Sinyal dari Istana: Proyek Sejarah Baru Fadli Zon Terancam Molor, Dihantui Kontroversi

Wakos Reza Gautama

Selasa, 05 Agustus 2025 | 22:44 WIB
Sinyal dari Istana: Proyek Sejarah Baru Fadli Zon Terancam Molor, Dihantui Kontroversi
Peluncuran buku sejarah yang digagas Menteri Kebudayaan Fadli Zon dibayangi keterlambatan. [antara]

Suara.com - Proyek raksasa penulisan ulang sejarah Indonesia yang digagas Menteri Kebudayaan Fadli Zon, yang digadang-gadang menjadi kado istimewa pada HUT ke-80 RI, kini menghadapi ganjalan serius.

Istana Kepresidenan memberi sinyal kuat bahwa peluncuran mahakarya yang ditargetkan pada Agustus 2025 tersebut kemungkinan besar akan ditunda.

Sinyal kemunduran jadwal ini datang langsung dari Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, yang mengonfirmasi bahwa rencana peluncuran pada bulan kemerdekaan kini diragukan.

"Ada kemungkinan mundur," kata Prasetyo singkat namun signifikan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/8/2025). Ia kembali menegaskan, "Belum, belum (diperkenalkan pada Agustus)."

Kabar ini sontak menjadi antitesis dari optimisme yang selama ini digaungkan oleh Fadli Zon. Sebelumnya, Fadli dengan penuh percaya diri menargetkan buku sejarah versi terbaru itu akan rampung tepat waktu.

“Sekarang baru dalam proses, yang menuliskan ini para sejarawan. Tahun ini (rencananya diluncurkan, red.), (saat) 80 tahun Indonesia merdeka,” kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (5/5/2025).

Keyakinan Fadli didasarkan pada kekuatan tim yang ia kumpulkan. "Proyek penulisan sejarah itu dikerjakan oleh lebih dari 100 ahli sejarah dari berbagai universitas di Indonesia," ujarnya.

Ia berjanji, proses revisi, penambahan, dan pelurusan akan didasarkan pada kajian para ahli dan buku-buku sejarah yang sudah ada sebelumnya.

Namun, proyek prestisius ini bukannya tanpa kontroversi. Sejak awal digulirkan, niat Fadli Zon untuk "meluruskan" beberapa bagian krusial dalam sejarah Indonesia menuai polemik tajam di kalangan akademisi dan publik.

baca juga

Sorotan utama tertuju pada narasi seputar peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S).
Fadli, yang dikenal vokal mengkritik versi sejarah Orde Baru yang dianggapnya monolitik, dipandang berpotensi membuka kembali perdebatan sengit seputar tragedi kemanusiaan tersebut.

Banyak pihak khawatir, upaya "pelurusan" ini sarat dengan muatan politis dan berisiko menjadi ajang revisi sejarah untuk kepentingan agenda tertentu, alih-alih menjadi sebuah pencerahan akademis.

Kritik yang beredar menyebutkan bahwa penulisan ulang narasi sensitif seperti G30S, peran Soeharto, dan isu komunisme memerlukan kehati-hatian luar biasa dan konsensus yang luas, bukan sekadar keputusan segelintir ahli yang ditunjuk pemerintah. Kekhawatiran ini membayangi klaim Fadli Zon bahwa timnya diisi oleh sosok-sosok terbaik.

“Para penulis tersebut punya kepakaran di bidang masing-masing sesuai tema dan periodisasi sejarah yang diangkat,” ujar Menbud dalam sebuah webinar diskusi draf penulisan buku sejarah Indonesia yang dipantau dari Jakarta, Senin (4/8/2025).

Fadli berdalih bahwa para sejarawan yang terlibat justru telah memperluas cakrawala historiografi nasional dengan temuan baru.

"Baik berupa fakta, reinterpretasi, kritis maupun konstruksi teoritik yang memperkaya pemahaman terhadap masa lalu bangsa Indonesia," tambahnya.

Meski begitu, bayang-bayang kontroversi ini seolah menjadi beban tersendiri bagi proyek yang menelan anggaran besar dan melibatkan begitu banyak sumber daya intelektual.

Penundaan yang disiratkan oleh Istana kini memunculkan pertanyaan baru: apakah kendala yang dihadapi murni bersifat teknis, ataukah kompleksitas dan perdebatan sengit di internal tim penulis terkait isu-isu kontroversial menjadi penyebab utamanya?

