Trump Sebut Zelensky "Diktator", Ukraina Tetap Ingin Damai dengan Bantuan AS

Aprilo Ade Wismoyo Suara.Com
Kamis, 20 Februari 2025 | 05:39 WIB
Trump Sebut Zelensky "Diktator", Ukraina Tetap Ingin Damai dengan Bantuan AS
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (Instagram/@zelenskiy_official)

Suara.com - Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan ia akan bertemu utusan AS Keith Kellogg pada hari Kamis dan bahwa ia berharap untuk kerja sama yang "konstruktif" dengan AS, setelah Donald Trump mengecam pemimpin Ukraina tersebut di media sosial.

Zelensky menyampaikan pidatonya kepada warga Ukraina pada Rabu malam dalam video hariannya, beberapa jam setelah Trump mengkritiknya di media sosial, menyebutnya sebagai "diktator" dalam komentar yang menggemakan Kremlin yang telah mengejutkan Eropa dan Kyiv.

"Kami dijadwalkan bertemu dengan Jenderal Kellogg besok, dan sangat penting bagi kami bahwa pertemuan dan kerja sama kami dengan Amerika secara umum bersifat konstruktif," kata Zelensky.

"Bersama dengan Amerika dan Eropa, perdamaian dapat lebih diandalkan, dan ini adalah tujuan kami. Dan yang terpenting adalah bahwa ini bukan hanya tujuan kami, tetapi tujuan bersama dengan mitra kami," tambahnya.

Pemimpin Ukraina itu juga mengatakan bahwa negara-negara paling berkuasa di dunia, yang tampaknya merujuk kepada Trump, menghadapi "pilihan" untuk bersama Kremlin atau berdamai:

"Masa depan bukanlah bersama Putin, tetapi bersama perdamaian. Dan itu adalah pilihan bagi semua orang di dunia -- dan bagi yang berkuasa -- untuk bersama Putin atau berdamai. Kita harus memilih perdamaian. Saya berterima kasih kepada semua orang atas dukungan mereka."

Ia mengatakan bahwa ia "mengandalkan persatuan Ukraina" serta "persatuan Eropa" dan "pragmatisme Amerika."

Zelensky juga mengatakan bahwa Ukraina menginginkan diakhirinya perang sejak "detik pertama" Rusia menginvasi pada Februari 2022 dan bahwa ia menginginkan kesepakatan damai yang akan memastikan Moskow tidak akan menyerang lagi.

"Saya yakin bahwa kita akan mengakhirinya, dan dengan perdamaian yang langgeng. Dan agar Rusia tidak dapat datang ke Ukraina lagi, dan agar warga Ukraina kembali dari penawanan Rusia, dan agar Ukraina memiliki masa depan. Ini adalah keinginan normal setiap negara," katanya.

Baca Juga: Zelenskyy Kecewa Ukraina Tak Dilibatkan dalam Negosiasi Perang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI