CEK FAKTA: Satpol PP Bakal Paksa Warga Ikut Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates, Benarkah?

Riki Chandra

Kamis, 15 Mei 2025 | 20:57 WIB
CEK FAKTA: Satpol PP Bakal Paksa Warga Ikut Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates, Benarkah?
Ilustrasi vaksinasi. [Dok. Antara]

Suara.com - Beredar unggahan di media sosial yang menuding Satpol PP akan memaksa warga ikut vaksinasi TBC Bill Gates.

Narasi tersebut menyebut keterlibatan Satpol PP dalam uji klinis vaksin TBC M72 sebagai bentuk pemaksaan terhadap masyarakat Indonesia.

Klaim tersebut muncul usai kunjungan filantropis dan pendiri Microsoft, Bill Gates, ke Indonesia dan bertemu Presiden Prabowo Subianto.

Unggahan yang menarasikan Satpol PP akan paksa warga ikut vaksinasi TBC Bill Gates. [Dok. Antara]
Unggahan yang menarasikan Satpol PP akan paksa warga ikut vaksinasi TBC Bill Gates. [Dok. Antara]

Berikut narasi yang beredar:

“Hati hati....*INILAH AGENDA MANDATORI VAKSIN 2025 BUATAN BILL GATES YANG DITOLAK OLEH NEGARA2 TAPI DISAMBUT BAIK OLEH PRABOWO... MANTAAAP PAK, JADIKAN RAKYATMU MENJADI KELINCI PERCOBAAN*

Prabowo akan melakukan pemaksaan dengan cara" licik

Agar rakyat tdk bisa melakukan aktivitas jika belum di Vaksin TBC

atau mempersulit kebutuhan rakyat nya jika suntik vaksin TBC blm di lakukan”

Namun, benarkah Satpol PP akan paksa warga ikut vaksinasi TBC Bill Gates?

baca juga

Dalam pertemuan pada 7 Mei 2025 di Istana Merdeka, Presiden Prabowo dan Bill Gates memang membahas uji klinis vaksin TBC M72, yang dikembangkan melalui dukungan Gates Foundation.

Indonesia dipilih sebagai lokasi uji klinis karena memiliki kasus TBC terbanyak kedua di dunia setelah India.

Setiap tahun, Indonesia mencatat sekitar satu juta kasus tuberkulosis dan 125 ribu kematian akibat penyakit ini.

Atas dasar itu, keterlibatan Indonesia dalam uji klinis dinilai strategis, tidak hanya untuk menguji efektivitas vaksin, tetapi juga membuka peluang produksi dalam negeri melalui Bio Farma.

Lantas, benarkah Satpol PP akan memaksa warga mengikuti vaksinasi TBC Bill Gates?

Tudingan tersebut tampaknya keliru. Berdasarkan penelusuran tim Anti Hoaks Antara, unggahan tersebut mengambil potongan berita dari Kumparan secara tidak utuh.

Dalam artikel aslinya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut Satpol PP hanya dilibatkan dalam proses skrining TBC, bukan vaksinasi.

Peran mereka adalah mendukung sosialisasi dan memastikan pasien rutin mengonsumsi obat, bukan untuk memaksa warga menerima suntikan vaksin.

"Pelibatan Satpol PP hanya untuk skrining, bukan untuk vaksinasi. Mereka membantu dalam proses edukasi dan penemuan kasus TBC," ujar Budi Gunadi dalam pernyataannya yang dikutip media.

Langkah ini dilakukan mengingat masih banyak masyarakat yang enggan menjalani pemeriksaan kesehatan, padahal TBC merupakan penyakit menular dengan risiko kematian yang tinggi.

Sementara itu, uji klinis vaksin TBC M72 telah dimulai sejak 3 September 2024 dan dilaksanakan di lima negara, yakni Afrika Selatan, Kenya, Indonesia, Zambia, dan Malawi.

Total partisipan uji klinis mencapai 20.081 orang, dan Indonesia menyumbang 2.095 peserta dari kalangan remaja dan dewasa.

Uji klinis yang berlangsung hingga 2028 ini bertujuan mengevaluasi efektivitas vaksin M72 dalam mencegah TBC paru pada individu dewasa dengan infeksi TB laten.

Vaksin M72 sendiri merupakan satu dari sekitar 15 kandidat vaksin TBC yang tengah dikembangkan secara global dengan dukungan Gates Foundation.

Adapun proses rekrutmen partisipan di Indonesia telah rampung sejak 16 April 2025. Keikutsertaan Indonesia di tahap ini memberikan keuntungan besar, tidak hanya dalam bentuk penguasaan teknologi kesehatan, tetapi juga dalam mempercepat akses terhadap vaksin yang terbukti efektif.

