Benarkah Hilirisasi Solusi Ekonomi? Pakar Ungkap Tantangan dan Risikonya

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 17 Juli 2025 | 16:12 WIB
Benarkah Hilirisasi Solusi Ekonomi? Pakar Ungkap Tantangan dan Risikonya
Ilustrasi Pelabuhan atau Jetty untuk Hilirisasi Nikel/[Dok PTPP].

Suara.com - Indonesia tengah berpacu dengan waktu. Untuk lepas dari status negara berpendapatan menengah dan menjadi negara maju, dibutuhkan pertumbuhan ekonomi di kisaran 6-7 persen secara berkelanjutan.

Namun, jalan menuju cita-cita itu tidak mudah. Pemerintah mendorong hilirisasi sebagai salah satu strategi transformasi struktural menggeser ekonomi berbasis konsumsi dan ekspor komoditas mentah ke arah industri bernilai tambah.

Tapi, strategi ini justru menghadirkan dilema baru ekonomi tumbuh, tapi lingkungan terancam.

Ekonom dari Centre of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Akhmad Akbar Susamto,  menyebut hilirisasi nikel yang digadang-gadang menopang produksi baterai kendaraan listrik sebagai contoh nyata.

Di satu sisi, industri ini memberi dorongan ekonomi yang signifikan. Di sisi lain, praktiknya dinilai abai terhadap prinsip kehati-hatian ekologis.

“Manfaat ekonominya ada, tapi dampaknya muncul secara serius,” kata Akhmad dalam sebuah diskusi ““Paradoks Hilirisasi: Dilema di Balik Janji Energi Bersih”, Rabu (16/7/2025).

Ia merujuk pada banjir di Bahodopi, pencemaran logam berat di Pulau Obi, hingga deforestasi masif yang mencapai 500 ribu hektare.

Artinya, industri yang semestinya jadi tulang punggung transisi energi bersih justru menggerus daya dukung lingkungan.

Sementara itu, Sekretaris Satgas Percepatan dan Ketahanan Energi, Dani Setiawan, menilai hilirisasi sebagai “titik temu antara resource-based economy dan renewable economy”.

baca juga

Menurutnya, ini adalah bagian dari restrukturisasi strategis untuk membangun ekonomi yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Tapi, ia juga mengakui tantangannya sangat besar: koordinasi lintas kementerian/lembaga belum solid, investasi strategis masih terbatas, dan industri hilirisasi banyak didominasi investor asing.

Lebih jauh, Dani menyebut hilirisasi seharusnya tidak semata berorientasi pada pertumbuhan, melainkan menjadi fondasi ketahanan energi nasional.

“Kita punya cadangan besar mineral kritis. Kalau dikelola dengan bijak, Indonesia bisa menjadi pemain utama dalam rantai pasok energi global,” ujarnya.

Namun, jika pendekatan ekstraktif tetap dipertahankan tanpa mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan dan keterlibatan pelaku dalam negeri, maka hilirisasi hanya akan menjadi jalan pintas menuju kerusakan ekologis, bukan jalan panjang menuju negara maju.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonomi Desa Terdongkrak Serayu Network UBP Mrica

Ekonomi Desa Terdongkrak Serayu Network UBP Mrica

Bisnis | Kamis, 17 Juli 2025 | 13:37 WIB

Indonesia Sepakat Belanja Besar-besaran Produk AS, Bagaimana Nasib Program Hilirisasi?

Indonesia Sepakat Belanja Besar-besaran Produk AS, Bagaimana Nasib Program Hilirisasi?

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 13:09 WIB

China Respon Kesepakatan Indonesia-AS: Negosiasi Perdagangan Wajib Setara

China Respon Kesepakatan Indonesia-AS: Negosiasi Perdagangan Wajib Setara

Bisnis | Kamis, 17 Juli 2025 | 08:35 WIB

Terkini

Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!

Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:28 WIB

Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:05 WIB

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 02:30 WIB

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:07 WIB

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:34 WIB

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:02 WIB

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:45 WIB

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

×