Bagaimanapun, Fadli tetap menegaskan komitmennya untuk menghasilkan karya yang komprehensif.
“Kami akan update dan menambah beberapa jilid tentu mendasarkan kepada buku-buku yang sudah ada. Kami melibatkan lebih dari 100 sejarawan dari semua perguruan tinggi, dari banyak perguruan tinggi yang memang sejarawan, yang ahli di bidangnya untuk punya kompetensi menulis, dan juga editing (menyunting, red.) di dalam buku itu,” kata Fadli Zon. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sejarah Futsal, Saat Olahraga Bisa Bawa Harapan dan Ubah Masa Depan

Sejarah Futsal, Saat Olahraga Bisa Bawa Harapan dan Ubah Masa Depan

Your Say | Senin, 04 Agustus 2025 | 10:11 WIB

Geger MUI Jatim Haramkan Sound Horeg: Budaya Dibungkam atau Gangguan Terlalu Parah?

Geger MUI Jatim Haramkan Sound Horeg: Budaya Dibungkam atau Gangguan Terlalu Parah?

Video | Minggu, 03 Agustus 2025 | 19:45 WIB

Rahasia di Balik Merdunya Gita Bahana Nusantara: Intip Pelatihan Intensif Jelang HUT ke-80 RI

Rahasia di Balik Merdunya Gita Bahana Nusantara: Intip Pelatihan Intensif Jelang HUT ke-80 RI

Video | Senin, 04 Agustus 2025 | 11:00 WIB

Kevin Diks Resmi Cetak Sejarah 1 Detik Bikin Gol untuk Borussia Monchengladbach

Kevin Diks Resmi Cetak Sejarah 1 Detik Bikin Gol untuk Borussia Monchengladbach

Bola | Minggu, 03 Agustus 2025 | 09:48 WIB

Digitalisasi dan Beyond kWh Jadi Kunci PLN Melesat ke Fortune Global 500

Digitalisasi dan Beyond kWh Jadi Kunci PLN Melesat ke Fortune Global 500

Bisnis | Sabtu, 02 Agustus 2025 | 13:33 WIB

Terkini

Gagal Kalahkan Timnas Indonesia, Malaysia Langsung Dihadapkan Persoalan Mengerikan

Gagal Kalahkan Timnas Indonesia, Malaysia Langsung Dihadapkan Persoalan Mengerikan

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 15:34 WIB

Suplemen vs Skincare Kolagen, Mana yang Lebih Bermanfaat untuk Kulit?

Suplemen vs Skincare Kolagen, Mana yang Lebih Bermanfaat untuk Kulit?

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 15:33 WIB

Ace Hasan Disebut Tolak USD 1 Juta dari Gus Alex, Saksi Titipkan Uang ke Anggota Brimob

Ace Hasan Disebut Tolak USD 1 Juta dari Gus Alex, Saksi Titipkan Uang ke Anggota Brimob

News | Selasa, 29 September 2026 | 15:31 WIB

Gatekeeping: Menjaga Keunikan Diri atau Sekadar Pelit Informasi?

Gatekeeping: Menjaga Keunikan Diri atau Sekadar Pelit Informasi?

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 15:30 WIB

Promo BRI di Halal Indo 2026: Banjir Hadiah, Rekening Baru, dan Kartu Debit Eksklusif Barca

Promo BRI di Halal Indo 2026: Banjir Hadiah, Rekening Baru, dan Kartu Debit Eksklusif Barca

Bri | Selasa, 29 September 2026 | 15:27 WIB

Masinis Jadi Tersangka, Fakta Fatal di Balik Tragedi Kereta Bekasi: Rem Baru Ditekan Jarak 263 Meter

Masinis Jadi Tersangka, Fakta Fatal di Balik Tragedi Kereta Bekasi: Rem Baru Ditekan Jarak 263 Meter

News | Selasa, 29 September 2026 | 15:26 WIB

Coach Justin: Thom Haye Bruno Fernandes-nya Timnas Indonesia

Coach Justin: Thom Haye Bruno Fernandes-nya Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 15:20 WIB

Ulasan Psychopath Diary: Ketika Psikopat Palsu Bertemu Pembunuh Asli

Ulasan Psychopath Diary: Ketika Psikopat Palsu Bertemu Pembunuh Asli

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 15:20 WIB

Bergenre Dance Pop Hibrida! NCT Wish Ungkap Detail Lagu Comeback, I SPY

Bergenre Dance Pop Hibrida! NCT Wish Ungkap Detail Lagu Comeback, I SPY

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 15:20 WIB

Bagaimana Dongkrak Hidrolik Kecil Sanggup Mengangkat Mobil yang Berat Menurut Hukum Pascal?

Bagaimana Dongkrak Hidrolik Kecil Sanggup Mengangkat Mobil yang Berat Menurut Hukum Pascal?

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 15:20 WIB

×