Resmi! Visa Schengen Uni Eropa Kini Full Digital Tanpa Stiker, Ini Ketentuannya

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 01 Agustus 2025 | 15:09 WIB
Resmi! Visa Schengen Uni Eropa Kini Full Digital Tanpa Stiker, Ini Ketentuannya
Ilustrasi Visa Schengen [unsplash]

Suara.com - Era visa Schengen dalam bentuk stiker di paspor akan segera berakhir. Saat ini, Uni Eropa (EU) resmi mengganti stiker visa tradisional dengan kode batang digital yang aman (secure digital barcode). Perubahan ini merupakan bagian dari reformasi besar-besaran yang akan memengaruhi para pelancong, termasuk wisatawan dari Indonesia dan negara lainnya yang ingin berkunjung ke kawasan Schengen.

Perubahan ini merupakan kelanjutan dari keputusan para menteri luar negeri Uni Eropa pada November 2024 untuk memindahkan proses pengajuan visa ke platform online. Keputusan untuk mengganti stiker visa dengan kode batang digital sudah disahkan sejak Juni 2023 dengan tujuan memodernisasi prosedur visa agar lebih canggih secara teknologi.

Visa Schengen Digital: Mempercepat dan Mengamankan Perjalanan

Kode batang digital yang secara resmi disebut sebagai "secure 2D barcode" ini merupakan salah satu perombakan terbesar pada sistem visa Schengen dalam beberapa dekade terakhir. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keamanan, mempercepat proses, dan memberikan pengalaman perjalanan yang sepenuhnya digital.

Saat tiba di perbatasan, pelancong hanya perlu memindai kode batang, yang secara langsung terhubung ke sistem visa terpusat EU. Hal ini memungkinkan petugas imigrasi mengakses validitas visa dan data pribadi secara instan.

Dikutip melalui NDTV, dalam uji coba terkini, Uni Eropa telah menerbitkan 70.000 visa Schengen digital untuk individu yang menghadiri Olimpiade Paris 2024. Alih-alih stiker, para pengunjung menerima kode batang digital. Menurut siaran pers resmi, visa Schengen digital ini akan memungkinkan para pelancong untuk mengunggah dokumen, membayar biaya visa secara online, melacak status aplikasi, dan menerima visa dalam bentuk kode batang yang ditandatangani secara digital.

Bagi para turis, proses ini akan menjadi lebih cepat dan mulus. Meskipun mereka tetap harus menyerahkan data biometrik secara langsung untuk pertama kalinya, para pelancong yang sering bepergian akan merasakan kemudahan yang signifikan.

Kontrol Perbatasan Digital Baru: EES dan ETIAS 

Selain visa digital, EU juga memperkenalkan dua sistem kontrol perbatasan baru untuk memperkuat keamanan dan memodernisasi prosedur perjalanan:

  • Entry/Exit System (EES): Dijadwalkan akan diluncurkan pada Oktober 2025. Sistem ini akan mengganti stempel paspor tradisional dengan pemeriksaan biometrik, termasuk sidik jari dan pengenalan wajah.
  • European Travel Information and Authorisation System (ETIAS): Diharapkan mulai beroperasi pada 2026. Sistem ini akan mewajibkan pelancong yang dikecualikan dari visa, seperti dari AS atau UEA, untuk melengkapi aplikasi online sebelum memasuki Kawasan Schengen.

Visa Schengen digital diperkirakan akan sepenuhnya beroperasi di semua negara anggota EU pada tahun 2028.

Implikasi bagi Wisatawan Indonesia 

Bagi pelancong Indonesia, perubahan ini membawa sejumlah keuntungan, di antaranya:

  1. Akses Gerbang Digital: Visa digital akan mempercepat proses masuk melalui gerbang elektronik biometrik (e-gate).
  2. Proses Lebih Cepat: Proses pengajuan visa akan menjadi lebih efisien, terutama bagi mereka yang sering bepergian
  3. Pengurangan Dokumen Fisik: Perubahan ini sejalan dengan skema digitalisasi EU dan bertujuan untuk mengurangi penggunaan dokumen fisik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Tema 17 Agustus 2025? Ini Arti, Filosofi, dan Link Resmi Download Logo HUT ke-80 RI

Apa Tema 17 Agustus 2025? Ini Arti, Filosofi, dan Link Resmi Download Logo HUT ke-80 RI

Lifestyle | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 14:46 WIB

Kiper Keturunan Bali Pasang Bendera Merah Putih: Ibu Saya Berdarah Jawa-Jepang

Kiper Keturunan Bali Pasang Bendera Merah Putih: Ibu Saya Berdarah Jawa-Jepang

Bola | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 14:19 WIB

Kapten Timnas Indonesia U-23 Bicara Cara Mengalahkan Korea Selatan September Nanti

Kapten Timnas Indonesia U-23 Bicara Cara Mengalahkan Korea Selatan September Nanti

Bola | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 14:11 WIB

Selamat Tinggal Hokky Caraka, Dilepas usai Gagal Bawa Timnas Indonesia U-23 Juara

Selamat Tinggal Hokky Caraka, Dilepas usai Gagal Bawa Timnas Indonesia U-23 Juara

Bola | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 14:06 WIB

Satoru Mochizuki Lebih Lama di Indonesia, Kembali Tukangi Timnas Putri?

Satoru Mochizuki Lebih Lama di Indonesia, Kembali Tukangi Timnas Putri?

Your Say | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 14:03 WIB

Disia-siakan oleh Indonesia, Shin Tae-yong Justru Laris Manis di Korea Selatan

Disia-siakan oleh Indonesia, Shin Tae-yong Justru Laris Manis di Korea Selatan

Your Say | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 14:01 WIB

Terkini

Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?

Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 21:15 WIB

Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG

Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 20:14 WIB

Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?

Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:44 WIB

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:36 WIB

Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga

Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:29 WIB

Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara

Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:21 WIB

Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu

Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:06 WIB

Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!

Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:00 WIB

Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel

Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:58 WIB

Ekonom UGM: Pemindahan Ibu Kota ke IKN Masuk Fase Ketidakpastian, Berisiko jika Dipaksakan Pindah

Ekonom UGM: Pemindahan Ibu Kota ke IKN Masuk Fase Ketidakpastian, Berisiko jika Dipaksakan Pindah

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:36 WIB