Viral Anak SD Bawa Motor Listrik di Jalan Raya: Bukti Lemahnya Pengawasan dan Pemahaman Regulasi

Muhammad Ilham Baktora

Senin, 28 Juli 2025 | 15:10 WIB
Viral Anak SD Bawa Motor Listrik di Jalan Raya: Bukti Lemahnya Pengawasan dan Pemahaman Regulasi
Tangkapan layar seorang anak SD mengemudikan kendaraan listrik di jalan raya yang tuai pro dan kontra. (Instagram)

Suara.com - Jagat maya kembali dihebohkan oleh sebuah video yang memicu keprihatinan massal.

Rekaman tersebut memperlihatkan seorang anak perempuan berseragam Sekolah Dasar (SD), lengkap dengan rok merah dan tas punggung, dengan santainya mengendarai sepeda motor listrik di tengah padatnya lalu lintas jalan raya.

Meski terlihat mengenakan helm, aksi nekat ini sontak menjadi perbincangan panas dan membuka kembali diskusi tentang fenomena anak di bawah umur yang kini mudah mengakses kendaraan listrik.

Video yang tersebar luas di berbagai platform media sosial itu menampilkan pemandangan yang membuat banyak orang dewasa bergidik ngeri.

Anak tersebut terlihat melaju di antara mobil dan motor lain, sebuah situasi yang jelas sangat membahayakan bagi dirinya maupun pengguna jalan lainnya.

Ketenangan sang anak di atas motor listriknya berbanding terbalik dengan kegeraman dan kekhawatiran publik yang menyaksikannya.

Sontak, kolom komentar di unggahan video tersebut banjir dengan kritik dan pendapat yang menyoroti berbagai aspek, terutama peran orang tua.

Banyak yang menyayangkan sikap abai orang tua yang mengizinkan anaknya melakukan aktivitas berbahaya tersebut.

"Bahaya pol inii ... Haruse jangan di izinkan dulu karena masih usia segituu," ujar seorang netizen dengan nada khawatir dikutip Senin (28/7/2025).

baca juga

Komentar lain menyoroti kemungkinan adanya rasa bangga yang keliru dari pihak orang tua.

"Ortunya biasanya malah super bangga. Anaknya bisa bawa sepeda motor ke jalan raya sendiri," tambah yang lain, menyindir fenomena orang tua yang memfasilitasi anak tanpa mempertimbangkan risiko.

Seorang ibu turut berbagi pandangannya, membandingkan dengan sikap protektifnya terhadap anak sendiri.

"Sayang anak boleh tapi di sesuaikan dulu lah, anakku aja yang sudah SMP belum aku kasih kepercyaaan untuk bawa kendraan ke sekolahnya. Di rumah ada sepeda listrik dan sepeda motor matic juga, tapi aku gak bolehin anakku bawa kecuali lagi iseng main area komplek aja.....ini kok anak masih SD sudah aman banget orang tuanya ya kasih anaknya bawa kendaraan sendri gitu," ungkapnya panjang lebar.

Fenomena ini sejatinya menggarisbawahi adanya celah pemahaman dan penegakan regulasi terkait penggunaan sepeda listrik di Indonesia.

Banyak masyarakat, termasuk orang tua, yang menganggap sepeda listrik setara dengan sepeda biasa sehingga bebas digunakan oleh siapa saja, termasuk anak-anak, di mana saja.

Padahal, pemerintah telah mengeluarkan aturan main yang jelas.

Melalui Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 45 Tahun 2020 tentang Kendaraan Tertentu dengan Menggunakan Penggerak Motor Listrik, telah diatur sejumlah ketentuan krusial.

Salah satunya adalah batas usia minimal pengendara sepeda listrik, yaitu 12 tahun.

Bahkan untuk anak usia 12 - 15 tahun, penggunaannya wajib didampingi oleh orang dewasa. Regulasi ini juga membatasi kecepatan maksimal sepeda listrik hingga 25 km/jam dan menetapkan area operasionalnya, yaitu di lajur khusus atau kawasan tertentu seperti area perumahan, bukan di jalan raya yang bercampur dengan kendaraan bermotor berkecepatan tinggi.

