Perubahan Iklim Ancam Spesies Burung: Tak Semua Bisa Terbang Migrasi Selamatkan Diri

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 04 Juni 2025 | 17:27 WIB
Perubahan Iklim Ancam Spesies Burung: Tak Semua Bisa Terbang Migrasi Selamatkan Diri
Ilustrasi burung, organ peredaran darah pada burung dan fungsinya (Pixabay)

Suara.com - Perubahan iklim tak lagi menjadi isu masa depan. Ia telah menjadi tantangan besar hari ini—bagi manusia, hewan, dan seluruh ekosistem. Salah satu kelompok yang terdampak serius adalah burung.

Selama ini, burung dikenal sebagai makhluk yang gesit dan adaptif. Mereka bisa bermigrasi jauh ke utara atau ke dataran tinggi untuk mencari tempat yang lebih sejuk. Kemampuan terbang menjadikan mereka dianggap sebagai spesies yang paling siap menghadapi perubahan iklim.

Namun, studi terbaru dari Yale University membalik asumsi tersebut. Burung ternyata tidak seadaptif yang dibayangkan. Kemampuan bermigrasi mereka tidak cukup cepat atau jauh untuk mengimbangi percepatan pemanasan global.

Penelitian ini menganalisis data pergerakan dari 406 spesies burung di Amerika Utara. Selama lebih dari 20 tahun, data dikumpulkan oleh para pengamat burung dan disandingkan dengan catatan suhu lokal. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar burung memang bermigrasi saat musim panas. Mereka berpindah rata-rata sejauh 40 hingga 50 mil ke arah utara atau ke wilayah yang lebih tinggi.

Perpindahan ini membantu mereka menghindari pemanasan sekitar 1,28°C. Namun, itu hanya setengah dari suhu panas yang seharusnya mereka hadapi jika tetap tinggal di habitat asal.

Ilustrasi burung (Pexels/robert james jr.)
Ilustrasi burung (Pexels/robert james jr.)

Masalahnya, perpindahan ini belum cukup. Meskipun telah bermigrasi, burung-burung ini tetap mengalami peningkatan suhu sebesar 1,35°C dibandingkan habitat awal mereka. Artinya, sekalipun telah berusaha menghindar, mereka tetap terdampak.

Situasi semakin memburuk di musim dingin. Saat suhu seharusnya lebih rendah, para burung hanya mampu menghindari sekitar 11% dari pemanasan yang terjadi. Dalam dua dekade terakhir, suhu musim dingin di wilayah yang mereka tempati meningkat hingga 3,7°C.

Profesor Walter Jetz, ahli ekologi dan biologi evolusioner dari Yale sekaligus salah satu penulis studi ini, menyatakan bahwa bahkan spesies yang sangat mobile seperti burung pun tak mampu berpindah cukup cepat untuk menyesuaikan diri. Maka bisa dibayangkan betapa beratnya tantangan yang dihadapi spesies lain yang lebih terbatas mobilitasnya.

“Hal ini menimbulkan kekhawatiran besar terhadap kemampuan spesies lainnya yang pergerakannya lebih terbatas, serta spesies yang kurang dikenal, untuk bertahan hidup di dunia yang makin panas,” ujar Jetz, dikutip dari Yale News.

Meski begitu, ada sebagian kecil burung yang berhasil menghindari dampak terburuk. Contohnya burung warbler bersayap biru. Spesies ini mampu terbang lebih dari 100 mil ke utara dan menghindari pemanasan sebesar dua derajat Celsius dibandingkan jika mereka bertahan di habitat lamanya.

Ilustrasi burung migrasi. [Emmanuel Dunand/AFP]
Ilustrasi burung migrasi. [Emmanuel Dunand/AFP]

Namun tidak semua memiliki keberuntungan serupa. Burung seperti cactus wren, yang hidup di wilayah gurun, tidak bisa berpindah ke iklim yang lebih dingin karena tidak cocok dengan ekosistem baru. Mereka terjebak di habitat yang makin panas dan rentan mati karena tidak dapat beradaptasi.

Studi ini menjadi peringatan penting. Jika burung—makhluk yang bisa terbang bebas—saja kesulitan menghindari dampak perubahan iklim, maka spesies lain yang tidak bisa berpindah sejauh itu berada dalam risiko yang jauh lebih tinggi.

