Ultimatum Menteri Budi Arie untuk 80 Ribu Koperasi Bentukan Prabowo: Jangan Cuma Jadi Papan Nama!

Erick Tanjung | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Kamis, 24 Juli 2025 | 21:06 WIB
Ultimatum Menteri Budi Arie untuk 80 Ribu Koperasi Bentukan Prabowo: Jangan Cuma Jadi Papan Nama!
Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi membuka Gebyar Koperasi dan UMKM dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional ke-78, di Tangerang Selatan, Banten, Kamis (24/7/2025). [Dok. Kemenkop]

Suara.com - Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, melayangkan ultimatum keras kepada puluhan ribu Koperasi Merah Putih yang baru diluncurkan. Ia menegaskan agar koperasi-koperasi tersebut tidak hanya menjadi 'papan nama' atau ada di atas kertas, melainkan harus benar-benar menjadi solusi ekonomi di tengah masyarakat.

Peringatan ini disampaikan Budi Arie sebagai tindak lanjut dari program ambisius Presiden Prabowo Subianto yang telah meluncurkan 80.000 koperasi di seluruh desa.

Dalam peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78 di Tangerang Selatan, Kamis (24/7/2025), Budi Arie secara gamblang meminta agar koperasi-koperasi baru ini benar-benar hidup, beroperasi, dan dikelola secara profesional.

"Bukan hanya ada di atas kertas, tapi benar-benar hadir sebagai solusi di tengah masyarakat," tegas Budi Arie.

Ia mendorong agar koperasi benar-benar berdampak pada perekonomian warga, bukan sekadar entitas yang ada secara administratif.

Menyadari tantangan yang ada, Budi Arie memastikan bahwa Kementerian Koperasi tidak akan lepas tangan. Pihaknya akan memberikan pendampingan penuh kepada para pengelola koperasi untuk menggali potensi bisnis di daerah masing-masing.

"Kementerian Koperasi akan memberikan pendampingan untuk menggali potensi yang ada di desa sehingga menjadi wadah kemandirian ekonomi rakyat," janjinya.

Ia menyarankan agar setiap koperasi memetakan kebutuhan masyarakat sekitar yang bisa dijadikan sebagai lini bisnis.

"Ini yang akan menjadi peluang bisnis bagi koperasi itu sendiri. Koperasi untung, dan warga mendapatkan kebutuhan dengan lebih mudah dan murah," jelasnya.

Bagian dari Program Ambisius Prabowo, Targetnya Potong Rantai Distribusi
Budi Arie meyakini, kehadiran 80.000 koperasi yang diluncurkan Presiden Prabowo di Klaten beberapa waktu lalu adalah sebuah lompatan besar untuk membangkitkan kembali semangat ekonomi gotong royong.

Menurutnya, program ini dirancang untuk tujuan yang lebih besar, yaitu memotong rantai distribusi yang selama ini dinilai merugikan masyarakat kecil.

"Koperasi desa tidak hanya akan menjadi wadah usaha masyarakat, tetapi juga menjadi simpul utama distribusi kebutuhan pokok, pemberdayaan petani dan nelayan, serta pemotong rantai distribusi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Momen Prabowo Sindir Tukang Kritik 'Omon-omon' di Panggung PKB: Enak Aja, Nggak Keringetan

Momen Prabowo Sindir Tukang Kritik 'Omon-omon' di Panggung PKB: Enak Aja, Nggak Keringetan

News | Kamis, 24 Juli 2025 | 20:45 WIB

Anies Baswedan Kuliti Borok Hukum dan Demokrasi RI: Investor Ogah Masuk, Rakyat Takut Ngomong

Anies Baswedan Kuliti Borok Hukum dan Demokrasi RI: Investor Ogah Masuk, Rakyat Takut Ngomong

News | Kamis, 24 Juli 2025 | 19:57 WIB

Presiden Prabowo Subianto Ungkap Penyebab 'Sentimen' dengan Partai PSI

Presiden Prabowo Subianto Ungkap Penyebab 'Sentimen' dengan Partai PSI

Video | Kamis, 24 Juli 2025 | 19:35 WIB

Terkini

Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz

Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz

News | Sabtu, 25 April 2026 | 12:03 WIB

Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam

Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:53 WIB

Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar

Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:43 WIB

Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court

Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:33 WIB

8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir

8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:18 WIB

Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun

Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:04 WIB

Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi

Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:00 WIB

Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat

Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:45 WIB

Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon

Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:39 WIB

Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:37 WIB