Alarm 'Indonesia Gelap' Syahganda Nainggolan: Tiga Biang Kerok Ini Bikin Rakyat Menderita

Selasa, 22 Juli 2025 | 10:04 WIB
Alarm 'Indonesia Gelap' Syahganda Nainggolan: Tiga Biang Kerok Ini Bikin Rakyat Menderita
Ilustrasi Indonesia Gelap (Instagram/@bem_si)
Foto kolase Para tersangka kasus gratifikasi terkait pengurusan rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) ditahan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Meraah Putih KPK, Jakarta, Kamis (17/7/2025).  [Suara.com/Alfian Winanto]
Foto kolase Para tersangka kasus gratifikasi terkait pengurusan rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) ditahan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Meraah Putih KPK, Jakarta, Kamis (17/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Penyakit kronis bangsa, korupsi, menjadi pilar kedua. Menurut Syahganda, praktik lancung ini tidak hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga menghancurkan fondasi kepercayaan publik terhadap pemerintah dan institusinya.

"Publik melihat pejabat hanya merampok sementara rakyat menderita," katanya prihatin. Persepsi ini menciptakan alienasi, di mana rakyat merasa negara tidak lagi berpihak pada mereka.

3. Masalah Institusional dan Pesimisme Publik

Terakhir, lambatnya kinerja institusi negara dalam menjawab kebutuhan publik memperparah keadaan. Birokrasi yang berbelit dan tidak responsif melahirkan apatisme massal.

"Reformasi birokrasi yang lambat membuat publik pesimis," jelas Syahganda.

Ketika institusi yang seharusnya melayani justru terasa jauh dan lamban, lahirlah pesimisme kolektif yang menjadi bahan bakar 'Indonesia Gelap'.

Ditunggangi Koruptor Dendam? Sisi Lain 'Indonesia Gelap'

Ilustrasi Seruan Aksi Indonesia Gelap. [Ist]
Ilustrasi Seruan Aksi Indonesia Gelap. [Ist]

Menariknya, saat disinggung pernyataan Prabowo Subianto bahwa 'Indonesia Gelap' digerakkan oleh koruptor, Syahganda memberikan pandangan yang selaras namun dengan bumbu tambahan.

Ia sepakat, bahkan membuka kemungkinan adanya agenda lain di balik fenomena ini.

Baca Juga: Prabowo Subianto Dipuji Setinggi Langit, Begini Kata Ramadhan Pohan

Syahganda menyebut ada potensi fenomena ini "ditunggangi koruptor yang dendam karena hartanya disita".

Hal ini menunjukkan betapa kompleksnya situasi, di mana penderitaan rakyat bisa berkelindan dengan pertarungan kepentingan para elite yang pernah tersandung kasus hukum, menjadikan analisis 'Indonesia Gelap' sebagai alarm serius yang tak bisa diabaikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI