Serangan Udara Israel Tewaskan 9 Orang di Gaza, Termasuk Tiga Wartawan

Aprilo Ade Wismoyo

Minggu, 16 Maret 2025 | 16:39 WIB
Serangan Udara Israel Tewaskan 9 Orang di Gaza, Termasuk Tiga Wartawan
Kepala badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, pada Senin (7/10/2024) menggambarkan situasi di Gaza sebagai "terjun bebas ke dalam barbarisme," menyoroti kebutuhan mendesak akan diplomasi dan penghentian kekerasan. /ANTARA/Anadolu/py

Suara.com - Setidaknya sembilan warga Palestina termasuk tiga wartawan lokal tewas pada hari Sabtu dalam serangan udara Israel di kota Beit Lahiya di Gaza utara, kata kementerian kesehatan setempat, saat para pemimpin Hamas mengadakan pembicaraan gencatan senjata dengan para mediator di Kairo.

Beberapa orang terluka parah saat serangan itu mengenai sebuah mobil, dengan korban di dalam dan luar kendaraan, kata pejabat kesehatan kepada Reuters.

Para saksi dan sesama wartawan mengatakan orang-orang di dalam mobil itu sedang dalam misi untuk sebuah badan amal bernama Yayasan Al-Khair di Beit Lahiya, dan mereka ditemani oleh wartawan dan fotografer saat serangan itu mengenai mereka. Setidaknya tiga wartawan lokal termasuk di antara yang tewas, menurut media Palestina.

Ilustrasi militer Israel (Shutterstock).
Ilustrasi militer Israel (Shutterstock).

Militer Israel awalnya mengatakan telah menyerang dua "teroris" yang mengoperasikan pesawat nirawak yang menimbulkan ancaman bagi pasukannya dan beberapa orang yang mengumpulkan peralatan pesawat nirawak tersebut.

Dalam pernyataan lain, mereka menyebutkan enam orang yang dikatakan sebagai anggota kelompok Palestina Hamas dan Jihad Islam yang dikatakan telah tewas dalam insiden itu.

"Beberapa pria bersenjata itu telah beroperasi di bawah kedok wartawan," katanya.

Insiden tersebut menggarisbawahi rapuhnya perjanjian gencatan senjata 19 Januari yang menghentikan pertempuran skala besar di Jalur Gaza. Pejabat kesehatan Palestina mengatakan puluhan orang telah tewas oleh tembakan Israel meskipun ada gencatan senjata.

Salama Marouf, kepala kantor media pemerintah Gaza yang dikelola Hamas, membantah tuduhan tentara.

"Tim tersebut terdiri dari warga sipil dan bekerja di daerah dekat tempat penampungan dalam misi yang disponsori oleh badan amal. Mereka tidak berada di daerah terlarang dan tidak menimbulkan bahaya apa pun bagi tentara pendudukan," kata Marouf dalam sebuah pernyataan.

baca juga
Ledakan terlihat di Quneitra, sisi Suriah pada perbatasan Suriah-Israel dilihat dari wilayah pendudukan Israel, Golan Heights, Israel, Minggu (22/7/2018). (Antara/REUTERS/Ronen Zvulun)
Ledakan terlihat di Quneitra, sisi Suriah pada perbatasan Suriah-Israel dilihat dari wilayah pendudukan Israel, Golan Heights, Israel, Minggu (22/7/2018). (Antara/REUTERS/Ronen Zvulun)

Kebuntuan Gencatan Senjata

Kemudian pada hari Sabtu, petugas medis Gaza mengatakan serangan udara Israel lainnya di kota Juhr Eldeek di Jalur Gaza bagian tengah menewaskan dua warga Palestina. Militer Israel mengatakan tidak mengetahui insiden tersebut.

Hamas menuduh Israel dalam sebuah pernyataan berupaya mengingkari perjanjian gencatan senjata, dengan menyebutkan jumlah warga Palestina yang tewas sejak 19 Januari mencapai 150 orang.

Mereka mendesak para mediator untuk memaksa Israel melanjutkan pelaksanaan perjanjian gencatan senjata bertahap, dan menyalahkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas kebuntuan tersebut.

Menanggapi beberapa insiden yang dilaporkan oleh petugas medis Gaza, militer Israel mengatakan pasukannya telah melakukan intervensi untuk menggagalkan ancaman oleh "teroris" yang mendekati pasukannya atau menanam bom di tanah dekat tempat pasukan beroperasi.

