaman Rusia di Tengah Perubahan Kebijakan AS

Macron Pimpin Pertemuan Koordinasi Eropa Terkait Ancaman Rusia di Tengah Perubahan Kebijakan AS

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 15:40 WIB

Donald Trump: Saya Cinta Ukraina

Donald Trump: Saya Cinta Ukraina

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 13:03 WIB

Donald Trump: Zelenskyy Gagal, Saatnya Gencatan Senjata Rusia-Ukraina

Donald Trump: Zelenskyy Gagal, Saatnya Gencatan Senjata Rusia-Ukraina

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 12:44 WIB

Sinopsis As For Me, Film Romantis Terbaru Ai Hashimoto dan Taishi Nakagawa

Sinopsis As For Me, Film Romantis Terbaru Ai Hashimoto dan Taishi Nakagawa

Your Say | Kamis, 20 Februari 2025 | 19:30 WIB

3 Hal yang Buat Jay Idzes Layak Main di Level yang Lebih Tinggi di Eropa

3 Hal yang Buat Jay Idzes Layak Main di Level yang Lebih Tinggi di Eropa

Your Say | Kamis, 20 Februari 2025 | 10:45 WIB

Trump Sebut Zelensky Diktator, Jerman Meradang!

Trump Sebut Zelensky Diktator, Jerman Meradang!

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 07:07 WIB

Terkini

Meski Harta Ludes Terbakar, Warga Kebayoran Lama Memilih Bertahan demi Menjemput Rezeki

Meski Harta Ludes Terbakar, Warga Kebayoran Lama Memilih Bertahan demi Menjemput Rezeki

News | Rabu, 23 September 2026 | 14:00 WIB

Review Crew Girl: Kisah Perjuangan Atlet Remaja Mempertahankan Impian!

Review Crew Girl: Kisah Perjuangan Atlet Remaja Mempertahankan Impian!

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 14:00 WIB

Bukan Tak Tahu Diri, Ini Alasan Lulusan Kabupaten Berhak Ajukan Gaji Tinggi

Bukan Tak Tahu Diri, Ini Alasan Lulusan Kabupaten Berhak Ajukan Gaji Tinggi

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 13:59 WIB

Kolusikan Senior dan Talenta Muda, VM Pictures Siap Lahirkan Standar Baru Film Indonesia

Kolusikan Senior dan Talenta Muda, VM Pictures Siap Lahirkan Standar Baru Film Indonesia

Entertainment | Rabu, 23 September 2026 | 13:58 WIB

3 Deodoran Lactic Acid yang Ampu Cerahkan Ketiak Hitam, Lengkap dengan Review Pengguna

3 Deodoran Lactic Acid yang Ampu Cerahkan Ketiak Hitam, Lengkap dengan Review Pengguna

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 13:57 WIB

Pemerintah Siapkan Substansi RUU Pemilu, Bima Arya Soroti Soal Suara Terbuang

Pemerintah Siapkan Substansi RUU Pemilu, Bima Arya Soroti Soal Suara Terbuang

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:56 WIB

Ancaman Bom Sidang Majelis Umum PBB, Koper Misterius Ditemukan di Gedung Chrysler

Ancaman Bom Sidang Majelis Umum PBB, Koper Misterius Ditemukan di Gedung Chrysler

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:56 WIB

Sejoli di Medan Diciduk Edarkan Pod Getar asal Malaysia, Disembunyikan di Jam Dinding

Sejoli di Medan Diciduk Edarkan Pod Getar asal Malaysia, Disembunyikan di Jam Dinding

Sumut | Rabu, 23 September 2026 | 13:54 WIB

Tiga Orang Disomasi, Gus Ipul: Jangan Kembangkan Fitnah Apalagi ke NU

Tiga Orang Disomasi, Gus Ipul: Jangan Kembangkan Fitnah Apalagi ke NU

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 13:53 WIB

Yusril Akui Belum Tahu Bechi Bebas Bersyarat, Bakal Koordinasi dengan Kementerian Imipas

Yusril Akui Belum Tahu Bechi Bebas Bersyarat, Bakal Koordinasi dengan Kementerian Imipas

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:52 WIB

×