Dalam Logika Organisasi, Fathian Sebut Jokowi Bos yang Buruk

Denada S Putri

Kamis, 07 Agustus 2025 | 18:28 WIB
Dalam Logika Organisasi, Fathian Sebut Jokowi Bos yang Buruk
Kolase foto Fathian Pujakesuma sebut Jokowi "Bos yang buruk". [Instagram/@fathianpujakesuma]

Suara.com - Konten kreator Fathian Pujakesuma menyebut Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi) adalah pemimpin yang buruk.

Hal itu ia sampiakan dalam kontennya yang diunggah pada Kamis, 7 Agustus 2025.

Ia mengatakan, dirinya bisa tahu Jokowi adalah "sosok bos" yang buruk karena satu pernyataannya.

Pernyataan itu berhubungan dengan apa yang dilakukan Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong ketika menjadi Menteri Perdagangan di Era Jokowi.

"Gua bisa tahu bahwa Jokowi adalah bos yang buruk gitu dari satu pernyataan dia aja. Pernyataan bahwa apa yang dilakukan oleh Tom Lembong adalah atas perintah dia. (Muncul cuplikan berita dengan judul "Jokowi Akui Perintah Tom Lembong Impor Gula: Tapi Teknisnya di Kementerian"), ucapnya, dikutip di hari yang sama.

Ia menyebut, pendapatnya ini bukan dari sudut pandang hukum lantaran Fathian bukan orang hukum.

"Gua nggak akan ngomongin ini dari segi hukum. Gua bukan orang hukum, tapi gua kerja di tempat kerja yang ada organisasi oke," ujarnya.

Fathian menyamakan posisi presiden dalamm perusahaan ialah CEO.

Sedangkan posisi menteri, ia anggap sebagai seorang direktur,

baca juga

"Ibaratnya perusahaan, presiden itu CEO, menteri hmm let's say (setara) direktur gitu (jabatannya)," sebutnya.

Ia menyampiakan, dalam organisasi, struktur pekerjaan khususnya, orang salah dan yang bertanggung jawab bisa ada 2 tokoh.

"Nah dalam organisasi, dalam struktur pekerjaan, orang yang salah dan orang yang bertanggung jawab bisa jadi dua orang yang berbeda. Apalagi kalau kita ngomongin relasi atasan bawahan, yang salah bisa jadi bawahan. Tapi yang tanggung jawab harusnya atasannya."

"Lo tahu semua, gua kerja di pabrik. Gua punya atasan (dan) gua punya bawahan. Gua punya bawahan, punya anak buah oke," tegasnya.

Ia mengaku, sebagai orang yang memiliki bawahan dalam dunia kerja, kesalahan sering terjadi

"Apakah bawahan gua sering buat kesalahan? Sering, sering ngaco mereka (kerjanya). Tapi, ketika mereka yang salah, yang harus pasang badan siapa? (Yah) gua. Gua yang tanggung jawab. Mereka yang salah, gua yang tanggung jawab sebagai atasannya. Karena mereka kerja di bawah struktur, di bawah komando yang gua buat. Dan setiap mereka salah, itu bukan karena niat jahat, bukan-bukan. Bisa jadi karena perintah gua, bisa jadi karena approval gua, bisa jadi (juga) karena diam gua, (padahal) gua bisa bilang jangan tapi tidak (gua diam). Bagaimana pun itu, tanggung jawab gua," bebernya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

375 Ribu Lulusan UGM Cap-nya Sama, Kecuali Ijazah Jokowi?

375 Ribu Lulusan UGM Cap-nya Sama, Kecuali Ijazah Jokowi?

News | Kamis, 07 Agustus 2025 | 17:29 WIB

Tak Percaya Punya Ijazah Asli, Profesor Ryaas Rasyid: Jokowi Pembohong, Dia Takut Ketauan!

Tak Percaya Punya Ijazah Asli, Profesor Ryaas Rasyid: Jokowi Pembohong, Dia Takut Ketauan!

News | Kamis, 07 Agustus 2025 | 17:14 WIB

'Parade' Eks Menteri Jokowi di KPK: Nadiem Didampingi Hotman, Gus Yaqut Buka-bukaan soal Kuota Haji

'Parade' Eks Menteri Jokowi di KPK: Nadiem Didampingi Hotman, Gus Yaqut Buka-bukaan soal Kuota Haji

News | Kamis, 07 Agustus 2025 | 16:06 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×