Siswi di Labusel Terpaksa Berhenti Sekolah: Malu Ditagih Uang Rekreasi, Padahal Tak Ikut Jalan-jalan

Bangun Santoso Suara.Com
Rabu, 23 Juli 2025 | 13:50 WIB
Siswi di Labusel Terpaksa Berhenti Sekolah: Malu Ditagih Uang Rekreasi, Padahal Tak Ikut Jalan-jalan
Siswi di Labusel Terpaksa Berhenti Sekolah: Malu Ditagih Uang Rekreasi, Padahal Tak Ikut Jalan-jalan. (bidik layar video di X)

Suara.com - Sebuah kisah yang menyayat hati datang dari Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara. Mimpi seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) bernama Mutiara (14) untuk terus menuntut ilmu harus kandas, bukan karena prestasi yang buruk, melainkan karena dihantui utang rekreasi sebesar Rp350.000 yang bahkan tidak pernah ia ikuti.

Kisah pilu ini viral di media sosial setelah diunggah oleh akun X @sutanmangara pada Senin (21/7/2025), memicu amarah dan simpati publik.

PUTUS SEKOLAH! Karena tak tahan ditagih hutang Dana Rekreasi!” tulis akun X @sutanmangara.

Dalam unggahan tersebut, terungkap bahwa Mutiara merasa sangat malu karena terus-menerus ditagih oleh pihak sekolah, padahal ia sama sekali tidak ikut dalam kegiatan jalan-jalan tersebut.

Sambil menangis, Mutiara yang dibesarkan oleh ibu angkatnya dalam kondisi ekonomi terbatas, menceritakan beban mental yang ia rasakan.

“Saya malu terhadap teman-teman sekolah pak, karena saat ditagih utang sebesar Rp350.000 oleh pihak sekolah saya tidak mampu membayar,” ungkap Intan Mutiara dikutip Jumat (18/7/2025).

Yang lebih memilukan, hingga kini pihak sekolah disebut belum pernah mendatangi kediaman Mutiara untuk mencari solusi atau mengajaknya kembali ke bangku sekolah. Padahal, semangatnya untuk belajar masih menyala-nyala.

“Saya masih ingin sekolah Pak, walaupun orang tua saya orang tak mampu. Cita-cita saya sangatlah tinggi,” tambahnya.

Melansir sejumlah media lokal, saat dikonfirmasi, perwakilan pihak sekolah, Abdul Siregar disebut justru membenarkan adanya kebijakan tagihan tersebut.

Baca Juga: Polisi Periksa 20 Guru-Siswa, Terbongkar Skenario Balas Dendam di Balik Viral Siswa MPLS Dikeroyok

Menurutnya, biaya sewa bus diputuskan melalui musyawarah dan biayanya dibagi rata ke semua siswa, tanpa terkecuali.

“Semua siswa-siswi yang terdata, baik ikut atau tidak, sama-sama dibebani biayanya agar terpenuhi sewa bus,” ujarnya.

Jawaban ini sontak memicu kritik keras dari netizen yang mempertanyakan nurani dan kepekaan pihak sekolah terhadap kondisi siswa dari keluarga tidak mampu.

"Gimana rasanya ya, anak mau nuntut ilmu tapi tiap hari dibebani tagihan." tulis seorang netizen.

"Astaghfirullah...ketika melihat pejabat Indonesia dengan santai bilang kalau kemiskinan menurun, ternyata mata hatinya tertutup, kesusahan rakyat sampai pendidikannya hilang." timpal warganet lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI