BNPB: Indonesia Negara Nomor 2 Berisiko Bencana Tertinggi di Dunia, Sumbar Waspada Megathrust!

Riki Chandra

Rabu, 07 Mei 2025 | 18:48 WIB
BNPB: Indonesia Negara Nomor 2 Berisiko Bencana Tertinggi di Dunia, Sumbar Waspada Megathrust!
Ilustrasi rawan bencana. [Dok. ChatGPT]

Suara.com - Indonesia kembali ditegaskan sebagai salah satu negara dengan risiko bencana tertinggi di dunia. Berdasarkan laporan Bank Dunia tahun 2019, Indonesia menduduki posisi kedua setelah Filipina.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto saat memberikan kuliah umum di Universitas Andalas (Unand), Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (7/5/2025).

“Indonesia adalah satu dari 35 negara dengan tingkat potensi risiko bencana paling tinggi di dunia,” tegas Letjen TNI Suharyanto.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Letnan Jenderal (Letjen) TNI Suharyanto saat berkunjung ke Unand, Padang, Rabu (7/5/2025). [Dok.Antara/ Muhammad Zulfikar]
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Letnan Jenderal (Letjen) TNI Suharyanto saat berkunjung ke Unand, Padang, Rabu (7/5/2025). [Dok.Antara/ Muhammad Zulfikar]

Peringkat tersebut menunjukkan bahwa wilayah Indonesia secara geografis dan geologis sangat rentan terhadap berbagai jenis bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, hingga banjir dan tanah longsor.

Dalam laporan yang sama, di bawah Indonesia terdapat India, Meksiko, Kolombia, Myanmar, Mozambik, Rusia, Bangladesh, dan China. Sedangkan 10 negara dengan paparan bencana tertinggi meliputi China, Meksiko, Jepang, Filipina, Indonesia, Amerika Serikat, India, Kolombia, Australia, dan Rusia.

Menurut Suharyanto, data ini menjadi pengingat kuat bahwa masyarakat Indonesia harus lebih siap dan sadar terhadap potensi bencana. Terutama di wilayah rawan seperti Sumatera Barat, yang masuk dalam kawasan patahan megathrust, sumber gempa besar yang dapat memicu tsunami dahsyat.

Dalam pemaparannya, Suharyanto juga menyampaikan bahwa BNPB mendukung rencana revisi terhadap Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, karena dinilai perlu menyesuaikan dengan tantangan zaman.

“Mudah-mudahan dalam periode ini, kekurangan yang ada dalam undang-undang itu bisa segera direvisi,” ujarnya.

Selama periode 1 Januari hingga 4 Mei 2025, BNPB mencatat 988 kejadian bencana di Indonesia, dengan jumlah korban meninggal mencapai 165 orang, 20 orang dinyatakan hilang, dan 180 orang mengalami luka-luka. Sebanyak 3.146.674 orang terdampak bencana dengan ribuan lainnya mengungsi.

Sementara itu, kerusakan infrastruktur akibat bencana tak kalah mengkhawatirkan. Tercatat 2.152 rumah rusak berat, 2.728 rusak sedang, dan 9.925 rusak ringan. Selain itu, 78 satuan pendidikan, 58 rumah ibadah, dan sembilan fasilitas kesehatan juga mengalami kerusakan.

Khusus untuk Sumatera Barat (Sumbar), BNPB meminta pemerintah provinsi segera meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, terutama terkait ancaman megathrust. Pemerintah daerah telah menyatakan komitmennya untuk menyelenggarakan pelatihan siaga bencana kepada masyarakat.

“Pemerintah provinsi sudah sepakat akan melakukan pelatihan kepada masyarakat, sehingga apabila bencana itu benar-benar terjadi, mereka sudah mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan,” ujar Suharyanto.

Megathrust sendiri merupakan istilah ilmiah untuk jenis gempa bumi dengan mekanisme patahan naik yang berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

Meski potensinya telah diketahui secara ilmiah, belum ada ilmuwan di dunia yang dapat memastikan kapan gempa megathrust akan terjadi.

