Studi: Bekas Tambang Batu Bara Bisa Diubah Jadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya.

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 19 Juni 2025 | 17:42 WIB
Studi: Bekas Tambang Batu Bara Bisa Diubah Jadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya.
Solar Panel Pabrik Trembesi Milik PT Impack Pratama Industri Tbk

Suara.com - Tambang batu bara yang selama ini identik dengan kerusakan lingkungan dan emisi karbon tinggi kini berpeluang menjadi solusi. Analisis terbaru dari Global Energy Monitor (GEM) membuka kemungkinan besar mengubah tambang yang ditutup menjadi pembangkit listrik tenaga surya.

Konversi ini bukan sekadar ide. Dengan pendekatan yang tepat, bekas tambang dapat menyokong kebutuhan energi bersih dunia secara signifikan.

Para peneliti dari GEM mengidentifikasi 312 tambang batu bara terbuka yang telah ditutup sejak 2020, tersebar di area seluas lebih dari 2.000 kilometer persegi. Lahan-lahan ini bukan hanya terbengkalai, tetapi juga menyimpan potensi besar untuk transformasi energi. Selain itu, lebih dari 3.700 kilometer persegi tambahan diperkirakan akan ditinggalkan sebelum tahun 2030 karena cadangan batu bara habis.

Jika dikonversi seluruhnya menjadi ladang tenaga surya, total 5.820 kilometer persegi lahan bekas tambang dapat menghasilkan hampir 300 GW energi terbarukan. Ini setara dengan sekitar 15 persen dari kapasitas tenaga surya global saat ini.

Ilustrasi tambang batu bara. [Istimewa]
Ilustrasi tambang batu bara. [Istimewa]

“Warisan batu bara sudah terukir di tanah ini, tetapi warisan itu tidak harus menentukan masa depan,” ujar Cheng Cheng Wu, manajer proyek Energy Transition Tracker di GEM.

Potensi tersebut tersebar di negara-negara produsen batu bara utama seperti Tiongkok, Australia, Indonesia, dan India. Dari keempatnya, Tiongkok memimpin dengan 90 proyek konversi tambang yang telah selesai dan 46 proyek lainnya dalam proses pembangunan. Total kapasitas yang telah dikembangkan mencapai 14 GW. Negara-negara lain pun mulai bergerak.

Yunani menjadi contoh menarik dari kawasan Eropa. Negara ini dinilai sangat cocok untuk transisi karena memiliki potensi tenaga surya rata-rata sebesar 4,45 kW/m² dan komitmen untuk menghentikan batu bara pada 2026.

Di Makedonia Barat, bekas tambang lignit terbuka Amynteo kini mulai diisi dengan panel surya. Bahkan, skema pemulihan nasional Yunani 2.0 telah mengalokasikan €175 juta untuk mendukung proyek serupa.

Selain sebagai strategi iklim, transisi ini juga menawarkan manfaat ekonomi dan sosial.

baca juga

“Memperoleh lahan untuk proyek energi terbarukan sering kali menimbulkan konflik,” kata Hailey Deres, peneliti di GEM.

Bekas tambang, yang umumnya merupakan lahan terdegradasi, menawarkan alternatif yang lebih minim gesekan. Alih-alih membangun di lahan produktif atau permukiman, energi surya bisa dikembangkan di lokasi yang sebelumnya mencemari.

“Penggunaan kembali tambang untuk pengembangan tenaga surya menawarkan peluang langka untuk menyatukan pemulihan lahan, penciptaan lapangan kerja lokal, dan penggunaan energi bersih dalam satu strategi,” imbuh Wu. “Dengan pilihan yang tepat, lahan yang sama yang menggerakkan era industri dapat membantu menggerakkan solusi iklim yang kini sangat kita butuhkan.”

Secara global, konversi ini diperkirakan dapat menciptakan lebih dari 577.000 lapangan kerja, 259.700 di antaranya bersifat permanen. Jumlah itu bahkan melampaui proyeksi kehilangan pekerjaan di sektor batu bara global hingga 2035. Artinya, transisi energi tidak harus menanggalkan kesejahteraan.

Tambang batu bara yang lama dibiarkan biasanya menjadi luka di lanskap, namun pendekatan ini memberi alasan ekonomis untuk reklamasi. Hal ini mendorong pembersihan dan pemanfaatan kembali lahan yang sebelumnya ditinggalkan begitu saja.

