Puan Maharani: PDIP di Luar Pemerintah, Siap Bersuara Lantang Jika Kebijakan Prabowo Tak Pro-Rakyat

Andi Ahmad S

Selasa, 12 Agustus 2025 | 20:50 WIB
Puan Maharani: PDIP di Luar Pemerintah, Siap Bersuara Lantang Jika Kebijakan Prabowo Tak Pro-Rakyat
Ketua DPP PDIP Puan Maharani [Dok PDIP]

Suara.com - Teka-teki mengenai posisi politik PDI Perjuangan di era pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka akhirnya terjawab tuntas.

Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, menegaskan bahwa partainya akan mengambil peran sebagai penyeimbang, sebuah posisi yang berada di luar kabinet namun tidak serta merta menjadi oposisi.

Puan memastikan PDIP akan mendukung penuh program pemerintah yang berpihak pada rakyat, namun tak akan segan menjadi kritikus paling vokal jika ada kebijakan yang dianggap melenceng.

Berbicara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (11/8/2025), Puan menggarisbawahi sikap dualisme konstruktif yang akan dijalankan partainya. Sikap ini, menurutnya, adalah implementasi langsung dari arahan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

"Posisi penyeimbang seperti yang disampaikan oleh Ibu Ketua Umum (Megawati Soekarnoputri), kami mendukung semua kebijakan yang dilakukan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan semua program yang untuk kepentingan rakyat Indonesia," kata Puan dilansir dari Antara.

Namun, Ketua DPR RI itu memberikan peringatan tegas. Dukungan tersebut tidak bersifat buta. "Namun kami juga akan bersuara lantang jika kemudian program-program itu tidak untuk kepentingan rakyat banyak," lanjutnya.

Puan Maharani diajarkan Prabowo Subianto menunggang kuda di kediaman Menhan RI, Hambalang, Bogor, Minggu (4/9/2022). [Ist]
Puan Maharani diajarkan Prabowo Subianto menunggang kuda di kediaman Menhan RI, Hambalang, Bogor, Minggu (4/9/2022). [Ist]

Puan juga meluruskan terminologi politik yang seringkali disederhanakan oleh publik. Ia menegaskan bahwa dalam sistem pemerintahan presidensial yang dianut Indonesia, tidak ada istilah koalisi dan oposisi seperti dalam sistem parlementer.

"Dalam pemerintahan presidensial itu tidak ada yang namanya koalisi dan oposisi, coba dibaca dulu aturannya," tegas Puan. Yang ada, menurutnya, hanyalah pilihan untuk berada di dalam atau di luar pemerintahan.

Untuk itu, PDIP secara sadar memilih posisi di luar, yang dibuktikan dengan tidak adanya kader partai yang menduduki kursi menteri.

baca juga

"Dan sampai saat ini tidak ada orang di dalam atau kader PDI Perjuangan yang masuk dalam kabinet," ucapnya.

Sikap yang disampaikan Puan ini merupakan penjabaran dari pidato politik Megawati Soekarnoputri dalam Kongres ke-6 PDIP di Bali pada Sabtu (2/8) lalu.

Saat itu, Megawati menyatakan PDIP tidak akan bergabung dalam Kabinet Merah Putih namun juga tidak akan mengambil peran oposisi tradisional.

Megawati menyebut peran partainya adalah untuk memastikan pembangunan nasional tetap berjalan sesuai konstitusi dan nilai-nilai Pancasila. Ia berjanji partainya akan tetap kritis dan tegas terhadap setiap kebijakan yang menyimpang.

"Kita akan bersuara lantang jika ada kebijakan yang tidak sesuai dengan amanat penderitaan rakyat," kata Presiden ke-5 RI tersebut dalam pidatonya.

Bagi PDIP, keberpihakan politik tidak ditentukan oleh posisi di dalam atau luar kabinet, melainkan pada kebenaran dan moralitas politik yang diwariskan oleh Bung Karno.

"Jadi artinya posisinya, jika kemudian program-program tersebut tidak sesuai kami akan meluruskan, dan kami boleh berbicara dalam arti jangan sampai kemudian program itu belok-belok dan tidak untuk seluruh rakyat Indonesia," pungkas Puan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Instruksikan Pangkas Birokrasi: Dana Desa dan Makan Gratis Jadi Prioritas

Prabowo Instruksikan Pangkas Birokrasi: Dana Desa dan Makan Gratis Jadi Prioritas

News | Selasa, 12 Agustus 2025 | 20:34 WIB

Bongkar 5 Fakta di Balik Momen Viral Gibran 'Cuekin' Bahlil

Bongkar 5 Fakta di Balik Momen Viral Gibran 'Cuekin' Bahlil

News | Selasa, 12 Agustus 2025 | 20:17 WIB

Megawati Tolak Masuk Kabinet Prabowo, Selamat Ginting : Jelas Ini Pragmatisme Politik

Megawati Tolak Masuk Kabinet Prabowo, Selamat Ginting : Jelas Ini Pragmatisme Politik

News | Selasa, 12 Agustus 2025 | 16:35 WIB

Viral Momen Gibran Lewati Bahlil Tanpa Salaman, Ketua Golkar Buka Suara: Saya...

Viral Momen Gibran Lewati Bahlil Tanpa Salaman, Ketua Golkar Buka Suara: Saya...

News | Selasa, 12 Agustus 2025 | 16:25 WIB

Drama Tom Lembong Berakhir: Kejagung Kembalikan Barang Bukti, Abolisi Prabowo Resmi Berlaku

Drama Tom Lembong Berakhir: Kejagung Kembalikan Barang Bukti, Abolisi Prabowo Resmi Berlaku

News | Selasa, 12 Agustus 2025 | 16:15 WIB

Terkini

Pesan Menyentuh Audy Item untuk Iko Uwais Usai Keguguran di Usia Kandungan 7 Minggu

Pesan Menyentuh Audy Item untuk Iko Uwais Usai Keguguran di Usia Kandungan 7 Minggu

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:52 WIB

3 Zodiak yang Beruntung dan Punya Nasib Baik 12 Agustus 2026, Keinginan akan Terwujud

3 Zodiak yang Beruntung dan Punya Nasib Baik 12 Agustus 2026, Keinginan akan Terwujud

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:31 WIB

Total 3 WNI Jadi Korban Serangan Bom Drone Houthi Yaman di  Selat Bab Al Mandeb

Total 3 WNI Jadi Korban Serangan Bom Drone Houthi Yaman di Selat Bab Al Mandeb

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:26 WIB

ABK WNI Tewas Diserang Kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandeb

ABK WNI Tewas Diserang Kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandeb

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:18 WIB

WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali

WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali

Bali | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:32 WIB

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Sulsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:11 WIB

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

×