Indonesia Darurat Sampah: Kolaborasi Lintas Sektor Harus Jadi Kunci Solusi

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 01 Juli 2025 | 13:20 WIB
Indonesia Darurat Sampah: Kolaborasi Lintas Sektor Harus Jadi Kunci Solusi
Ilustrasi sampah (Pixabay)

Suara.com - Indonesia menjadi negara penghasil sampah makanan rumah tangga terbesar di Asia Tenggara. Menurut laporan UNEP 2024, totalnya mencapai 14,73 juta ton per tahun.

Tak berhenti di situ, data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat timbunan sampah nasional dari 290 kabupaten/kota mencapai 31,9 juta ton hingga Juli 2024. Ironisnya, sekitar 7,2 juta ton atau 34,29 persen dari jumlah itu belum terkelola dengan baik.

Masalah ini bukan sekadar soal data. Sampah yang berserakan di pojok jalan, menumpuk di TPS, mencemari air dan udara, serta membentuk tumpukan bau di tengah lingkungan padat penduduk adalah realitas yang dihadapi masyarakat setiap hari.

Diskusi Ruang Gagasan “Membangun Ekosistem Pengelolaan Sampah yang Holistik”
Diskusi Ruang Gagasan “Membangun Ekosistem Pengelolaan Sampah yang Holistik”

Namun solusi yang diupayakan selama ini masih terfragmentasi. Pemerintah telah membuat kebijakan pengelolaan sampah rumah tangga dan industri, perusahaan mulai menerapkan prinsip produksi bersih, dan masyarakat bergerak melalui komunitas dan aktivisme akar rumput. Sayangnya, upaya-upaya ini belum berjalan secara terintegrasi.

Berangkat dari keresahan tersebut, Core Indonesia menyelenggarakan forum diskusi terbuka bertajuk “Membangun Ekosistem Pengelolaan Sampah yang Holistik” di Jakarta Selatan, Kamis (26/6/2025).

Acara ini mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, hingga orang muda. 

Roleplay untuk Mengerti Kompleksitas

Yang menarik, sesi utama forum bukan hanya berbentuk diskusi, melainkan simulasi atau roleplay yang dirancang agar peserta merasakan langsung peran berbagai pihak dalam ekosistem pengelolaan sampah. Mereka dibagi ke dalam kelompok stakeholder, aktivis, masyarakat umum, pelaku industri, dan akademisi.

Hasil diskusi tiap kelompok menunjukkan betapa pentingnya empati lintas sektor dan perlunya sinergi. Dari kelompok aktivis misalnya, muncul gagasan kampanye digital yang lebih dekat dengan generasi muda, seperti menggunakan TikTok atau Instagram dengan pendekatan emosional dan partisipatif.

baca juga

“Kampanye digital masih sangat efektif untuk menjangkau Gen Z dan milenial. Tapi untuk menjangkau masyarakat yang tidak terhubung teknologi, komunitas lokal seperti RT dan karang taruna tetap penting,” ungkap salah satu peserta dari kelompok aktivis.

Selain itu, mereka juga menyoroti pentingnya pendanaan alternatif, seperti pemanfaatan dana desa untuk memberi insentif kepada masyarakat yang aktif mengelola sampah.

Skema “sampah jadi cuan” seperti bank sampah yang ditukar dengan subsidi kesehatan atau diskon warung juga dianggap sebagai langkah strategis.

Mendorong Regulasi yang Inklusif

Dari kelompok regulator dan akademisi, diskusi menyoroti perlunya sense of urgency dari pemerintah dalam menghadapi krisis sampah. Pendekatan kebijakan dinilai masih terlalu fokus pada sanksi, belum cukup pada penguatan kebiasaan.

“Alih-alih hanya memberlakukan denda, regulasi seharusnya mendorong kebiasaan positif lewat pendekatan yang inklusif,” kata peserta lain.

Mereka juga mendorong penyusunan rekomendasi kebijakan yang lebih tajam dan berbasis data.

"Pemerintah perlu naskah-naskah rekomendasi yang tematis dan bisa mengkuantifikasi dampak lingkungan dan ekonomi dari sampah,” tegas salah satu peserta.