Kejadian viral anak SD ini menjadi bukti nyata bahwa sosialisasi dan penegakan Permenhub No. 45 Tahun 2020 masih sangat lemah.

Persepsi bahwa sepeda listrik adalah 'mainan' yang aman untuk anak-anak telah mengaburkan potensi bahaya yang mengintai.

Tanpa pemahaman fisik dan mental yang matang untuk menghadapi situasi tak terduga di jalan, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan mengalami kecelakaan.

Peran orang tua menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi dan perlindungan, memastikan bahwa kemudahan teknologi tidak menjadi bumerang yang membahayakan nyawa buah hati mereka dan orang lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Guru Tak Peduli Meski Korban Lapor, Siswa SD Bangka Selatan Tewas Dibully

Guru Tak Peduli Meski Korban Lapor, Siswa SD Bangka Selatan Tewas Dibully

News | Senin, 28 Juli 2025 | 13:03 WIB

Klakson Kereta Tak Digubris: Pemuda di Karanganyar Tewas Tertabrak saat Bikin Konten

Klakson Kereta Tak Digubris: Pemuda di Karanganyar Tewas Tertabrak saat Bikin Konten

News | Minggu, 27 Juli 2025 | 17:57 WIB

Beda Outfit di Reuni Fakultas Kehutanan UGM, Kehadiran Jokowi Kena Nyinyir: Ini Alumni atau Tamu?

Beda Outfit di Reuni Fakultas Kehutanan UGM, Kehadiran Jokowi Kena Nyinyir: Ini Alumni atau Tamu?

Tekno | Minggu, 27 Juli 2025 | 15:58 WIB

Terkini

Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?

Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 19:25 WIB

Cara Bersihkan Kerak Kompor Susah Hilang, Auto Kinclong Seperti Baru

Cara Bersihkan Kerak Kompor Susah Hilang, Auto Kinclong Seperti Baru

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 19:24 WIB

Hari Kesembilan, SAR Sisir 3.439 Mil Persegi Cari 5 Jurnalis Hilang

Hari Kesembilan, SAR Sisir 3.439 Mil Persegi Cari 5 Jurnalis Hilang

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 19:23 WIB

KAI dan INKA Rawat 7 Trainset KRL iE305

KAI dan INKA Rawat 7 Trainset KRL iE305

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 19:23 WIB

Iming-imingi Korban Jajan di Minimarket, Kakek Cabul di Jakarta Timur Babak Belur Dihajar Massa

Iming-imingi Korban Jajan di Minimarket, Kakek Cabul di Jakarta Timur Babak Belur Dihajar Massa

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:21 WIB

Bulog Jamin Mutu Bantuan Pangan, Perkuat Pengawasan Pengolahan Beras di Cirebon

Bulog Jamin Mutu Bantuan Pangan, Perkuat Pengawasan Pengolahan Beras di Cirebon

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 19:19 WIB

Petani di Daerah Belum Dilibatkan Bahas RUU Reforma Agraria, YLBHI: Jangan Cuma NGO di Jakarta

Petani di Daerah Belum Dilibatkan Bahas RUU Reforma Agraria, YLBHI: Jangan Cuma NGO di Jakarta

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:15 WIB

5 Cairan Pembersih Kerak Wajan dan Panci, Lengkap Harga dan Review Pengguna!

5 Cairan Pembersih Kerak Wajan dan Panci, Lengkap Harga dan Review Pengguna!

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 19:15 WIB

Antrean Solar Kembali Mengular di Palembang, Mengapa Belum Tuntas Usai Rakor Pemprov?

Antrean Solar Kembali Mengular di Palembang, Mengapa Belum Tuntas Usai Rakor Pemprov?

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 19:10 WIB

PR Besar Menkeu Suahasil Nazara: Kredibilitas hingga Tinggkatkan Kualitas Belanja

PR Besar Menkeu Suahasil Nazara: Kredibilitas hingga Tinggkatkan Kualitas Belanja

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 19:10 WIB

×