Potensi Energi Surya di Lahan Bekas Tambang Indonesia Sangat Besar, Tapi Masih Belum Dimaksimalkan

M. Reza Sulaiman

Kamis, 19 Juni 2025 | 12:33 WIB
Potensi Energi Surya di Lahan Bekas Tambang Indonesia Sangat Besar, Tapi Masih Belum Dimaksimalkan
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di lahan bekas tambang (Tom Fisk/Pexels)

Suara.com - Indonesia menduduki peringkat kedua secara global dalam hal potensi pengembangan energi surya di lahan bekas tambang dan area tidak terpakai, dengan kapasitas mencapai 59,45 gigawatt (GW).

Namun, dari angka masif ini, baru sekitar 600 megawatt (MW) yang direncanakan untuk dikembangkan, mencerminkan kesenjangan besar antara potensi dan realisasi.

Laporan terbaru dari Global Energy Monitor (GEM) berjudul “Bright Side of the Mine: Solar’s Opportunity to Reclaim Coal’s Footprint” mengungkap bahwa terdapat 446 lokasi tambang batu bara di dunia seluas 5.820 kilometer persegi yang bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Jika dikonversi, kawasan ini berpotensi menyumbang hampir 300 GW energi surya—setara dengan 15 persen kapasitas PLTS global saat ini.

Indonesia, yang menjadi salah satu negara produsen batu bara terbesar dunia, memiliki 1.190 kilometer persegi lahan bekas tambang yang diperkirakan akan ditutup hingga 2030, khususnya di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

Jika lahan ini dioptimalkan untuk PLTS, maka total kapasitas yang dihasilkan bisa mencapai 59,45 GW—jumlah yang cukup untuk menyuplai listrik bagi puluhan juta rumah tangga.

Peluang Hijau di Atas Jejak Hitam

Menurut Cheng Cheng Wu, Manajer Proyek Energy Transition Tracker di GEM, transisi dari tambang batu bara menuju energi surya sedang berlangsung dan menjadi peluang besar di negara-negara penghasil batu bara seperti Australia, Amerika Serikat, Indonesia, dan India.

“Lahan bekas tambang sering kali dekat dengan infrastruktur listrik dan memiliki tenaga kerja lokal yang siap dilibatkan. Hal ini menjadikannya lokasi ideal untuk pembangunan PLTS,” ujarnya melansir ANTARA, Kamis (19/6/2025).

baca juga

Transformasi ini juga dinilai dapat mengurangi dampak lingkungan dari industri ekstraktif. Lahan bekas tambang umumnya rusak dan tidak produktif, namun bisa dipulihkan dengan menjadikannya tempat pembangunan infrastruktur energi terbarukan. Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mencapai netral karbon pada 2060.

Proyek Masih Mandek

Sayangnya, implementasi di lapangan belum secepat potensi yang tersedia. PT Bukit Asam Tbk, misalnya, telah mengumumkan proyek PLTS di tiga lokasi bekas tambang—Sumatera Barat (200 MW), Sumatera Selatan (200 MW), dan Kalimantan Timur (30 MW)—sejak 2021. Namun hingga kini, proyek-proyek tersebut belum menunjukkan perkembangan signifikan.

“Tanpa adanya dorongan kebijakan yang kuat dan strategi investasi yang inklusif, peluang ini bisa kembali menguap,” kata Ryan Driskell Tate, Direktur Asosiasi di GEM.

Ia menekankan pentingnya pelibatan komunitas lokal dalam transisi ini, terutama untuk mencegah terulangnya nasib komunitas batu bara yang kerap terpinggirkan setelah penutupan tambang.

Pekerjaan Hijau di Masa Depan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bank Dunia Kucurkan Utang Buat RI Rp34,6 Triliun

Bank Dunia Kucurkan Utang Buat RI Rp34,6 Triliun

Bisnis | Selasa, 17 Juni 2025 | 12:55 WIB

Krisis Pabrik Kertas Jerman: Perubahan Iklim Jadi Biang Kerok, Energi Hijau Jadi Penyelamat?

Krisis Pabrik Kertas Jerman: Perubahan Iklim Jadi Biang Kerok, Energi Hijau Jadi Penyelamat?

Video | Selasa, 17 Juni 2025 | 17:01 WIB

Kantongi Laba Rp 49,5 T, Pertamina Dituntut Genjot Inovasi Demi Transisi Energi

Kantongi Laba Rp 49,5 T, Pertamina Dituntut Genjot Inovasi Demi Transisi Energi

Bisnis | Jum'at, 13 Juni 2025 | 18:00 WIB

Terkini

Pendidikan Gratis di PTN Makin Serius Dikaji, Prabowo Bentuk Tim Khusus

Pendidikan Gratis di PTN Makin Serius Dikaji, Prabowo Bentuk Tim Khusus

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:26 WIB

6 Rekomendasi Vitamin Terbaik untuk Daya Tahan Tubuh, Biar Nggak Gampang Drop!

6 Rekomendasi Vitamin Terbaik untuk Daya Tahan Tubuh, Biar Nggak Gampang Drop!

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 21:23 WIB

Siasati Pipa Uzur Ibu Kota, PAM JAYA Berburu Skema Pendanaan Kreatif di Pentas Global

Siasati Pipa Uzur Ibu Kota, PAM JAYA Berburu Skema Pendanaan Kreatif di Pentas Global

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:11 WIB

KPU Bantah Syarat Pendidikan Gibran Cacat Hukum

KPU Bantah Syarat Pendidikan Gibran Cacat Hukum

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:09 WIB

Laba Operasional BABY Meledak 271%, Integrasi MTI-EGI Baru 56%

Laba Operasional BABY Meledak 271%, Integrasi MTI-EGI Baru 56%

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 21:05 WIB

Ombudsman Temukan Bangunan Khusus di Lapas Cibinong, Fasilitas Disebut seperti Apartemen

Ombudsman Temukan Bangunan Khusus di Lapas Cibinong, Fasilitas Disebut seperti Apartemen

Video | Rabu, 23 September 2026 | 21:05 WIB

Gugatan Soal Ijazah Gibran ke MK Disebut Masuk Kategori Permohonan Pemakzulan

Gugatan Soal Ijazah Gibran ke MK Disebut Masuk Kategori Permohonan Pemakzulan

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:01 WIB

DPR Restui KAI Impor Kereta Bekas untuk KRL Jabodetabek

DPR Restui KAI Impor Kereta Bekas untuk KRL Jabodetabek

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:52 WIB

Donald Trump Serang Jurnalis Saat Sidang Umum PBB: Anda Seharusnya Tak Ada di Sini

Donald Trump Serang Jurnalis Saat Sidang Umum PBB: Anda Seharusnya Tak Ada di Sini

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:45 WIB

Masuk 100 Perusahaan Terbesar Fortune Indonesia, InJourney Raih Fastest Growing by Growth in Profit

Masuk 100 Perusahaan Terbesar Fortune Indonesia, InJourney Raih Fastest Growing by Growth in Profit

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 20:33 WIB

×