Serangan Udara Israel Tewaskan 9 Warga Palestina, Termasuk Dua Wartawan

Bella

Sabtu, 15 Maret 2025 | 22:55 WIB
Serangan Udara Israel Tewaskan 9 Warga Palestina, Termasuk Dua Wartawan
Arsip - Api terlihat menyala melalui jendela Rumah Sakit Kamal Adwan di Beit Lahiya, Jalur Gaza utara, saat operasi militer Israel berlangsung di tengah konflik Israel-Hamas, pada 18 Desember 2024. (Alarabiya)

Suara.com - Setidaknya sembilan warga Palestina, termasuk dua wartawan lokal, tewas dalam serangan udara Israel di kota Beit Lahiya, Gaza utara, pada hari Sabtu.

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa sejumlah orang lainnya terluka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis, akibat serangan yang menghantam sebuah mobil.

Insiden ini terjadi di tengah pembicaraan gencatan senjata antara pemimpin Hamas dan mediator di Kairo, menambah ketegangan di wilayah yang telah lama dilanda konflik.

Menurut pejabat kesehatan yang berbicara kepada Reuters, serangan tersebut mengenai mobil yang membawa korban, baik di dalam maupun di luar kendaraan.

Saksi mata dan rekan jurnalis menyebutkan bahwa orang-orang di dalam mobil sedang menjalankan misi kemanusiaan untuk Yayasan Al-Khair, sebuah badan amal di Beit Lahiya.

Mereka ditemani oleh jurnalis dan fotografer saat serangan terjadi. Media Palestina melaporkan bahwa setidaknya tiga jurnalis lokal termasuk di antara korban tewas, menyoroti risiko yang dihadapi pekerja media di zona konflik.

Militer Israel (IDF) menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan dua individu yang diidentifikasi sebagai “teroris” yang mengoperasikan pesawat tanpa awak (drone) di Beit Lahiya.

Menurut pernyataan resmi IDF, drone tersebut dianggap mengancam pasukan Israel di lapangan.

Militer kemudian melancarkan serangan tambahan terhadap beberapa tersangka lain yang diduga mengumpulkan peralatan drone dan memasuki sebuah kendaraan.

baca juga

Namun, IDF tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai bagaimana mereka menetapkan status teroris pada target atau bukti ancaman spesifik terhadap pasukannya.

Insiden ini menegaskan kerapuhan gencatan senjata yang disepakati pada 19 Januari lalu, yang sempat menghentikan pertempuran skala besar di Jalur Gaza.

Meski demikian, pejabat kesehatan Palestina mencatat bahwa puluhan warga telah tewas akibat serangan Israel sejak kesepakatan itu diberlakukan.

Warga Palestina mengungsi dengan berjalan kaki saat mereka melarikan diri dari bagian utara Gaza, di tengah operasi militer Israel, di Jabalia di Jalur Gaza utara pada tanggal 4 Desember 2024. (Foto arsip: Reuters)
Warga Palestina mengungsi dengan berjalan kaki saat mereka melarikan diri dari bagian utara Gaza, di tengah operasi militer Israel, di Jabalia di Jalur Gaza utara pada tanggal 4 Desember 2024. (Foto arsip: Reuters)

Hamas, dalam pernyataannya, menuduh Israel sengaja melanggar gencatan senjata, menyebutkan bahwa lebih dari 150 warga Palestina telah terbunuh sejak 19 Januari.

Kelompok Islam ini mendesak mediator internasional untuk menekan Israel agar mematuhi kesepakatan dan menyalahkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu atas kebuntuan negosiasi.

Sejak fase pertama gencatan senjata berakhir pada 2 Maret, Israel menolak membuka pembicaraan fase kedua yang menuntut negosiasi untuk mengakhiri perang secara permanen—tuntutan utama Hamas.

Militer Israel berdalih bahwa operasi mereka, termasuk insiden di Beit Lahiya, bertujuan menggagalkan ancaman dari “teroris” yang mendekati pasukan atau menanam bahan peledak di dekat wilayah operasi mereka.

Sementara itu, kepala Hamas di Gaza yang diasingkan, Khalil Al-Hayya, mengunjungi Kairo pada hari Sabtu untuk melanjutkan perundingan gencatan senjata.

Pembicaraan ini bertujuan menyelesaikan ketegangan dengan Israel yang dapat memicu kembalinya pertempuran di Gaza.

Sehari sebelumnya, Hamas menyatakan siap membebaskan Edan Alexander, warga negara ganda Amerika-Israel yang disandera sejak serangan 7 Oktober 2023, asalkan Israel memulai fase kedua negosiasi.

Alexander, prajurit berusia 21 tahun asal New Jersey, menjadi salah satu dari 251 sandera yang ditawan Hamas dalam serangan yang menewaskan 1.200 orang di Israel selatan.

Israel menyebut tawaran Hamas sebagai perang psikologis dan bersikeras memperpanjang fase pertama gencatan senjata, sebuah usulan yang didukung utusan AS, Steve Witkoff.

Namun, Hamas menegaskan bahwa pembebasan sandera hanya akan dilanjutkan pada fase kedua yang mengarah pada akhir perang permanen.

Konflik ini berakar dari serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang memicu respons militer Israel di Gaza.

Hingga kini, lebih dari 48.000 warga Palestina tewas akibat serangan Israel, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sementara wilayah itu hancur lebur.

