Banyak Siswa di Barak Militer Tak Dijemput Orang Tuanya, Ditawarkan Jadi Anak Asuh Dedi Mulyadi

Lintang Siltya Utami

Kamis, 22 Mei 2025 | 14:29 WIB
Banyak Siswa di Barak Militer Tak Dijemput Orang Tuanya, Ditawarkan Jadi Anak Asuh Dedi Mulyadi
Dedi Mulyadi. [Ist]

Suara.com - Para siswa yang sebelumnya masuk ke dalam pendidikan militer kini sudah menyelesaikan seluruh tugas. Murid-murid tersebut kemudian dikembalikan kepada para orang tua masing-masing.

Namun, rupanya tidak seluruh orang tua dapat menjemput anak-anak mereka setelah menjalani pendidikan karakter di barak militer. Program barak militer adalah inisiatif yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk membina remaja yang terlibat perilaku negatif seperti tawuran, narkoba, atau kecanduan gawai.

Tujuan utamanya adalah membentuk karakter, kedisiplinan, dan mental positif melalui pendekatan semi-militer yang melibatkan TNI.

Beberapa orang tua dan pihak terkait mendukung program ini karena dianggap efektif membentuk kedisiplinan dan karakter positif pada remaja, namun Komnas HAM dan KPAI menyatakan bahwa pendekatan militeristik bisa mengarah pada pelanggaran hak anak dan ada kekhawatiran bahwa model ini tidak memperhatikan pendekatan psikologis dan sosial yang lebih ramah anak. Pengamat pendidikan juga menilai ini bisa berdampak pada stigma terhadap anak-anak “bermasalah”.

Dalam cuplikan video yang dibagikan ulang oleh akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall, Dedi Mulyadi terlihat mempersilakan para orang tua untuk mendatangi anak-anak mereka guna dijemput.

Tetapi, rupanya Dedi Mulyadi menyadari tidak semua anak dijemput oleh orang tuanya. Alhasil, ia pun menawarkan anak-anak tersebut untuk menjadi anak asuhnya.

"Kalian yang orang tuanya tidak datang, kamu semua nanti jadi anak saya semuanya," ucapnya.

Dedi Mulyadi terlihat dipeluk oleh sejumlah murid. Ia menanyakan jika anak-anak tersebut ingin tinggal di Bandung, maka Dedi Mulyadi akan mengangkatnya sebagai anaknya dan menyekolahkannya di Kota Kembang tersebut.

Ia menambahkan bahwa dirinya khawatir jika anak-anak yang tak dijemput oleh orang tuanya ini kembali ke rumah asal, maka pendidikan karakter yang dilakukan akan sia-sia.

baca juga

"Kalau kamu bersedia tinggal di Bandung, saya sekolahkan kalian di Bandung semuanya, nggak usah balik ke rumah, saya khawatir kalau balik ke rumah malah nanti berubah lagi. Mau nggak? Mau," sambungnya.

Dedi Mulyadi juga menyebut akan mengurus kepindahan anak-anak tersebut.

"Kamu jadi anak asuh saya semuanya, kamu sekolah disekolahin sama saya di Bandung, nanti diurus kepindahannya, nanti tinggal di Bandung, di Pakuan udah banyak ruang-ruangnya, mau nggak kalian semua? Mau semuanya," imbuhnya lagi.

Dedi Mulyadi lantas meminta tolong kepada Sekretaris Daerah (Sekda) untuk mendata nama-nama murid tersebut.

"Jadi kalian semua nanti didata Pak Sekda, nama-namanya siapa, semuanya jadi anak Dedi Mulyadi semuanya," pungkasnya.

Unghahan itu pun sontak menuai beragam tanggapan dari warganet di dunia maya.

"Berarti anak-anak yang nggak dijemput itu nakal karena lingkungan, terbukti orang tuanya nggak peduli," komentar @rich******

"Sederhana tapi KPAI ngamuk," komentar @indah********

"Jangan-jangan ntar kloter berikutnya malah jadi kesempatan para orang tua untuk buang anaknya sendiri ke Kang Dedi Mulyadi lagi ckckck miris kali orang tua yang nggak mau lihat anaknya berubah jadi sukses nanti," sahut @cpu****

"Lancar rejekinya Kang Dedi, semoga dilindungi Allah SWT, dijauhkan dari orang-orang sirik yang ingin menjatuhkan. Dia bukan gubernurku tapi suka banget kebijakan-kebijakan beliau," sambung @sams*****

"Saran aja pak, orang tua mereka juga harusnya dikasih pembinaan. Banyak anak yang nakal karena di rumah kurang perhatian atau orang tuanya ribut terus, maka jangan hanya dibenahi anaknya. Tapi benahi juga para orang tuanya," timpal @kamila*

Baru-baru ini, Dedi Mulyadi juga berencana memperluas program ini ke orang dewasa yang mengalami masalah sosial seperti kecanduan alkohol dan perilaku menyimpang lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Dedi Mulyadi Sebut Kaum Radikal Ragukan Ijazah Jokowi?

CEK FAKTA: Dedi Mulyadi Sebut Kaum Radikal Ragukan Ijazah Jokowi?

News | Kamis, 22 Mei 2025 | 07:49 WIB

Deretan Momen Viral Dedi Mulyadi, Sekolah Barak Hingga Vasektomi

Deretan Momen Viral Dedi Mulyadi, Sekolah Barak Hingga Vasektomi

News | Rabu, 21 Mei 2025 | 15:52 WIB

Kang Dedi Diminta Bawa Pratama Arhan ke Barak Militer, Ibu Mertua: Malas Salat

Kang Dedi Diminta Bawa Pratama Arhan ke Barak Militer, Ibu Mertua: Malas Salat

Video | Rabu, 21 Mei 2025 | 11:03 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×