"Kita telah melihat apa yang terjadi di komunitas batu bara ketika perusahaan bangkrut, memecat para pekerja, dan meninggalkan kekacauan," kata Ryan Driskell Tate, direktur asosiasi di GEM.

Namun kini, tantangan itu berubah menjadi peluang.

“Ladang batu bara yang ditambang menyimpan potensi besar untuk mendukung masa depan energi bersih. Hal itu sudah terjadi. Kita hanya perlu campuran insentif yang tepat untuk membuat orang bekerja membangun pembangkit listrik tenaga surya generasi berikutnya di wilayah batu bara.”

Transformasi ini bukan sekadar tentang mengurangi emisi. Ini tentang membangun kembali, dari bekas luka lingkungan menjadi pijakan masa depan yang berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Potensi Energi Surya di Lahan Bekas Tambang Indonesia Sangat Besar, Tapi Masih Belum Dimaksimalkan

Potensi Energi Surya di Lahan Bekas Tambang Indonesia Sangat Besar, Tapi Masih Belum Dimaksimalkan

News | Kamis, 19 Juni 2025 | 12:33 WIB

Empat Izin Tambang Raja Ampat Sudah Dicabut, Pandji Pragiwaksono Ingatkan Waspada Provokator

Empat Izin Tambang Raja Ampat Sudah Dicabut, Pandji Pragiwaksono Ingatkan Waspada Provokator

Entertainment | Rabu, 18 Juni 2025 | 22:55 WIB

Ramai Eksplorasi Nikel Raja Ampat, Pandji Pragiwaksono Sebut Boleh Saja Asalkan Bukan di Geopark

Ramai Eksplorasi Nikel Raja Ampat, Pandji Pragiwaksono Sebut Boleh Saja Asalkan Bukan di Geopark

Entertainment | Rabu, 18 Juni 2025 | 18:00 WIB

Terkini

Penembak Jitu dan Bom Israel Incar Anak-anak di Gaza yang Berangkat ke Sekolah

Penembak Jitu dan Bom Israel Incar Anak-anak di Gaza yang Berangkat ke Sekolah

News | Minggu, 08 November 2026 | 15:05 WIB

Usut Dalang Penyadapan Ilegal Presiden, Komisi III Panggil Kapolri Kamis Pekan Depan

Usut Dalang Penyadapan Ilegal Presiden, Komisi III Panggil Kapolri Kamis Pekan Depan

News | Minggu, 08 November 2026 | 14:57 WIB

Soroti Disharmoni Putusan Bawaslu dan MK, APHTN-HAN Usulkan Mekanisme Baru Sengketa Pemilu

Soroti Disharmoni Putusan Bawaslu dan MK, APHTN-HAN Usulkan Mekanisme Baru Sengketa Pemilu

Sumbar | Minggu, 08 November 2026 | 14:57 WIB

9 Sunscreen SPF 50 untuk Wajah Usia 40 Tahun ke Atas agar Awet Muda

9 Sunscreen SPF 50 untuk Wajah Usia 40 Tahun ke Atas agar Awet Muda

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 14:55 WIB

Harga Sebuah Stempel

Harga Sebuah Stempel

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 14:54 WIB

Bosan Kulit Kusam? Coba 4 Serum Bi-Phase yang Bikin Wajah Auto-Glowing Ini!

Bosan Kulit Kusam? Coba 4 Serum Bi-Phase yang Bikin Wajah Auto-Glowing Ini!

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 14:40 WIB

Cara Mengubah Foto ke PDF Lewat HP Tanpa Aplikasi, Praktis dan Cepat

Cara Mengubah Foto ke PDF Lewat HP Tanpa Aplikasi, Praktis dan Cepat

Tekno | Minggu, 08 November 2026 | 14:39 WIB

Helikopter Pemadam Karhutla Jatuh di Kalsel, Begini Kondisi Tiga Kru

Helikopter Pemadam Karhutla Jatuh di Kalsel, Begini Kondisi Tiga Kru

News | Minggu, 08 November 2026 | 14:39 WIB

Kereta KRL Buatan INKA Beroperasi 1 Desember, Bisa Kurangi Desak-desakan?

Kereta KRL Buatan INKA Beroperasi 1 Desember, Bisa Kurangi Desak-desakan?

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 14:35 WIB

Kenapa NIK Tidak Terdaftar di Dukcapil? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa NIK Tidak Terdaftar di Dukcapil? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 14:31 WIB

×