Trump Ancam Bom Iran! Reaksi Keras Jika Tolak Negosiasi Nuklir

Aprilo Ade Wismoyo

Selasa, 01 April 2025 | 06:57 WIB
Trump Ancam Bom Iran! Reaksi Keras Jika Tolak Negosiasi Nuklir
Donald Trump (x.com)

Suara.com - Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan bom besar-besaran terhadap Iran jika negara tersebut menolak untuk terlibat dalam perundingan nuklir dengan Amerika Serikat.

Pernyataan ini menjadi ancaman tertinggi Trump terhadap Iran sejak dia menjabat sebagai Presiden AS pada Januari lalu.

"Jika tidak ada kesepakatan, maka akan ada pengeboman. Pengeboman yang belum pernah mereka alami sebelumnya akan terjadi," ucapnya dalam wawancara dengan NBC News pada Minggu (30/3).

Di hari yang sama, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dilaporkan menolak untuk bernegosiasi langsung dengan AS mengenai program nuklir. Ia juga memastikan bahwa Iran telah memberikan tanggapan resmi terhadap surat Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang meminta perundingan langsung. Namun, Pezeshkian menyatakan bahwa mereka tidak menutup kemungkinan untuk melakukan negosiasi secara tidak langsung.

Selama beberapa bulan terakhir, Trump telah berupaya secara terbuka untuk memaksa Iran melakukan negosiasi langsung dan sempat mengisyaratkan akan ada konsekuensi "sangat buruk" jika Iran menolak.

Selama masa kepresidenannya yang pertama, Trump menarik AS dari perjanjian nuklir 2015 antara Iran dan negara-negara besar lainnya, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama. Ia juga memberlakukan kembali berbagai sanksi terhadap Iran.

Meskipun Iran sempat mematuhi kesepakatan itu selama setahun setelah penarikan AS, mereka kemudian mulai mengurangi komitmennya dengan alasan bahwa pihak lain dalam kesepakatan tersebut gagal melindungi kepentingan Iran.

Presiden AS, Donald Trump (Instagram)
Presiden AS, Donald Trump (Instagram)

Trump Beri Waktu Dua Bulan

Trump memberikan waktu dua bulan kepada Iran untuk mencapai kesepakatan nuklir baru melalui surat kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, seperti dilaporkan CNN pada Rabu (19/3).

baca juga

Kepada Fox Business Network di awal bulan Maret, Trump mengaku telah mengirim surat yang mengusulkan negosiasi atas kesepakatan nuklir baru. Ia juga menyatakan di Gedung Putih bahwa AS "sudah mendekati tahap akhir dengan Iran" dan "tidak bisa membiarkan mereka memiliki senjata nuklir."

"Situasi kami dengan Iran adalah bahwa sesuatu akan segera terjadi ... Semoga kami bisa mencapai kesepakatan damai," ujarnya. "Saya lebih memilih kesepakatan damai daripada opsi lain, tetapi opsi lain akan menyelesaikan masalah."

Menurut sumber CNN, surat tersebut disampaikan oleh utusan Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, kepada Presiden Uni Emirat Arab, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, saat kunjungannya ke Abu Dhabi pekan lalu, dan UEA kemudian meneruskannya kepada Iran.

Pada Mei 2018, di masa jabatan pertamanya, AS menarik diri dari Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA), sebuah kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan enam negara besar. Trump kembali memberlakukan sanksi terhadap Iran, yang mendorong negara itu untuk mengurangi beberapa komitmen nuklirnya.

Menanggapi desakan terbaru Trump untuk melakukan negosiasi, Khamenei menyatakan bahwa tekanan dari negara-negara "perundung" untuk mengadakan pembicaraan dengan Iran "bukan untuk menyelesaikan masalah, tetapi untuk mendominasi dan memaksakan kehendak mereka," sebagaimana dilaporkan oleh media pemerintah Iran.

Ilustrasi bendera Iran. (Pixabay)
Ilustrasi bendera Iran. (Pixabay)

Tanggapan Iran

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Iran akan segera memberikan tanggapan atas surat yang dikirim Trump mengenai isu nuklir dua minggu lalu.

Sebelumnya, pada Rabu (19/3), Axios melaporkan, berdasarkan beberapa sumber, bahwa surat Trump kepada Ali Khamenei mencantumkan tenggat waktu dua bulan untuk mencapai kesepakatan nuklir baru.

"Dia (Trump) telah mengirim surat, dan surat itu akan dijawab sebagaimana mestinya... Jawabannya akan diberikan dalam beberapa hari ke depan," ujar Araghchi dalam pidatonya pada perayaan tahun baru 1404 dalam kalender Iran.

Araghchi menyebut bahwa surat Trump lebih bersifat "mengancam," tetapi juga mencakup beberapa "peluang." Ia menegaskan kembali bahwa Teheran tidak akan terlibat dalam negosiasi langsung dengan Washington selama masih ada tekanan, ancaman, dan sanksi yang berlaku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

"Kita Harus Memilikinya!" Trump Kembali Mengincar Greenland, Unggah Video Gaya Dokumenter

"Kita Harus Memilikinya!" Trump Kembali Mengincar Greenland, Unggah Video Gaya Dokumenter

News | Minggu, 30 Maret 2025 | 17:33 WIB

Remaja di AS Dibunuh dan Diperkosa Ayah Kandung, Leher dan Tangan Nyaris Putus!

Remaja di AS Dibunuh dan Diperkosa Ayah Kandung, Leher dan Tangan Nyaris Putus!

News | Jum'at, 28 Maret 2025 | 12:16 WIB

Produsen Otomotif Mulai Khawatir Imbas Tarif Baru Trump, Ekonomi Indonesia Bisa Terdampak?

Produsen Otomotif Mulai Khawatir Imbas Tarif Baru Trump, Ekonomi Indonesia Bisa Terdampak?

Bisnis | Jum'at, 28 Maret 2025 | 11:33 WIB

Donald Trump Ancam Kenaikan Tarif Uni Eropa & Kanada Jika Ogah "Memanjakan" AS

Donald Trump Ancam Kenaikan Tarif Uni Eropa & Kanada Jika Ogah "Memanjakan" AS

Bisnis | Kamis, 27 Maret 2025 | 17:32 WIB

Segini Gaji Kelas Menengah di Amerika Serikat, Minat Ganti Paspor?

Segini Gaji Kelas Menengah di Amerika Serikat, Minat Ganti Paspor?

Bisnis | Kamis, 27 Maret 2025 | 14:29 WIB

Dubes Iran Bongkar Kebohongan Zionis Israel: Isu Syiah-Sunni Hanya Taktik Pecah Belah!

Dubes Iran Bongkar Kebohongan Zionis Israel: Isu Syiah-Sunni Hanya Taktik Pecah Belah!

News | Rabu, 26 Maret 2025 | 21:52 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×