Ungkap Motif Serangan Bom AS ke Iran, Gus Ulil Malah Diledek: Apakah Trump Wahabi Nuklir?

Agung Sandy Lesmana

Selasa, 24 Juni 2025 | 10:38 WIB
Ungkap Motif Serangan Bom AS ke Iran, Gus Ulil Malah Diledek: Apakah Trump Wahabi Nuklir?
Ungkap Motif Serangan Bom AS ke Iran, Gus Ulil Malah Diledek: Apakah Trump Wahabi Nuklir? (tangkapan layar/ist)

Suara.com - Ketua Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), Ulil Abshar Abdalla alias Gus Ulil ikut menyoroti soal serangan yang dilakukan militer Amerika Serikat terhadap sejumlah fasilitas yang diduga menjadi markas nuklir di Iran. Serangan bom yang diperintahkan oleh Presiden AS, Donal Trump dinilai tidak akan berdampak terhadap ekskalasi konflik antara Iran dan Israel.

Pernyataan itu disampaikan Gus Ulil lewat cuitan di akun X pribadinya pada Senin (23/6/2025) kemarin. Dalam cuitannya itu, Gus Ulil menyoroti tanggapan dari berbagai analis terkait serangan bom AS kepada Iran.

"Banyak analisis di X yang menyatakan bahwa pemboman Amerika atas fasilitas nuklir di Fordow dan dua tempat lain di Iran tidak membawa dampak yang cukup fatal," ungkap Gus Ulil dikutip Suara.com pada Selasa (24/6/2025).

Gus Ulil juga mengungkap soal motif di balik serangan bom militer AS yang menyasar lokasi fasilitas nuklir milik Iran. Menukil berbagai pendapat analis, lanjut Ulil serangan itu hanya sebagai gertakan AS kepada Iran.

Ketua PBNU, Ulil Abshar Abdalla alias Gus Ulil. [X]
Ketua PBNU, Ulil Abshar Abdalla alias Gus Ulil. [X]

"Bahkan sebagian analisis berspekulasi bahwa hulu ledak nuklir sudah dipindahkan terlebih dulu sebelum pesawat B2 Amerika meledakkan tempat-tempat itu. Karena itu, ada sebagian kalangan yang menyatakan bahwa tindakan Amerika ini hanya “performative” atau “theatrical” saja," ujarnya.

Gus Ulil juga mengaku sepakat dengan pendapat pemilik akun X, @thinking_panda terkait spekulasinya soal tindakan Presiden Trump hanya ingin agar Israel tidak seolah-olah kalah berperan dari Iran. Lewat cuitannya, Gus Ulil juga menyoroti sejarah Iran yang sebelumnya berperang dengan Irak.

Cuitan Ketua PBNU Ulil Abhsar Abdalla soal serangan bom AS ke Iran. (tangkapan layar/X)
Cuitan Ketua PBNU Ulil Abhsar Abdalla soal serangan bom AS ke Iran. (tangkapan layar/X)

"Seperti ditulis dalam cuitan di bawah ini, pemboman ini mungkin dimaksudkan oleh Trump untuk memberikan alasan bagi Netanyahu untuk menghentikan perang tanpa harus melemparkan handuk putih alias menyerah," tulis Gus Ulil.

"Tampaknya Netanyahu tidak mampu lagi meneruskan perang ini dalam waktu lama. Israel belum pernah terlibat dalam “war of attrition” yg panjang seperti dialami oleh Iran saat perang dengan Iraq selama delapan tahun," pungkas Gus Ulil.

Sontak cuitan Gus Ulil soal agresi militer AS kepada Iran disorot kalangan netizen hingga menuai beragam komentar. Namun, tak sedikit netizen yang justru menyindir sikap Gus Ulil yang sebelumnya ramai disorot karena menuding aktivis lingkungan yang menolak tambang nikel di Raja Ampat mirip dengan wahabi.

baca juga

Diketahui, Tudingan soal 'wahabi lingkungan' itu terjadi saat Gus Ulil menjadi narasumber dalam sebuah talkshow yang digelar salah satu televisi nasional, beberapa waktu lalu. Tudingan 'wahabi' lingkungan' itu muncul saat Gus Ulil berdebat soal polemik tambang nikel di Raja Ampat dengan Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik.

"Apakah Trump ini Wahabi Nuklir....?? sindir salah satu netizen.

"orang cinta lingkungan lu sebut wahabi lingkungan, pendapat lu gue skip bro kapasitas otak dan moral udah unacceptable, @grok coba kasih pesan buat dia," cibir yang lain.

"Udah bolong tuh om. Kirim alat berat kali aja bisa ditambang apa gitu," timpal netizen lainnya.

"Setelah wahabi tambang terus apalagi?wahabi nuklir," sahut yang lainnya lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Koar-koar Ijazah Palsu, Roy Suryo Ternyata Pendukung Jokowi: Memang Top, Beliau Pintar!

Koar-koar Ijazah Palsu, Roy Suryo Ternyata Pendukung Jokowi: Memang Top, Beliau Pintar!

News | Sabtu, 21 Juni 2025 | 14:24 WIB

Aktivis Penolak Tambang Raja Ampat Dicap Wahabi, Ferry Irwandi Skakmat Gus Ulil: Sesat Pikir!

Aktivis Penolak Tambang Raja Ampat Dicap Wahabi, Ferry Irwandi Skakmat Gus Ulil: Sesat Pikir!

News | Sabtu, 21 Juni 2025 | 09:28 WIB

Hari Ini Jokowi Ultah ke-64, Poster Ucapan Selamat Ini Bikin Publik Syok: Innalillahi

Hari Ini Jokowi Ultah ke-64, Poster Ucapan Selamat Ini Bikin Publik Syok: Innalillahi

News | Sabtu, 21 Juni 2025 | 07:09 WIB

Usai Dicap Wahabi oleh Gus Ulil Imbas Tolak Tambang Raja Ampat, HP Aktivis Greenpeace Nyaris Diretas

Usai Dicap Wahabi oleh Gus Ulil Imbas Tolak Tambang Raja Ampat, HP Aktivis Greenpeace Nyaris Diretas

News | Rabu, 18 Juni 2025 | 11:59 WIB

Anak Otto Hasibuan Dicap Dungu, Rocky Gerung: Apa Pun yang Didalilkan, Jokowi Adalah Pembohong!

Anak Otto Hasibuan Dicap Dungu, Rocky Gerung: Apa Pun yang Didalilkan, Jokowi Adalah Pembohong!

News | Selasa, 17 Juni 2025 | 12:48 WIB

Terkini

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:18 WIB

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:12 WIB