Kementerian Kesehatan pun menegaskan bahwa semua bentuk uji klinis dilakukan secara sukarela. Tidak ada unsur paksaan, dan partisipan harus melalui prosedur persetujuan setelah mendapatkan penjelasan menyeluruh tentang manfaat dan risiko vaksinasi.

Pemerintah juga menegaskan bahwa informasi mengenai Satpol PP akan memaksa warga ikut vaksinasi TBC Bill Gates merupakan hoaks yang dapat menyesatkan masyarakat.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau lebih kritis dalam menerima informasi dan tidak mudah percaya pada unggahan yang belum terverifikasi kebenarannya.

Dengan meningkatnya angka kasus TBC di Indonesia, langkah pencegahan dan deteksi dini menjadi sangat penting.

Keterlibatan berbagai pihak, termasuk Satpol PP, dalam mendukung skrining kesehatan adalah bentuk keseriusan pemerintah menanggulangi penyakit menular ini, bukan untuk memaksakan vaksinasi yang belum disetujui secara massal.

Uji coba vaksin TBC M72 ini sekaligus menandai era baru bagi Indonesia dalam kontribusi global terhadap pengendalian TBC, sebuah langkah penting untuk menyelamatkan jutaan nyawa dan mengurangi beban sistem kesehatan nasional di masa depan.

Kesimpulan

Informasi yang menyebut Satpol PP akan memaksa warga ikut vaksinasi TBC Bill Gates adalah tidak benar dan menyesatkan alias hoaks. Faktanya, Satpol PP hanya dilibatkan dalam proses skrining TBC, bukan vaksinasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Nama Kecil Jokowi Adalah Oey Hong Liong, Ayah Pentolan PKI, Benarkah?

CEK FAKTA: Nama Kecil Jokowi Adalah Oey Hong Liong, Ayah Pentolan PKI, Benarkah?

News | Selasa, 10 Juni 2025 | 07:57 WIB

CEK FAKTA: Lowongan Kerja Relawan Iduladha Bergaji Rp 5 Juta, Benarkah?

CEK FAKTA: Lowongan Kerja Relawan Iduladha Bergaji Rp 5 Juta, Benarkah?

News | Rabu, 04 Juni 2025 | 12:01 WIB

Terkini

Gas Pabrik Bocor di Pasar Rebo, 24 Warga Sesak Napas hingga Dilarikan ke Rumah Sakit

Gas Pabrik Bocor di Pasar Rebo, 24 Warga Sesak Napas hingga Dilarikan ke Rumah Sakit

News | Selasa, 29 September 2026 | 13:49 WIB

Panduan Lengkap Susunan Upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober di Sekolah

Panduan Lengkap Susunan Upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober di Sekolah

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 13:47 WIB

Jerawat dan Bekasnya Hempas! 4 Serum Azeclair Alternatif Kulit Berjerawat

Jerawat dan Bekasnya Hempas! 4 Serum Azeclair Alternatif Kulit Berjerawat

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 13:45 WIB

Angkat Pengeboman Hiroshima, Shim Eun Kyung dan WOODZ Tolak Film Damako

Angkat Pengeboman Hiroshima, Shim Eun Kyung dan WOODZ Tolak Film Damako

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 13:45 WIB

Viral Julurkan Lidah ke Demonstran Hari Tani, Oknum Polisi Bengkulu Dijatuhi Sanksi Disiplin

Viral Julurkan Lidah ke Demonstran Hari Tani, Oknum Polisi Bengkulu Dijatuhi Sanksi Disiplin

News | Selasa, 29 September 2026 | 13:42 WIB

Apakah Kulkas Boleh Dibaringkan saat Pengiriman? Ketahui Panduan Amannya

Apakah Kulkas Boleh Dibaringkan saat Pengiriman? Ketahui Panduan Amannya

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 13:38 WIB

Siap-siap, Tahun Depan Subsidi BBM dan LPG Dipangkas, Penerima Diseleksi Ketat!

Siap-siap, Tahun Depan Subsidi BBM dan LPG Dipangkas, Penerima Diseleksi Ketat!

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 13:34 WIB

Agung Nugroho: Jangan Ada Lagi Warga Pekanbaru yang Tak Punya Rumah

Agung Nugroho: Jangan Ada Lagi Warga Pekanbaru yang Tak Punya Rumah

Riau | Selasa, 29 September 2026 | 13:32 WIB

Segini Kisaran Kompensasi yang Harus Dibayar PSSI Jika Memecat John Herdman Sekarang

Segini Kisaran Kompensasi yang Harus Dibayar PSSI Jika Memecat John Herdman Sekarang

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 13:32 WIB

Menteri Hukum Sambangi Istana, Ungkap Ada Urusan Pemerintahan dan Partai

Menteri Hukum Sambangi Istana, Ungkap Ada Urusan Pemerintahan dan Partai

News | Selasa, 29 September 2026 | 13:32 WIB

×