Tuduhan genosida dan kejahatan perang telah dilontarkan kepada Israel, yang dengan tegas membantahnya. Insiden di Beit Lahiya menjadi pengingat bahwa perdamaian di Gaza masih jauh dari harapan, meski upaya mediasi terus berlangsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tertawa Saat Bahas Situasi Gaza, Menteri Polandia Dicecar Habis-habisan oleh Anggota Parlemen Eropa

Tertawa Saat Bahas Situasi Gaza, Menteri Polandia Dicecar Habis-habisan oleh Anggota Parlemen Eropa

News | Sabtu, 15 Maret 2025 | 11:44 WIB

Hamas Siap Bebaskan Sandera Israel-Amerika dalam Perundingan Gencatan Senjata Gaza

Hamas Siap Bebaskan Sandera Israel-Amerika dalam Perundingan Gencatan Senjata Gaza

News | Jum'at, 14 Maret 2025 | 19:03 WIB

AS dan Israel Bahas Pemindahan Warga Palestina ke Afrika Timur, Sudan Menolak

AS dan Israel Bahas Pemindahan Warga Palestina ke Afrika Timur, Sudan Menolak

News | Jum'at, 14 Maret 2025 | 15:07 WIB

Wartawan Dibakar Hidup-hidup, Keluarga Korban Minta Terdakwa Dihukum Mati

Wartawan Dibakar Hidup-hidup, Keluarga Korban Minta Terdakwa Dihukum Mati

News | Kamis, 13 Maret 2025 | 15:32 WIB

Trump Tegaskan Tak Ada yang Akan Diusir dari Gaza, tapi Sebut Schumer "Palestina"

Trump Tegaskan Tak Ada yang Akan Diusir dari Gaza, tapi Sebut Schumer "Palestina"

News | Jum'at, 14 Maret 2025 | 02:10 WIB

Gawat! ICJ Umumkan Sidang Terbuka soal Kewajiban Israel Atas Palestina, Apa Artinya?

Gawat! ICJ Umumkan Sidang Terbuka soal Kewajiban Israel Atas Palestina, Apa Artinya?

News | Kamis, 13 Maret 2025 | 10:30 WIB

ICC Buru Netanyahu, ICJ Selidiki Genosida: Israel Kembali Putus Listrik Gaza Berpotensi Bencana Kesehatan

ICC Buru Netanyahu, ICJ Selidiki Genosida: Israel Kembali Putus Listrik Gaza Berpotensi Bencana Kesehatan

News | Kamis, 13 Maret 2025 | 07:25 WIB

Penyiksaan, Pemerkosaan, dan Pelecehan: Kesaksian Warga Palestina Mengungkap Kekejaman di Tahanan Israel, PBB Bertindak

Penyiksaan, Pemerkosaan, dan Pelecehan: Kesaksian Warga Palestina Mengungkap Kekejaman di Tahanan Israel, PBB Bertindak

News | Kamis, 13 Maret 2025 | 06:12 WIB

Blokade Gaza: Israel Dituduh Langgar Gencatan Senjata dan Lakukan 'Hukuman Kolektif' pada 2 Juta Warga

Blokade Gaza: Israel Dituduh Langgar Gencatan Senjata dan Lakukan 'Hukuman Kolektif' pada 2 Juta Warga

News | Kamis, 13 Maret 2025 | 06:02 WIB

Israel Dituduh Langgar Gencatan Senjata, 137 Warga Gaza Tewas dalam 10 Hari Terakhir!

Israel Dituduh Langgar Gencatan Senjata, 137 Warga Gaza Tewas dalam 10 Hari Terakhir!

News | Rabu, 12 Maret 2025 | 13:40 WIB

Terkini

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Stagnan, Saatnya Borong atau Tahan Dulu?

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Stagnan, Saatnya Borong atau Tahan Dulu?

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 08:56 WIB

PI Migas Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Pemprov Sulsel dan Wajo Dapat 'Durian Runtuh'

PI Migas Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Pemprov Sulsel dan Wajo Dapat 'Durian Runtuh'

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 08:47 WIB

Lebih dari Sekadar Ilmu, Pengalaman Ini Mengajarkan Generasi Muda Arti Kepedulian

Lebih dari Sekadar Ilmu, Pengalaman Ini Mengajarkan Generasi Muda Arti Kepedulian

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 08:42 WIB

Bisnis Vape di Tengah Isu Narkoba, APVI Minta Penindakan Tepat Sasaran

Bisnis Vape di Tengah Isu Narkoba, APVI Minta Penindakan Tepat Sasaran

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 08:38 WIB

Tuding GMNI Underbow PKI, Kepala Kanwil Kemenag Jatim Dilaporkan ke Bareskrim!

Tuding GMNI Underbow PKI, Kepala Kanwil Kemenag Jatim Dilaporkan ke Bareskrim!

News | Rabu, 23 September 2026 | 08:37 WIB

Bagaimana Cara Menghitung Volume Tabung Jika Hanya Diketahui Keliling Alas dan Tingginya?

Bagaimana Cara Menghitung Volume Tabung Jika Hanya Diketahui Keliling Alas dan Tingginya?

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 08:35 WIB

Shin Oishinbo Resmi Diproduksi, Anime Kuliner Legendaris Kembali

Shin Oishinbo Resmi Diproduksi, Anime Kuliner Legendaris Kembali

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 08:30 WIB

Raih Juara II MTQ Nasional 2026, Bocah asal Siak Dapat Hadiah Umrah

Raih Juara II MTQ Nasional 2026, Bocah asal Siak Dapat Hadiah Umrah

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 08:26 WIB

Terancam Produk Impor, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Hasil Panen

Terancam Produk Impor, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Hasil Panen

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 08:20 WIB

Game Battle Makin Kompetitif, Format VGC 202627 Resmi Digelar di Asia

Game Battle Makin Kompetitif, Format VGC 202627 Resmi Digelar di Asia

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 08:20 WIB

×