Selain itu, diskusi menyoroti kebutuhan akan penegakan hukum yang lebih tegas, penyediaan alat pengolah sampah yang terjangkau, serta model pengelolaan yang memberi benefit langsung ke masyarakat.

Contohnya, Reverse Vending Machine (RVM) di desa yang menukar botol plastik dengan kupon diskon atau voucher game.

Kolaborasi, Bukan Kompetisi

Kesimpulan dari sesi ini menegaskan satu hal, bahwa tidak ada satu solusi tunggal untuk masalah sampah. Semua pihak perlu berjalan beriringan, bukan bekerja sendiri-sendiri.

Core Indonesia berharap metode interaktif seperti roleplay dapat memperkuat kesadaran bahwa pengelolaan sampah bukan hanya soal teknis, tapi juga soal membangun kultur kolaboratif dan saling percaya antar pemangku kepentingan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mesin Tukar Sampah Jadi Uang Mulai Diuji di SMAN 2 Sukabumi: Bagaimana Cara Kerjanya?

Mesin Tukar Sampah Jadi Uang Mulai Diuji di SMAN 2 Sukabumi: Bagaimana Cara Kerjanya?

Lifestyle | Selasa, 01 Juli 2025 | 11:14 WIB

Dari Pemulung Sampah jadi Pahlawan Gunung Rinjani, Kisah Inspiratif Agam Mendunia

Dari Pemulung Sampah jadi Pahlawan Gunung Rinjani, Kisah Inspiratif Agam Mendunia

News | Kamis, 26 Juni 2025 | 19:41 WIB

Elektronik yang Larut dan Ramah Lingkungan: Masa Depan Tanpa Sampah Teknologi?

Elektronik yang Larut dan Ramah Lingkungan: Masa Depan Tanpa Sampah Teknologi?

Lifestyle | Kamis, 26 Juni 2025 | 17:55 WIB

Terkini

9 Sepatu Sneakers Merek Global Sedang Diskon di Sports Station, Mulai Rp200 Ribuan

9 Sepatu Sneakers Merek Global Sedang Diskon di Sports Station, Mulai Rp200 Ribuan

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Menyapa Diri Sendiri Lewat Tulisan: Langkah Kecil Merawat Kesehatan Mental

Menyapa Diri Sendiri Lewat Tulisan: Langkah Kecil Merawat Kesehatan Mental

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Menanti Ketuk Palu MK Terkait Syarat Pendidikan Gibran

Menanti Ketuk Palu MK Terkait Syarat Pendidikan Gibran

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:58 WIB

Wangi Parfum Mykonos On The Rocks seperti Apa? Cek Notes dan Review Pembeli

Wangi Parfum Mykonos On The Rocks seperti Apa? Cek Notes dan Review Pembeli

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:53 WIB

Isu Ijazah Palsu Politisi PSI, KPU Semarang: Saat Nyaleg Hanya Pakai Ijazah SMA

Isu Ijazah Palsu Politisi PSI, KPU Semarang: Saat Nyaleg Hanya Pakai Ijazah SMA

Jawa Tengah | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:52 WIB

Apakah Bedak Wardah Ada di Indomaret? Simak Harganya hingga Review Pembeli

Apakah Bedak Wardah Ada di Indomaret? Simak Harganya hingga Review Pembeli

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:51 WIB

Mengenal Herkansing dan Herexamen: Bukti Bahwa Pendidikan Butuh Ruang untuk Gagal

Mengenal Herkansing dan Herexamen: Bukti Bahwa Pendidikan Butuh Ruang untuk Gagal

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:51 WIB

Naik Mobil Komando, Pimpinan DPR Bareng Kapolri dan Andi Gani Temui Massa Buruh di Senayan

Naik Mobil Komando, Pimpinan DPR Bareng Kapolri dan Andi Gani Temui Massa Buruh di Senayan

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:47 WIB

Dasco Temui Buruh Usai UU Ketenagakerjaan Disahkan, Sebut Jadi Kado

Dasco Temui Buruh Usai UU Ketenagakerjaan Disahkan, Sebut Jadi Kado

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Cyberpunk: Edgerunners 2 Rilis 20 Oktober di Netflix, Hadir dengan Kru Baru

Cyberpunk: Edgerunners 2 Rilis 20 Oktober di Netflix, Hadir dengan Kru Baru

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:44 WIB

×