Peneliti utama Jeremy Cohen menegaskan bahwa pemanasan global terjadi lebih cepat dari kemampuan alami banyak spesies untuk menyesuaikan diri. Tanpa intervensi, banyak spesies akan menghadapi krisis eksistensial.

“Dibutuhkan upaya serius untuk memahami dan melindungi spesies yang paling rentan. Terutama mereka yang sangat bergantung pada kondisi geografis dan ekologi tertentu,” ujar Cohen.

Jika tidak, krisis iklim bisa berubah menjadi krisis kepunahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alarm Bahaya dari Kutub: Saat Beruang Kutub Berjuang Melawan Perubahan Iklim

Alarm Bahaya dari Kutub: Saat Beruang Kutub Berjuang Melawan Perubahan Iklim

News | Rabu, 04 Juni 2025 | 11:32 WIB

Terobosan RIPE: Rekayasa Genetika Selamatkan Ketahanan Pangan dari Krisis Iklim?

Terobosan RIPE: Rekayasa Genetika Selamatkan Ketahanan Pangan dari Krisis Iklim?

Your Say | Rabu, 04 Juni 2025 | 11:03 WIB

Kota Masa Depan: Alam, Limbah, dan Aksi Iklim yang Terintegrasi

Kota Masa Depan: Alam, Limbah, dan Aksi Iklim yang Terintegrasi

Your Say | Rabu, 04 Juni 2025 | 09:38 WIB

Terkini

Jadi Kepala Bakom RI, Qodari Ceritakan Detik-detik Ditelepon Seskab Teddy

Jadi Kepala Bakom RI, Qodari Ceritakan Detik-detik Ditelepon Seskab Teddy

News | Senin, 27 April 2026 | 15:30 WIB

Dipanggil ke Istana, Dudung Abdurachman Siap Dilantik: Saya Prajurit, Perintah Presiden Harus Siap

Dipanggil ke Istana, Dudung Abdurachman Siap Dilantik: Saya Prajurit, Perintah Presiden Harus Siap

News | Senin, 27 April 2026 | 15:30 WIB

Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP

Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP

News | Senin, 27 April 2026 | 15:25 WIB

Pemerintah Klaim Kemiskinan Ekstrem Turun: Masih Sisa 2,2 Juta Orang

Pemerintah Klaim Kemiskinan Ekstrem Turun: Masih Sisa 2,2 Juta Orang

News | Senin, 27 April 2026 | 15:23 WIB

Jumhur Hidayat Tiba di Istana Dikabarkan Jadi Menteri LH: Banyak Tugas, Harus Kerja Keras

Jumhur Hidayat Tiba di Istana Dikabarkan Jadi Menteri LH: Banyak Tugas, Harus Kerja Keras

News | Senin, 27 April 2026 | 15:22 WIB

WNA Paruh Baya Ditangkap Polisi Usai Sekap Anak dalam Kamar Hotel Ancol

WNA Paruh Baya Ditangkap Polisi Usai Sekap Anak dalam Kamar Hotel Ancol

News | Senin, 27 April 2026 | 15:17 WIB

Peringatan Hari Otonomi Daerah: Wamendagri Bima Dorong Tata Kelola Pemerintahan Efektif dan Efisien

Peringatan Hari Otonomi Daerah: Wamendagri Bima Dorong Tata Kelola Pemerintahan Efektif dan Efisien

News | Senin, 27 April 2026 | 15:15 WIB

Jenderal Dudung Masuk Kabinet Prabowo Sore Ini? Daftar 6 Orang Reshuffle Menteri

Jenderal Dudung Masuk Kabinet Prabowo Sore Ini? Daftar 6 Orang Reshuffle Menteri

News | Senin, 27 April 2026 | 15:12 WIB

Reshuffle Kabinet: 6 Pejabat yang Diprediksi Masuk Pusaran Pelantikan

Reshuffle Kabinet: 6 Pejabat yang Diprediksi Masuk Pusaran Pelantikan

News | Senin, 27 April 2026 | 15:10 WIB

Cerita Dudung Ngaku Ditelepon Seskab Teddy ke Istana: Saya Prajurit, Harus Siap

Cerita Dudung Ngaku Ditelepon Seskab Teddy ke Istana: Saya Prajurit, Harus Siap

News | Senin, 27 April 2026 | 15:06 WIB