“Tidak perlu panik berlebihan. Yang penting adalah kesiapsiagaan. BNPB selalu berkeliling ke berbagai daerah untuk memberikan pemahaman bahwa waktu kejadian megathrust tidak bisa diprediksi. Seperti halnya kematian, kita hanya bisa mempersiapkan diri,” kata Suharyanto.

Langkah mitigasi dinilai menjadi kunci utama dalam menekan angka korban jiwa jika terjadi bencana besar. Edukasi masyarakat terus digencarkan agar mereka memahami tindakan apa yang harus dilakukan dalam situasi darurat.

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Padang Panjang, Suaidi Ahadi, menegaskan bahwa patahan megathrust di wilayah Sumatera Barat berpotensi memicu gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 8,9 yang dapat disertai tsunami. Penjelasan tersebut disampaikan sebagai bagian dari edukasi, bukan untuk menimbulkan ketakutan.

“Kami sampaikan ini agar masyarakat memahami pentingnya mitigasi. Ini bukan untuk menakuti, tapi untuk menyadarkan,” ujarnya.

Dengan potensi yang besar, BNPB menekankan bahwa kesadaran dan kesiapan menjadi satu-satunya cara untuk memperkecil risiko dan dampak bencana. Indonesia sebagai negara dengan risiko bencana tertinggi kedua di dunia tak punya pilihan lain selain membangun budaya siaga dan tangguh bencana sejak dini. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:44 WIB

OMC Tekan Hotspot Karhutla Papua Selatan dari 1.169 Jadi 65 Titik

OMC Tekan Hotspot Karhutla Papua Selatan dari 1.169 Jadi 65 Titik

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:42 WIB

Bibit Siklon 91B Picu Ancaman Banjir dan Longsor, BNPB Beri Imbauan Waspada

Bibit Siklon 91B Picu Ancaman Banjir dan Longsor, BNPB Beri Imbauan Waspada

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Suharyanto Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Dana Bencana

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Suharyanto Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Dana Bencana

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:27 WIB

BNPB Klaim Karhutla Sumatera - Kalimantan Turun dari 1.566 Jadi 359 Hektare

BNPB Klaim Karhutla Sumatera - Kalimantan Turun dari 1.566 Jadi 359 Hektare

Video | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:45 WIB

Malaysia Tawarkan Pesawat dan Teknisi Pemadam Karhutla, BNPB Masih Kaji Kebutuhan Operasi

Malaysia Tawarkan Pesawat dan Teknisi Pemadam Karhutla, BNPB Masih Kaji Kebutuhan Operasi

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:53 WIB

Bukan Sekadar Penerima Bantuan, Penyandang Disabilitas Didorong Jadi Aktor Penanggulangan Bencana

Bukan Sekadar Penerima Bantuan, Penyandang Disabilitas Didorong Jadi Aktor Penanggulangan Bencana

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:11 WIB

KPK Sita Dokumen Proyek Vendor dari Sestama BNPB, Usut Dugaan Konflik Kepentingan!

KPK Sita Dokumen Proyek Vendor dari Sestama BNPB, Usut Dugaan Konflik Kepentingan!

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:13 WIB

Diperiksa KPK, Sestama BNPB Dicecar soal Status Adik Suharyanto hingga Alur Pengadaan

Diperiksa KPK, Sestama BNPB Dicecar soal Status Adik Suharyanto hingga Alur Pengadaan

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:57 WIB

Usai Diperiksa 7 Jam, Sestama BNPB Klaim Serahkan Dokumen ke Penyidik KPK

Usai Diperiksa 7 Jam, Sestama BNPB Klaim Serahkan Dokumen ke Penyidik KPK

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 17:55 WIB

Terkini

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:17 WIB

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum

Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:04 WIB

7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis

7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:01 WIB

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:49 WIB

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Jakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:26 WIB

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

×