Karena fase pertama gencatan senjata berakhir pada 2 Maret, Israel telah menolak untuk membuka perundingan fase kedua, yang mengharuskannya untuk berunding mengenai akhir perang secara permanen, tuntutan utama Hamas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serangan Udara Israel Tewaskan 9 Warga Palestina, Termasuk Dua Wartawan

Serangan Udara Israel Tewaskan 9 Warga Palestina, Termasuk Dua Wartawan

News | Sabtu, 15 Maret 2025 | 22:55 WIB

Tertawa Saat Bahas Situasi Gaza, Menteri Polandia Dicecar Habis-habisan oleh Anggota Parlemen Eropa

Tertawa Saat Bahas Situasi Gaza, Menteri Polandia Dicecar Habis-habisan oleh Anggota Parlemen Eropa

News | Sabtu, 15 Maret 2025 | 11:44 WIB

Putin Tolak Mentah-Mentah Gencatan Senjata Usulan Trump, Apa Sebabnya?

Putin Tolak Mentah-Mentah Gencatan Senjata Usulan Trump, Apa Sebabnya?

News | Jum'at, 14 Maret 2025 | 22:59 WIB

Hamas Siap Bebaskan Sandera Israel-Amerika dalam Perundingan Gencatan Senjata Gaza

Hamas Siap Bebaskan Sandera Israel-Amerika dalam Perundingan Gencatan Senjata Gaza

News | Jum'at, 14 Maret 2025 | 19:03 WIB

AS dan Israel Bahas Pemindahan Warga Palestina ke Afrika Timur, Sudan Menolak

AS dan Israel Bahas Pemindahan Warga Palestina ke Afrika Timur, Sudan Menolak

News | Jum'at, 14 Maret 2025 | 15:07 WIB

Trump Tegaskan Tak Ada yang Akan Diusir dari Gaza, tapi Sebut Schumer "Palestina"

Trump Tegaskan Tak Ada yang Akan Diusir dari Gaza, tapi Sebut Schumer "Palestina"

News | Jum'at, 14 Maret 2025 | 02:10 WIB

Terkini

Bahlil Beberkan Tahap Kedua Impor Minyak Rusia Berjalan, RI Siapkan Kontrak Jangka Panjang

Bahlil Beberkan Tahap Kedua Impor Minyak Rusia Berjalan, RI Siapkan Kontrak Jangka Panjang

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:00 WIB

APMF 2026 Dorong Industri Bangun Blueprint Baru saat Teknologi dan Perilaku Konsumen Kian Dinamis

APMF 2026 Dorong Industri Bangun Blueprint Baru saat Teknologi dan Perilaku Konsumen Kian Dinamis

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Laga Hidup Mati Piala AFF 2026: 3 Senjata Singapura yang Bisa Kubur Mimpi Timnas Indonesia

Laga Hidup Mati Piala AFF 2026: 3 Senjata Singapura yang Bisa Kubur Mimpi Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Penempatan Dana SAL Perkuat Kapasitas Kredit Produktif BRI

Penempatan Dana SAL Perkuat Kapasitas Kredit Produktif BRI

Jatim | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:49 WIB

Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?

Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:45 WIB

LRT Manggarai dan RS Internasional Jakarta Bakal Dibangun Lewat Obligasi Rp5,2 Triliun

LRT Manggarai dan RS Internasional Jakarta Bakal Dibangun Lewat Obligasi Rp5,2 Triliun

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:43 WIB

Aksi Brutal Tengah Malam, Pria Bersenjata Golok Rusak Fasilitas SPPG di Sukabumi

Aksi Brutal Tengah Malam, Pria Bersenjata Golok Rusak Fasilitas SPPG di Sukabumi

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:43 WIB

Ada Orang Dalam Bandara, Petugas KLIA Teridentifikasi Bantu Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia

Ada Orang Dalam Bandara, Petugas KLIA Teridentifikasi Bantu Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Bukan Sekali! Menhut Raja Juli Sering Ketemu Bupati Kuansing Sebelum Kena OTT

Bukan Sekali! Menhut Raja Juli Sering Ketemu Bupati Kuansing Sebelum Kena OTT

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:42 WIB

PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah

PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah

Surakarta | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:41 WIB

×