Pasukan Rusia Rebut Kembali 800 Km Persegi Wilayah dari Ukraina

Bella

Jum'at, 21 Februari 2025 | 04:05 WIB
Pasukan Rusia Rebut Kembali 800 Km Persegi Wilayah dari Ukraina
Ilustrasi - Tank angkatan bersenjata Tajikistan tampak dalam latihan militer gabungan dengan Rusia dan Uzbekistan dekat perbatasan Tajikistan-Afghanistan, Selasa (10/8/2021). ANTARA/REUTERS/Didor Sadulloev/am.

Suara.com - Pasukan Rusia telah merebut kembali lebih dari 800 kilometer persegi wilayah dari Ukraina di wilayah Kursk, Rusia barat. Angka tersebut mencerminkan sekitar 64 persen dari total wilayah yang sebelumnya direbut Ukraina sejak serangan dimulai tahun lalu. Informasi ini disampaikan oleh Kolonel Jenderal Sergei Rudskoi, kepala direktorat operasional utama Staf Umum Rusia.

Dalam wawancara dengan surat kabar Krasnaya Zvezda, Rudskoi menyatakan bahwa Rusia saat ini terus maju di berbagai front, sementara pasukan Ukraina telah terdesak ke posisi bertahan sejak Februari 2024.

Ia menekankan bahwa serangan besar Rusia dalam beberapa bulan terakhir telah berhasil merebut kembali wilayah yang cukup luas.

Rudskoi juga mengungkapkan bahwa Rusia kini menguasai 75 persen wilayah Donetsk, Zaporizhzhia, dan Kherson di Ukraina, serta lebih dari 99 persen wilayah Luhansk. Menurutnya, keempat wilayah tersebut kini secara hukum merupakan bagian dari Rusia dan tidak akan dikembalikan ke Ukraina.

“Tahun lalu adalah titik balik dalam mencapai tujuan kami. Rezim Kyiv tidak akan lagi dapat mengubah situasi secara signifikan di medan perang,” ujar Rudskoi.

Ia juga menyebut bahwa Ukraina kini mengalami kesulitan dalam produksi senjata, peralatan, dan amunisi akibat berkurangnya kapasitas industri militernya, sementara mobilisasi militer dilakukan secara paksa.

Lebih lanjut, Rudskoi menegaskan bahwa masa depan konflik ini tidak lagi bergantung pada Ukraina, tetapi lebih kepada kesediaan negara-negara Barat untuk menyusun arsitektur keamanan Eropa yang memperhitungkan kepentingan Rusia.

Di sisi lain, kebijakan Amerika Serikat terhadap perang ini juga mengalami perubahan signifikan. Presiden AS Donald Trump baru-baru ini menyebut Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebagai seorang diktator dan memperingatkan bahwa Ukraina harus segera mencari solusi damai atau berisiko kehilangan lebih banyak wilayahnya. Pernyataan tersebut semakin memperdalam ketegangan antara kedua pemimpin dan memicu kekhawatiran di kalangan pejabat Eropa.

Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 dalam apa yang disebut Presiden Vladimir Putin sebagai “operasi militer khusus,” perang di Eropa telah mencapai tingkat kehancuran terparah sejak Perang Dunia Kedua. Saat ini, Rusia menguasai hampir seperlima wilayah Ukraina, termasuk Krimea yang telah dianeksasi pada 2014.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Bela Rusia, Sebut Punya Posisi Kuat Akhiri Perang Ukraina

Trump Bela Rusia, Sebut Punya Posisi Kuat Akhiri Perang Ukraina

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 20:28 WIB

Zelenskyy Bertemu Utusan AS di Tengah Serangan Kritik dari Trump

Zelenskyy Bertemu Utusan AS di Tengah Serangan Kritik dari Trump

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 16:59 WIB

Macron Pimpin Pertemuan Koordinasi Eropa Terkait Ancaman Rusia di Tengah Perubahan Kebijakan AS

Macron Pimpin Pertemuan Koordinasi Eropa Terkait Ancaman Rusia di Tengah Perubahan Kebijakan AS

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 15:40 WIB

Trump Klaim Dirinya Cegah Perang Dunia III, Kecam Zelensky "Diktator"

Trump Klaim Dirinya Cegah Perang Dunia III, Kecam Zelensky "Diktator"

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 13:47 WIB

Donald Trump: Saya Cinta Ukraina

Donald Trump: Saya Cinta Ukraina

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 13:03 WIB

Donald Trump: Zelenskyy Gagal, Saatnya Gencatan Senjata Rusia-Ukraina

Donald Trump: Zelenskyy Gagal, Saatnya Gencatan Senjata Rusia-Ukraina

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 12:44 WIB

Indonesia Disorot Dunia Akibat Kebijakan Prabowo Subianto, Disebut Tiru Strategi Donald Trump

Indonesia Disorot Dunia Akibat Kebijakan Prabowo Subianto, Disebut Tiru Strategi Donald Trump

Bisnis | Kamis, 20 Februari 2025 | 11:22 WIB

Putin Sebut Tak Ada yang Mengecualikan Ukraina, Sindir Zelensky: Tidak Perlu Reaksi Histeris

Putin Sebut Tak Ada yang Mengecualikan Ukraina, Sindir Zelensky: Tidak Perlu Reaksi Histeris

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 09:05 WIB

Trump Sebut Zelensky Diktator, Jerman Meradang!

Trump Sebut Zelensky Diktator, Jerman Meradang!

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 07:07 WIB

Trump Sebut Zelensky "Diktator", Ukraina Tetap Ingin Damai dengan Bantuan AS

Trump Sebut Zelensky "Diktator", Ukraina Tetap Ingin Damai dengan Bantuan AS

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 05:39 WIB

Terkini

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

×