Suara.com - Bupati Enrekang, Yusuf Ritangnga, turut memberikan klarifikasi. Terkait viral istrinya plesiran ke luar negeri. Kemudian mempromosikan kegiatan PKK Kabupaten Enrekang.
Yusuf menegaskan bahwa plesiran istrinya tidak sepeser pun menggunakan uang negara.
"Jadi bukan kali ini saja (Ratnawati Muchlis) pergi ke luar negeri," kata Yusuf kepada wartawan.
Perjalanan tersebut, menurut klaim yang ada, sepenuhnya dibiayai dari kantong pribadi. Merupakan apresiasi dari bisnis perusahaan yang digelutinya.
Namun belum ada penjelasan resmi usaha apa yang saat ini dijalankan Ratnawati.
Namun melihat laporan harta kekayaan Bupati Enrekang yang dilaporkan ke KPK pada 31 Maret tahun 2025. Bupati Yusuf memiliki total harta senilai Rp95 Miliar.
Harta Yusuf Ritangnga terdiri atas tanah dan bangunan senilai Rp36,1 Miliar, Mobil Rp385 Miliar, harta bergeral lainnya senilai Rp80 Miliar, kas dan setara kas Rp3,5 miliar.
Namun Yusuf Ritangnga juga memiliki utang senilai Rp25 miliar.
Sebelum menjadi Bupati Enrekang, Yusuf dikenal sebagai seorang pengusaha pertanian. Yusuf juga aktif di sejumlah organisasi kemasyarakatan dan membina klub olahraga.
Sebelumnya, dunia maya kembali riuh. Sorotan tajam mengarah pada Ratnawati Muchlis, istri Bupati Enrekang Yusuf Ritangnga.
Sebuah video singkat yang diunggahnya dari Stadion Santiago Bernabéu, markas klub sepak bola legendaris Real Madrid di Spanyol, sontak menjadi panggung perdebatan sengit di kalangan netizen.
Video tersebut sejatinya bertujuan mulia. Mengajak masyarakat untuk menyukseskan acara PKK Kabupaten Enrekang.
Namun, latar belakang yang glamor memicu pro dan kontra, membelah opini publik menjadi dua kubu yang berseberangan tajam.
Status Ratnawati kini bukan lagi sekadar pengusaha, tetapi juga istri seorang bupati yang secara otomatis menjadi figur publik.
Ia mengemban berbagai jabatan penting, mulai dari Ketua Tim Penggerak PKK, Bunda PAUD, Bunda Literasi, hingga Ketua Dekranasda Kabupaten Enrekang.
Jabatan-jabatan inilah yang menempatkannya di bawah sorotan publik.
Setiap tindakan dan perilakunya, termasuk di media sosial, dianggap merepresentasikan citra kepemimpinan di Enrekang.
Kritik utama adalah pameran gaya hidup mewah di tengah kondisi masyarakat, khususnya di Kabupaten Enrekang, yang masih banyak menghadapi tantangan ekonomi.
Memadukan kemewahan Eropa dengan ajakan acara PKK lokal dianggap sebagai sebuah kontras yang menyinggung rasa keadilan publik.
"Tidak ada yang larang (istri bupati jalan-jalan ke luar negeri), cuman kondisikan sekarang dia public figure," tulis akun sosmedmakassar, merangkum esensi dari pandangan kontra.
Pesannya jelas. Sebagai tokoh yang menjadi panutan, ada tanggung jawab moral untuk menunjukkan empati dan tidak memamerkan gaya hidup yang berlebihan.
Pandangan ini juga diamini oleh Wakil Ketua DPRD Enrekang, Abdurrachman. Ia mengingatkan bahwa menjadi keluarga pejabat berarti siap untuk terus diawasi oleh masyarakat.
"Karena setiap gerak-geriknya diperhatikan masyarakat," ujarnya.