Amien Rais Khawatir Prabowo Terpuruk, Sentil Jokowi dan Proyek Ambisius Danantara

Eviera Paramita Sandi

Selasa, 11 Maret 2025 | 09:35 WIB
Amien Rais Khawatir Prabowo Terpuruk, Sentil Jokowi dan Proyek Ambisius Danantara
Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais. (bidik layar video)

Suara.com - Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais bak tak setuju dengan adanya inovasi baru dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, soal Badan Pengelola Investasi Danantara hingga Bank Emas.

Menurut Amien, inovasi baru Presiden Prabowo tersebut merupakan proyek ambisius yang bisa berbuntut pada bencana finansial.

“Inovasi Prabowo yang begitu menggemparkan yakni membentuk Badan Pengelola Investasi BPI, bernama Daya Anagata Nusantara,” ungkap Amien dikutip dari youtubenya, Jumat (8/3/25).

“Baik Danantara ataupun Bank Emas, 2 proyek itu ambisius. Tetapi ada kekhawatiran besar, apakah benar bisa membuahkan kemandirian ekonomi Indonesia, atau justru menjadi ladang baru korupsi elit dan bencana finansial,” tambahnya.

Amien Rais blak-blakan mengatakan bahwa pihaknya kini merasa khawatir dengan masa depan Indonesia di bawah pimpinan Presiden Prabowo.

“Saya khawatir masa depan Indonesia di bawah Prabowo Subianto bisa lebih terpuruk lagi,” ucapnya.

“Tapi mudah-mudahan saya keliru,” sambungnya.

Menurut Amien, kekhawatiran ini lantaran posisi Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) terus mendekat dan menempel pada Presiden Prabowo seolah menjadi partner kerja.

“Masalahnya Mulyono (Jokowi) terus saja menempel melekat dengan Prabowo. Dan cukup jelas dalam partnership Prabowo-Jokowi, Jokowi menjadi partner yang senior,” ungkapnya.

baca juga

“Di bawah Jokowi, buat Prabowo jauh lebih besar, karena Prabowo adalah partner junior,” tambahnya.

Apa Itu Danantara Dan Bank Emas

Sebagai informasi, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) merupakan badan pengelola investasi strategis yang mengonsolidasikan dan mengoptimalkan investasi pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Kata Daya Anagata Nusantara sendiri berasal dari ‘Daya’ yang berarti energi, ‘Anagata’ berarti mada depan, dan ‘Nusantara’ merujuk pada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Danantara Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi aset, menarik investasi global, dan memperkuat daya saing Indonesia di sektor strategis, sehingga menciptakan kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sementara Bank Emas (Bullion bank) ini memungkinkan Masyarakat untuk membeli, menyimpan dan menjual emas secara digital dengan cara yang lebih mudah dan terjangkau.

Tujuan pembentukan Bank Emas ini adalah memberikan akses yang lebih luas bagi Masyarakat dalam berinvestasi emas, yang masih dianggap sulit dijangkau karena kendala biaya penyimpanan yang tinggi.

Melalui Bank Emas ini pemerintah ingin mendorong Masyarakat untuk berinvestasi dalam logam mulia yang lebih aman dan stabil dibandingkan dengan instrument investasi lainnya.

Tujuan Prabowo

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan secara terang-terangan alasannya membentuk Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara.

Ia mengungkapkan hal ini saat menggelar sebuah pertemuan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (7/3/2025) dengan para taipan di Indonesia dan Ray Dalio, investor pendiri Bridgewater Associates yang juga telah ia tunjuk sebagai Dewan Pengawas Danantara.

Prabowo menyebut bahwa, tujuan besar pembentukan Danantara sebagai badan yang konsolidasikan seluruh BUMN ialah untuk melaksanakan perbaikan hingga peningkatan kinerja seluruh aset-aset BUMN yang dikelolanya supaya memberi nilai tambah bagi perekonomi Indonesia.

"Dengan melakukan suatu perbaikan-perbaikan, di mana perlu perbaikan dan kita akui sendiri bahwa kita banyak perlu perbaikan, semuanya supaya kinerja aset-aset kita cukup baik," ujar Prabowo.

Adapun taipan Indonesia yang diundang Prabowo untuk membahas Danantara ini adalah Anthoni Salim (Salim Group), Sugianto Kusuma alias Aguan (Agung Sedayu Group), Prajogo Pangestu (Barito Pacific), Garibaldi 'Boy' Thohir (Alamtri Resources Indonesia/Adaro), Franky Widjaja (Sinar Mas Group), Dato Sri Tahir (Mayapada Group), James Riady (Lippo Group), dan Tomy Winata (Artha Graha Network), Syamsuddin Andi Arsyad atau Haji Isam (Jhonlin Group), dan Chairul Tanjung (CT Group).

Kontributor : Kanita

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bongkar PSN Peninggalan Jokowi, Tindakan Prabowo Bisa Bikin Investor Kabur?

Bongkar PSN Peninggalan Jokowi, Tindakan Prabowo Bisa Bikin Investor Kabur?

News | Selasa, 11 Maret 2025 | 09:27 WIB

PSI Perorangan Disebut Bisa Bikin Jokowi Ketiban Untung, Asal...

PSI Perorangan Disebut Bisa Bikin Jokowi Ketiban Untung, Asal...

News | Selasa, 11 Maret 2025 | 09:30 WIB

Legislator Demokrat Nilai 'Resep' SBY Bangkitkan Ekonomi Layak Diteruskan di Era Prabowo

Legislator Demokrat Nilai 'Resep' SBY Bangkitkan Ekonomi Layak Diteruskan di Era Prabowo

News | Selasa, 11 Maret 2025 | 09:05 WIB

Terkini

Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas

Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:04 WIB

Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI

Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:34 WIB

Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah

Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:02 WIB

AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah

AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:26 WIB

Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol

Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:20 WIB

KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA

KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:44 WIB

GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:22 WIB

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:41 WIB

Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA

Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:28 WIB

Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:24 WIB