CEK FAKTA: Heboh Penampakan Anaconda Raksasa Panjang 30 Meter di Sungai Amazon, Benarkah?

Riki Chandra

Jum'at, 16 Mei 2025 | 15:39 WIB
CEK FAKTA: Heboh Penampakan Anaconda Raksasa Panjang 30 Meter di Sungai Amazon, Benarkah?
Ilustrasi ular. [Dok. Antara]

Suara.com - Video bernarasi dan menampakkan ular Anaconda Raksasa di Sungai Amazon, beredar di media sosial. Publik pun gempar dengan penampakan ular tak biasa itu.

Video ular Anaconda Raksasa itu diunggah ke platform X (Twitter), dan telah ditonton lebih dari 12 juta kali serta dibagikan 3.000 kali.

Dalam unggahan itu, disebutkan bahwa ular raksasa tersebut adalah Yacumama, sosok legendaris yang diyakini menghuni Sungai Amazon dengan ukuran yang disebut mencapai lebih dari 30 meter.

Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

“The Yacumama is a giant anaconda from the Amazon, said to reach over 30 meters in length. Allegedly.”

Klaim mengenai ular raksasa di Sungai Amazon ini sontak menimbulkan rasa penasaran publik, terlebih karena bentuk tubuhnya yang begitu besar tampak melintasi aliran sungai dengan mulus.

Tangkapan layar unggahan penampakan Anaconda Raksasa di Sungai Amazon. [Dok. Antara]
Tangkapan layar unggahan penampakan Anaconda Raksasa di Sungai Amazon. [Dok. Antara]

Lantas, benarkah ular tersebut Anaconda raksasa seperti dalam legenda?

Berdasarkan penelusuran tim Anti Hoax Antara, video tersebut ternyata bukan dokumentasi nyata, melainkan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI).

Tim juga menggunakan alat deteksi visual bernama Hive Moderation AI Detector untuk menganalisis video itu.

baca juga

Hasil analisis menunjukkan tingkat keyakinan 99,9 persen bahwa video tersebut adalah hasil rekayasa berbasis AI, atau dikenal dengan istilah deepfake.

Tangkapan layar unggahan penampakan Anaconda Raksasa di Sungai Amazon. [Dok. Antara]
Tangkapan layar unggahan penampakan Anaconda Raksasa di Sungai Amazon. [Dok. Antara]

Artinya, visualisasi ular besar yang terlihat di dalam video bukanlah hasil rekaman dari dunia nyata, melainkan ciptaan digital.

Tak hanya itu, pencarian menggunakan Google Lens juga mengarahkan ke video identik yang diunggah oleh kanal YouTube bernama The AI Vibe.

Tangkapan layar unggahan penampakan Anaconda Raksasa di Sungai Amazon. [Dok. Antara]
Tangkapan layar unggahan penampakan Anaconda Raksasa di Sungai Amazon. [Dok. Antara]

Kanal tersebut memang dikenal menyajikan konten-konten fiksi atau rekayasa visual berbasis AI dengan tema makhluk mitologi dan misteri alam.

Asal Usul Legenda Yacumama

Meski video tersebut terbukti tidak autentik, sosok Yacumama memang dikenal dalam mitologi masyarakat Amazon, khususnya dalam budaya suku Quechua.

Nama "Yacumama" sendiri berarti "Ibu Air", dan digambarkan sebagai ular raksasa dengan panjang hingga 60 meter yang diyakini menjaga sungai serta memiliki kekuatan luar biasa.

Menurut cerita turun-temurun, makhluk ini disebut mampu menelan manusia atau hewan besar hanya dengan menyedot air di sekitarnya.

Legenda ini masih hidup hingga kini dan menjadi bagian penting dari kearifan lokal masyarakat yang tinggal di hutan hujan Amazon.

Beberapa pakar biologi menduga bahwa legenda ini mungkin berakar dari penampakan Anaconda hijau, spesies ular terbesar di dunia yang memang dapat tumbuh hingga panjang lebih dari 6–9 meter.

Dalam kondisi ekstrem dan lingkungan yang mendukung, ukuran ini bisa tampak jauh lebih besar, terlebih jika dilihat dari kejauhan di atas permukaan air.

Selain itu, terdapat juga hewan langka seperti Minhocão, sejenis makhluk tanah mirip cacing raksasa yang dipercaya ada di Brasil dan kerap dikaitkan dengan kemunculan ular-ular raksasa dalam cerita rakyat.

Kesimpulan

Narasi penampakan ular Yacumama raksasa di Sungai Amazon adalah hoaks.

Video yang beredar di media sosial merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI). Tidak ada bukti ilmiah atau dokumentasi valid mengenai keberadaan ular Anaconda sepanjang 30 meter atau makhluk mitologis Yacumama di alam nyata.

Legenda tentang ular raksasa Yacumama di Sungai Amazon memang masih dilestarikan dalam cerita rakyat, namun sejauh ini hanya menjadi bagian dari warisan budaya, bukan fakta ilmiah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Salah! Pendaftaran Bansos Go Digital Rp 1,5 Juta Per Keluarga dari Kemensos

CEK FAKTA: Salah! Pendaftaran Bansos Go Digital Rp 1,5 Juta Per Keluarga dari Kemensos

News | Jum'at, 30 Mei 2025 | 14:19 WIB

CEK FAKTA: Joe Biden Terserang Kanker Gara-gara Vaksin Covid-19, Benarkah?

CEK FAKTA: Joe Biden Terserang Kanker Gara-gara Vaksin Covid-19, Benarkah?

News | Senin, 26 Mei 2025 | 08:42 WIB

CEK FAKTA: TNI Disebut Bantai 1.200 Tentara Israel dalam 24 Jam

CEK FAKTA: TNI Disebut Bantai 1.200 Tentara Israel dalam 24 Jam

News | Sabtu, 24 Mei 2025 | 10:25 WIB

Terkini

Festival Udin 2026, Merawat Ingatan 30 Tahun Kasus Udin

Festival Udin 2026, Merawat Ingatan 30 Tahun Kasus Udin

Jogja | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Enam Saksi Pihak Swasta Diperiksa Terkait Korupsi dan TPPU Febrie Adriansyah

Enam Saksi Pihak Swasta Diperiksa Terkait Korupsi dan TPPU Febrie Adriansyah

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Penuhi Kebutuhan Masyarakat, Mendagri Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa di Pulau Palue

Penuhi Kebutuhan Masyarakat, Mendagri Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa di Pulau Palue

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:44 WIB

Ancaman Delisting WSKT Memang Jadi Risiko Restrukturisasi

Ancaman Delisting WSKT Memang Jadi Risiko Restrukturisasi

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:42 WIB

Diwarnai Ketegangan Dua Kubu, Ribuan Warga Tetap Rebutan Telur Asin & Janur di Sekaten Solo

Diwarnai Ketegangan Dua Kubu, Ribuan Warga Tetap Rebutan Telur Asin & Janur di Sekaten Solo

Surakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:42 WIB

Eiger Nature Megamendung: Pelopor Ekowisata Masa Depan dengan Vibe Swiss di Jantung Bogor

Eiger Nature Megamendung: Pelopor Ekowisata Masa Depan dengan Vibe Swiss di Jantung Bogor

Jabar | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:41 WIB

Skandal Suap BPK Meluas, KPK Endus Pengondisian Audit Tak Hanya di Muara Enim

Skandal Suap BPK Meluas, KPK Endus Pengondisian Audit Tak Hanya di Muara Enim

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:39 WIB

Potret RDF Rorotan, 'Pabrik' yang Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar

Potret RDF Rorotan, 'Pabrik' yang Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar

Foto | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:39 WIB

Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi

Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi

Jogja | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:36 WIB

Menhub Bantah Intimidasi Sopir Bus Kopaja yang Dipesan BEM UI Sebelum Aksi

Menhub Bantah Intimidasi Sopir Bus Kopaja yang Dipesan BEM UI Sebelum Aksi

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:35 WIB

×